FENOMENA KONSUMTIF PESAN MAKANAN MELALUI APLIKASI OJEK ONLINE

Perkembangan era digital atau kemajuan teknologi yang maju pesat, semakin mempermudah kegiatan-kegiatan manusia. Baik di bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang politik, bidang ekonomi, bidang sosial, dan lain-lain.  Dampak yang dihasilkan dari fenomena tersebut berbeda-beda. Selain membawa dampak baik, perkembangan zaman dan era digital dapat membawa dampak buruk, apabila tidak dimanfaatkan dan bijak.

Gojek, merupakan salah satu  jasa ojek online yang ada di Indonesia. Pertama kali muncul di tahun 2000 di bawah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Awalnya, Gojek belum berwujud aplikasi, namun sudah mulai membantu masyarakat. Secara khusus Gojek Indonesia mulai beroperasi di Indonesia (khususnya DKI Jakarta), di tahun 2010. Banyak masyarakat mulai merasakan manfaatnya, terlebih guna menghindari kemacetan di Kota Jakarta.

Tahun 2015, tepatnya pada bulan Januari, Gojek Indonesia mengeluarkan aplikasi yang dapat diunduh dan dipasang di smartphone. Tujuannya supaya semakin mempermudah proses pemesanan layanan jasa Gojek. Selain fitur ojek online (GO-RIDE dan GO-CAR), Gojek juga mengembangkan fitur-fitur lain. Misalnya, fitur pengantaran barang (GoSend), fitur belanja kebutuhan sehari-hari (GO-MART), fitur membeli pulsa (GO-PULSA), fitur pesan dan antar makanan secara online (GO-FOOD), dan lain-lain.

Salah satu fitur Gojek Indonesia yang hingga kini banyak digunakan adalah fitur pesan makanan secara online, biasa disebut dengan layanan GO-FOOD. Layanan ini mulai dioperasikan April tahun 2015. Nadiem Makarim, yang saat itu menjabat sebagai CEO Gojek, menyatakan di awal-awal berdirinya Gojek, GO-FOOD belum dilirik untuk dimasukkan ke dalam Gojek.

Awalnya sekitar 5.000 hingga 10.000 pedagang yang bergabung. Saat pertama kali pun, beberapa restoran tidak didaftarkan secara resmi. Dari pihak Gojek yang memasukkan menu-menu yang tersedia di restoran-restoran tersebut. Nadiem mempunyai kunci keberhasilan dari GO-FOOD. Caranya dengan ketika pengemudi Gojek berdatangan ke restoran, barulah Gojek secara resmi mendekati restoran tersebut meminta mereka mendaftarkan secara resmi. Nadiem beranggapan bahwa semakin banyak pengemudi Gojek, maka jasa layanan pesan antar makanan semakin banyak pilihannya. Hal ini menjadi sebuah kasus yang sangat menarik bagi global.

Fitur GO-FOOD banyak digunakan masyarakat, karena di dalamnya pengguna layanan dapat mengatur jenis, jumlah dan frekuensi makanannya sendiri. Pengguna layanan juga dapat memilih menu dengan cita rasa lokal maupun internasional, dengan penjelasan atau deskripsi pada tiap menu. Selain itu, terdapat tampilan harga di tiap menunya, semakin mempermudah pengguna layanan ketika sedang memilih menu di GO-FOOD.

Terlebih dengan adanya diskon yang disediakan oleh Gojek, semakin membuat konsumen tertarik dan berminat menggunakan layanan jasa ini. Contoh diskon yang dapat digunakan, misalnya diskon spesial hari libur, promo gratis, diskon terbatas, voucher atau kupon, serta diskon media sosial.

Berikut tata cara memesan menu makanan dan minuman di salah satu restoran, melalui layanan fitur GO-FOOD.

Setalah melihat tayangan video di atas, tampak mudah sekali dalam mengoperasikan fitur GO-FOOD. Pastinya, hanya dengan di rumah atau saat sedang di kantor, kita hanya membutuhkan smartphone, jaringan internet, maupun kuota intertet yang mencukupi. Cukup dengan “klik-klik”, makanan dan minuman yang kita inginkan, datang di hadapan kita. Tanpa perlu keluar rumah atau kantor, hemat waktu, serta ditambah hemat harga (jika menggunakan kode promo yang tersedia di aplikasi tersebut).

