Setting Hotspot Mikrotik

Salah satu fitur router mikrotik yang banyak digunakan adalah Hotspot. Hotspot memiliki kelebihan yaitu dapat mengkonfigurasi jaringan yang hanya bisa digunakan dengan username dan password tertentu. Dapat juga dilakukan manajemen terhadap user-user tersebut. Contohnya membatasi berapa besar data yang dapat di download tiap user, mengatur durasi penggunaan hotspot per user dan sebagainya.

Hotspot merupakan fitur gabungan dari berbagai service yang ada di Mikrotik, antara lain :

  • DHCP server, digunakan untuk memberi layanan IP otomatis ke user
  • Firewall NAT, untuk mentranslasi IP user ke IP yang bisa dikenali ke internet
  • Firewall filter, untuk memblock user yang belum melakukan login
  • Proxy, untuk memberikan tampilan halaman login.

Berikut langkah-langkah setting hotspot mikrotik.

Langkah pertama masuk ke bagian interface, kemudian ke bagian wireless. Ubah mode menjadi ap bridge. Mode AP-bridge digunakan sebagai Access point atau pemancar yang bisa melayani banyak client atau disebut juga dengan PTMP (Point To Multi Point), mode ini bisa kita gunakan untuk network yang sifatnya Routing ataupun Bridging. Kemudian SSID dapat diganti nama yang diinginkan. SSID atau nama jaringan Wi-Fi  (pengidentifikasi rangkaian layanan), adalah nama yang digunakan jaringan untuk memberitahukan keberadaannya ke perangkat lain. Ini juga merupakan nama yang dilihat oleh pengguna terdekat di daftar jaringan yang tersedia di perangkat mereka. Saya mengganti namanya menjadi kelompok5.  Setelah itu klik apply dan ok. Setelah itu, ceklis panah biru agar jaringan terconnect.

Langkah kedua masuk ke IP bagian hotspot. Kemudian klik bagian hotspot setup. Di sini akan muncul jaringan wlan1, klik next.

Selanjutnya, akan muncul local address of network. Local address of network adalah alamat yang digunakan komputer di jaringan TCP/IP untuk mengakses komputer lain di subnet jaringan yang sama. Di sini saya mengisikan local address yaitu 192.168.1.1/24.

Langkah selanjutnya kita next saja address pool of network. IP Pool adalah salah satu fitur dari Mikrotik untuk menentukan range (rentang) IP yang bisa membatasi client yang connect wireless dan digunakan untuk DHCP Server maupun Point to Point. Fungsi IP Pool pada Mikrotik adalah untuk membatasi range / deretan IP yang akan distribusikan secara otomatis oleh sistem DHCP. 

Di bagian SSL Certificate kita pilih none dan kemudian kita next.

Di bagian ip address of SMTP server juga kita next saja.

Kemudian kita masuk ke bagian DNS server, kolom pertama kita isikan 8.8.8.8 dan kolom kedua kita isikan 8.8.4.4. DNS atau Domain Name System adalah suatu sistem database terdistribusi untuk mencari suatu nama situs yang terhubung dengan jaringan menggunakan TCP/IP. Sementara, DNS Server adalah sistem komputer server yang menjalankan layanan kerja DNS.  Untuk akses internet atau website tertentu, biasanya akan diminta mengetikkan ID Address website yang dituju. Saat memasukan URL di address bar di suatu browser, DNS Server akan menerjemahkan URL menjadi IP Address yang bisa diproses oleh komputer. Maka dari itu, kita bisa membuka halaman suatu situs. DNS Server memiliki tiga fungsi dasar yang bekerja ketika Anda mengakses internet. Pertama, berfungsi meminta informasi IP Address sebuah website berdasarkan nama domain. Kedua, sistem ini juga meminta informasi URL sebuah website berdasarkan IP Address yang dimasukkan. Ketiga sistem tersebut juga berfungsi mencari server yang tepat untuk mengirimkan email.

Untuk DNS name kita next saja. DNS name adalah nama hotspot atau DNS untuk login.

Di bagian ini, kita harus membuat username untuk login hotspot dan membuat passwordnya.  Saya memberikan username hotspot yaitu kelompok5 dengan password 12345. Jika sudah kita next saja.

Jika sudah ada tampilan setup has completed successfully berarti hotspot sudah berhasil di setting.

Kemudian kita coba hotspot yang sudah dibuat. Pertama masuk ke setting wifi. Pilih hotspot  dengan nama SSID kelompok5.

Selanjutnya kita diarahkan masuk ke browser seperti tampilan di atas. Kita isikan login dengan username dan passwordnya yang sudah kita buat. 

Jika username dan password yang diisikan benar maka akan muncul tampilan seperti di atas. Tampilan berupa keterangan dari hotspot yang kita buat . 

Selanjutnya kita masuk ke setting wifi untuk mengecek apakah hotspot benar benar sudah terconnect.

Langkah terakhir kita mengecek kecepatan dari hotspot yang sudah kita buat melalui speedtest. Kecepatan hotspot yang sudah dibuat yaitu untuk download 7.06 mbps dan untuk upload 9.70 mbps.

Berikut adalah video tutorial remote mikrotik tanpa IP public & setting hotspot mikrotik

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha 59 + = 64