PENGENALAN LITERASI DIGITAL SEJAK DINI





Seberapa penting pengenalan literasi digital sejak anak berusia dini?

Seperti yang kita ketahui, bahwa peran teknologi digital dalam kehidupan berkembang pesat bagi semua kalangan termasuk anak-anak. Seiring dengan hal tersebut, maka dibutuhkan keterampilan khusus untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi atau biasa disebut dengan literasi digital. Literasi digital juga merupakan sebuah konsep yang harus dikuasai anak-anak untuk menghadapi masa depan.

Pada anak usia dini, literasi digital dipandang sebagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam penggunaan media digital yang ada di sekitarnya untuk mencari dan mendapatkan informasi dalam proses belajar seperti membuat situs dan aplikasi sederhana, memahami hak-hak digital, menyadari bahaya internet, dan mengetahui cara agar tetap aman secara digital. Selain itu media digital juga dapat digunakan untuk bermain, atau hiburan secara sehat dengan pendampingan dari orang dewasa (orang tua, guru, keluarga). Sikap, pengetahuan dan keterampilan digital ini merupakan pondasi dari perkembangan digital kedepannya. Sangat penting bukan?

Dari paragraf sebelumnya dapat diketahui bahwa literasi digital memiliki pengaruh yang besar di masa depan, sehingga kita wajib mengajarkan hal ini kepada anak sejak usia dini. Harapannya, mereka akan tumbuh menjadi individu yang berwawasan dan berdaya dalam perkembangan teknologi di masa depan sehingga bisa menggunakan teknologi secara efektif dan aman. Ada beberapa cara mudah untuk meningkatkan kapasitas diri dan kemampuan mengenai pemahaman literasi digital bagi anak. Seperti;

  • Bicarakan soal dunia digital dan pentingnya keamanan internet
Langkah pertama adalah ajarkan anak cara kerja internet dan penggunaannya dengan benar. Berikan informasi dasar pencarian di internet dan cara memilah informasi yang ditemukan di internet. Orangtua dapat mengadaptasi kurikulum anak dari Google yang berjudul "Be Internet Awesome". Ada lima faktor penting yang harus dikuasai oleh anak dalam memahami dunia internet yaitu berbagi dengan hati-hati (be internet smart), jangan terpikat pada hal palsu (be internet alert), dan amankan rahasia (be internet strong). Lalu, menjadi ramah internet (be internet kind), dan saat ragu, bicaralah (be internet brave).
  • Diskusikan soal cyberbullying
Cyberbullying sering terjadi akhir-akhir ini. Anak dapat bisa menjadi korban atau pelakunya tanpa disadari. Anak di bawah umur memang lebih rentan karena tidak sepenuhnya memahami batasan internet. Kita dapat mengajari anak untuk bersikap baik di internet dan jangan ragu meminta pertolongan apabila terjebak dalam situasi tersebut.
  • Mendorong penggunaan dan pembelajaran produk digital
Mengajak anak menggunakan produk digital merupakan langkah termudah untuk aplikasi dari literasi digital. Di masa pandemi, anak diharuskan belajar melalui daring, sehingga lebih bersahabat dengan perangkat dan aplikasi digital seperti surel dan dokumen digital lainnya. Kembangkan hal tersebut, dengan mengajak anak menggunakan dan mempelajari produk digital lain seperti memotret dan mengedit di software untuk meningkatkan kualitasnya. Kegiatan ini dapat disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak.
  • Terapkan batasan teknologi
Penerapan batasan penggunaan teknologi sangat penting dalam upaya mencegah kecanduan pada anak. Batasan seperti apa yang dimaksud? Batasan teknologi dapat berupa waktu, durasi, dan jenis teknologi yang boleh dipakai. Sebagai orang tua tidak perlu terlalu pusing memikirkan hal ini. Karena sekarang ada banyak produk digital yang menyediakan fitur khusus bagi orangtua untuk mengontrol penggunaan internet anaknya. Seperti, fitur penguncian pada kanal konten berbayar atau aplikasi yang dapat memantau jumlah penggunaan internet dan laman yang dikunjungi oleh anak.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk mengenalkan anak usia dini pada literasi digital? Mari kita simak penjelasan berikut;

  • Usia 0-2 tahun sebaiknya anak tidak dikenalkan pada gawai karena sinar pada layar gawai dikhawatirkan membahayakan mata anak dan radiasinya memengaruhi otak anak.
  • Usia 2-4 tahun anak diperbolehkan menggunakan gawai untuk bermain game sederhana dengan alokasi waktu maksimal 1 jam dalam sehari.
  • Usia 4-7 tahun anak diberikan kesempatan untuk beresplorasi dengan pendampingan dari orang tua atau orang dewasa. Sebaiknya anak diberikan peraturan dan batasan waktu dalam menggunakan gawai, yaitu maksimal 2 jam dalam sehari.

Literasi digital perlu dikenalkan kepada anak usia dini karena anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, termasuk terhadap gawai. Gawai memiliki fitur-fitur yang menarik tantangan dan keceriaan bagi anak. Selain itu, melarang atau menjauhkan anak dari gawai dikhawatirkan justru akan membuat rasa penasaran anak semakin tinggi. Sedangkan mengenalkan anak tentang kapan dan bagaimana menggunakan gawai justru akan membantu anak untuk menggunakan gawai secara aman. Perlu adanya keterlibatan orang tua dalam literasi digital sehat untuk anak melalui pendampingan, sehingga ketika digunakan dengan tepat, perangkat digital menjadi alat untuk membantu anak belajar sehingga mendukung perkembangan mereka.

Untuk memberikan pemahaman lebih lanjut, berikut merupakan video penjelasan;

LINK YOUTUBE

Disusun Oleh:

Kaori Risma Fauzia Nugroho

6411421014

Prodi Kesehatan Masyarakat

Daftar Pustaka

Trimuliana, Ifina. (2020). Pengenalan Literasi Digital Pada Anak Usia Dini. Artikel PaudPedia Direktorat PAUD. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

https://paudpedia.kemdikbud.go.id/berita/pengenalan-literasi-digital-pada-anak-usia-dini?id=729&ix=47

Nariswari, Sekar Langit. (2021). Cara Mudah Kenalkan Literasi Digital kepada Anak Sejak Dini. Artikel KOMPAS.com. PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group).

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/05/20/160000820/cara-mudah-kenalkan-literasi-digital-kepada-anak-sejak-dini?page=all.

Kaori Risma Fauzia Nugroho

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang Prodi Kesehatan Masyarakat NIM: 6411421014

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.