Namun, tidak jarang, masyarakat menyalahgunakan pemanfaatan fitur pesan antar makanan seperti secara online. Banyak masyarakat menjadi pribadi yang malas. Mulai dari malas masak, hingga malas keluar menuju warung atau restoran. Alasannya, karena sudah di kehidupan sehari-hari selalu didampingi oleh gadget dan internet. Masyarakat seakan-akan dimanja oleh perkembangan zaman dan era digital, sehingga membuat mereka malas.

Selain menyebabkan rasa malas meningkat, perkembangan era digital atau kemajuan teknologi dapat membuat masyarakat menjadi konsumtif. Menurut Sumartono (1998) konsumtif bermakna sebagai suatu perilaku membeli barang atau jasa tanpa pertimbangan rasional atau bukan atas dasar kebutuhan. Selain itu, konsumtif juga dapat dimaknai dengan bergantung pada produksi pihak lain. Terlebih dengan adanya internet, membuat transaksi pesan antar makanan semakin mudah, bisa dengan saldo yang ada di aplikasi atau bayar ketika pesanan sudah sampai di tempat kita berada.

Perilaku konsumtif  memang dapat memberi kenikmatan dan kepuasan secara fisik maupun secara psikologis. Namun, perilaku konsumtif ini dapat memberi dampak buruk bagi finansial kita. Dari perilaku ini, dapat menyebabkan sifat boros. Boros merupakan suatu perilaku yang berlebih-lebihan, serta melampaui apa yang sebenarnya dibutuhkan. Selagi ada kemampuan dan kemauan, perilaku konsumtif dapat dikurangi, bahkan dihilangkan, apabila dari dalam diri bisa mengendalikan keinginan.

Melihat fenomena masyarakat yang menjadi konsumtif menggunakan layanan pesan makanan menggunakan aplikasi ojek online, pastinya mengubah gaya hidup sehari-hari. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi, bahkan menghilangkan perilaku konsumtif ini yang utama adalah bijak menggunakan layanan. Tidak ada salahnya menggunakan layanan pesan makanan online, karena selain kita mendapatkan menu yang kita inginkan, kita dapat membantu menyejahterakan pihak driver ojek online, hingga restoran yang bersangkutan. Namun, dengan kita bijak dalam menggunakan layanan tersebut, kita dapat memperbaiki finansial dan mengurangi pemborosan. Selain itu, dapat pula membuat skala prioritas, yakni dengan mendahulukan kebutuhan dari pada keinginan. Semisal siang ini butuh makan nasi padang dan es teh, serta ingin minum minuman boba. Maka, dahulukan untuk memesan nasi padang dan es teh.

Pertimbangkan terlebih dahulu ketika akan memilih menu di GO-FOOD. Serta, manfaatkan promo yang diberikan dengan sebaik mungkin. Jangan sampai terlena, hingga dapat menyebabkan perilaku konsumtif. Bijaklah ketika akan melakukan suatu hal, maka kita dapat terhindar dari hal-hal yang merugikan.

Terima kasih buat teman-teman yang sudah meluangkan waktunya membaca artikel ini. Semoga bermanfaat.

Sumber Referensi

Cermati.com. 8 Cara Cepat Mengubah Gaya Hidup Konsumtif. Diakses dari https://www.cermati.com/artikel/8-cara-cepat-mengubah-gaya-hidup-konsumtif, pada 06 November 2021.

GoFood. 5 Strategi Diskon yang Paling Menarik Perhatian Pelanggan. Diakses dari https://www.gojek.com/blog/gofood/strategi-diskon/, pada 06 November 2021.

Pranata Printing. Sejarah Singkat Perusahaan Gojek dan Perkembangannya. Diakses dari https://www.pranataprinting.com/sejarah-singkat-perusahaan-gojek-dan-perkembangannya/, pada 03 November 2021.

Republika.co.ig. 2018. Nadiem Makarim bagi Cerita Soal Awal Mula GO-FOOD. Diakses dari https://www.republika.co.id/berita/p2fro6328/nadiem-makarim-bagi-cerita-soal-awal-mula-GO-FOOD, pada 04 November 2021.

Rosita, R. 2020. Faktor yang mempengaruhi Perilaku Generasi Milenial terhadap Keputusan menggunakan Aplikasi GrabFood. Jurnal Lentera Bisnis, 9(1): 98.

Sumartono. 1998. Pengaruh Terpaan Iklan Shampoo di Televisi terhadap Sikap dan Perilaku Konsumtif Remaja. PPS-Unpad. Bandung.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *