Pemanfaatan TikTok sebagai Media Literasi Digital

Tiktok adalah aplikasi media sosial untuk membuat vidio dan menyebarkannya dengan durasi relatif pendek, cara memainkan tiktok cukup mudah dengan scroll kebawah. Tiktok diciptakan pada bulan September tahun 2016 berasal dari Tiongkok. Aplikasi ini sangat disenangi oleh kalangan muda, bahkan beberapa kalangan tua juga menyukai aplikasi ini. Akhir-akhir ini tren yang ada di media sosial sebagaian besar dibuat dan disebarkan tiktok. Tiktok memberikan dampak yang sangat signifikn terhadap dunia digital. Saat ini pada aplikasi tiktok dapat dilakukan transaksi jul beli dengan nama tiktok shop. Hal ini menunjukan bahwa aplikasi tiktok sangat berkembang pesat dan menjadikan aplikasi yang sering digunakan. Sebanyak 23,1jam/bulan menunjukan bahwa aplikasi tiktok sangat disenangi masyarakat Indonesia.
Pembelajaran melalui media sosial sangat mungkin dilakukan karena generasi muda tidak bisa lepas dari gadget. Melalui media sosial mungkin dapat menarik perhatian generasi muda dan tidak membuat generasi muda Indonesia tertinggal secara pengetahuan dari bangsa-bangsa yang lain. Pembelajaran melalui media sosial contohnya tiktok yang merupakan aplikasi penayangan video dapat menjadi cara baru dalam belajar. Selain sebagai aplikasi hiburan, tiktok juga dapat saran pembelajaran dan pengembangan diri. Misalnya siswa diharapkan membuat video pembelajaran ataupun melihat video pembelaran. Ini akan membuat siswa merasa lebih nyaman saat belajar daripada dengan metode pembelajaran konvesional seperti siswa duduk dikelas dan guru menjelaskan didepan. Setiap pembelajaran pasti ada fungsi baik pembelajaran konvensional ataupun melalui media sosial. Fungsi pembelajaran melalui media sosial yaitu
1. Fungsi tambahan atau suplemen adalah penggunanya memiliki kebebasan dalam memilih, apakah akan menggunakan atau memanfaatkan maupun mengakses materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dimana jika memanfaatkan materi pembelajaran elektronik tentu para penggunanya akan mempunyai tambahan ilmu pengetahuan atau wawasan.
2. Fungsi Komplemen Pada fungsi komplemen atau pelengkap, materi pembelajaran digital atau elektronik diatur untuk menjadi materi reinforcement atau penguatan yang bersifat enrichment atau pengayaan dan remedial atau pengulangan dalam pembelajaran.
3. Fungsi Substitusi Pada fungsi substitusi, para penggunanya diberi beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran yaitu mengikuti kegiatan pembelajaran yang disajikan tatap muka saja, atau sebagian melalui tatap muka dan sebagian lagi dengan cara pembelajaran digital, atau sepenuhnya melalui pembelajaran digital.
Aplikasi Tiktok dapt dimanfaatkan sebagai media penyajian konten edukasi pembelajaran. Namun dengan beberapa catatan yang harus dilakukan yaitu, memperhatikan anak dalam penggunaan aplikasi Tiktok. Pasalnya ada beberapa konten yang mengandung pornografi yang tidak pantas dilihat oleh siswa sekolah dasar. Peran orang tua disini adalah sebagai pengamat agar anak tidak melihat konten yang beum waktunya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha 68 − 63 =