Pemanfaatan Aplikasi Tiktok untuk Membangun Personal Branding

Seiring dengan kemajuan teknologi, banyak bermunculan media sosial yang dapat dengan mudah diakses melalui jaringan internet yang digunakan manusia untuk dijadikan alat dalam berkomunikasi. Pada umumnya fungsi dari media sosial diantaranya untuk berbagi pesan dengan banyak pengguna media sosial itu sendiri, yaitu berupa berita (informasi), gambar (foto) dan video.

Apabila dilihat dari karakter masyarakat Indonesia yang sosial, senang berbagi, hobi eksis condong ke narsis, dan tidak begitu concern dengan isu privasi, maka media sosial menjadi medium komunikasi yang sangat representatif. Media sosial memberikan kebebasan kepada penggunanya untuk mem-posting dan membagikan hal yang diinginkan oleh penggunanya. Beragam aplikasi media sosial yang banyak digemari pada setiap aplikasi memiliki fasilitas dan kriteria yang berbeda-beda. Misalnya aplikasi Tik Tok yang berasal dari perusahaan teknologi asal Singapura, Bytemod, menghadirkan aplikasi edit video bernama “TikTok”. Tiktok merupakan salah satu aplikasi media sosial yang sedang populer di kalangan masyarakat.

Pada aplikasi Tik Tok ini pengguna dapat membuat video yang hanya berdurasi kurang lebih 30 detik dengan memberikan special effects yang unik dan menarik serta memiliki dukungan musik yang banyak sehingga penggunanya dapat melakukan performa dengan beragam gaya ataupun tarian, dan masih banyak lagi sehingga mendorong kreativitas penggunanya menjadi content creator.

Melalui aplikasi Tiktok, seseorang dapat membangun personal branding, personal branding yang kuat akan membangun brand personality yang kuat dibenak masyarakat. Personal branding akan membuat semua orang memandang anda secara berbeda dan unik. Orang mungkin akan lupa dengan wajah anda, namun “merek pribadi” anda akan selalu diingat orang lain. Konsistensi merupakan prasyarat utama dari personal branding yang kuat. Hal-hal yang tidak konsisten akan melemahkan personal branding anda, dimana pada akhirnya akan menghilangkan kepercayaan serta ingatan orang lain terhadap diri anda.

Terdapat delapan konsep utama yang menjadi acuan dalam membangun suatu personal branding seseorang menurut Montoya:

1. Spesialisasi (The Law of Specialization)

Ciri khas dari sebuah Personal Brand yang hebat adalah ketepatan pada sebuah spesialisasi, terkonsentrasi hanya pada sebuah kekuatan, keahlian, atau pencapaian tertentu.  Misalnya keahlian yang dimiliki oleh seorang editor atau orang yang handal dalam mengedit video, hal itu dapat dijadikan personal branding dengan cara orang tersebut membuat video tutorial atau tips & trik dalam mengedit video, kemudian mengesharenya di aplikasi Tiktok. Dengan cara itu, para pengguna Tiktok yang melihat video tutorial tersebut akan mengingat anda sebagai seorang editor atau orang yang handal dalam mengedit video yang senang berbagi tutorial. Berikut ini contohnya:

Berikut ini referensi link tutorial mengedit video dari akun tiktok @fleunora: https://vt.tiktok.com/ZSdamWRA5/

2. Kepemimpinan (The Law of Leadership)

Sebuah Personal Brand yang dilengkapi dengan kekuasaan dan kredibilitas sehingga mampu memposisikan seseorang sebagi pemimpin yang terbentuk dari kesempurnaan seseorang.

3. Kepribadian (The Law of Personality)

Sebuah Personal Brand yang hebat harus didasarkan pada sosok kepribadian yang apa adanya, dan hadir dengan segala ketidaksempurnaannya.

4. Perbedaan (The Law of Distinctiveness)

Sebuah Personal Brand yang efektif perlu ditampilkan dengan cara yang berbeda dengan yang lainnya.

5. Terlihat (The Law of Visibility)

Untuk menjadi sukses, Personal Brand harus dapat dilihat secara konsisten terus-menerus, sampai Personal Brand seseorang dikenal.

6. Kesatuan (The Law of Unity)

Kehidupan pribadi seseorang dibalik Personal Brand harus sejalan dengan etika moral dan sikap yang telah ditentukan dari merek tersebut. Kehidupan pribadi selayaknya menjadi cermin dari sebuah citra yang ingin ditanamkan dalam Personal Brand.

7. Keteguhan (The Law of Persistence)

Setiap Personal Brand membutuhkan waktu untuk tumbuh, dan selama proses tersebut berjalan, adalah penting untuk selalu memperhatikan setiap tahapan dan trend.

8. Nama Baik (The Law of Goodwill)

Sebuah Personal Brand akan memberikan hasil yang lebih baik dan bertahan lebih lama, jika seseorang dibelakangnya dipersepsikan dengan cara yang positif.

Membangun branding melalui video yang diunggah pada akun Tiktok terdapat beberapa trik simpelnya berikut ini:

  1. Pilihan gambar cover yang unik dan menarik
  2. Dengan audio atau tanpa audio
  3. Proses editing
  4. Filter
  5. Angle
  6. Narasi untuk video branding
  7. Gunakan hashtag yang sesuai
  8. Lakukan share
  9. Kenalkan dengan orang-orang terdekat

Di bawah ini adalah video pembahasannya:

Identitas Mahasiswa:

Novi Rahmawati (NIM 6411421002)

Sumber referensi:

Akademi Komunikasi BSI Jakarta, S. (2018). Pemanfaatan Aplikasi Tiktok Sebagai Personal Branding di Instagram (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Akun @bowo_allpennliebe). Jurnal Komunikasi, 9(2), 176–185. https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jkom/article/view/4319

Novi Rahmawati

Novi Rahmawati (NIM 6411421002), Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha 6 + 2 =