PEMANFAATAN MEDIA INTERNET PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Pembelajaran ialah sesuatu proses pendidikan yang dicoba secara sistematis setelah itu diwujudkan dalam proses belajar mengajar dengan tujuan buat meningkatkan kemampuan yang dipunyai oleh partisipan didik. Pembelajaran tidak cuma didapatkan oleh anak wajar saja, tetapi anak berkebutuhan khusus pula berhak mendapatkan pembelajaran. Pembelajaran Luar Biasa biasa diketahui dengan istilah Sekolah Luar Biasa, ialah sekolah yang diperuntukkan untuk anak berkebutuhan khusus supaya dapat memperoleh layanan untuk akses pembelajaran. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan anak yang memiliki kelainan/ penyimpangan dari keadaan rata- rata anak wajar baik secara raga, mental, intelektual, soisal ataupun emosional. Di dunia pembelajaran ABK diklasifikasikan jadi sebagian kelompok cocok dengan tipe kelainan anak meliputi antara lain kendala penglihatan (tunanetra), kendala kecerdasan intelektual serta menyesuaikan diri terhadap area (tunagrahita), kendala rungu (tunarungu), kendala motoric (tunadaksa), kendala emosional (tunalaras), kesusahan belajar, kendala sikap, serta kendala kesehatan.

Dalam kemajuan internet yang terus menjadi mutahir serta bermacam- macam gunanya ini,manusia di tuntut buat meningkatkan dan menggunakan teknologi untuk menyesuaikan diri dalam keberlangsungan hidupnya, itu diakibatkan karena di masa informasi ini banyaknya persaingan dalam kebutuhan data (information needs), namun disisi lain manusia terdapat yang terlahir tidak sempurna. Tidak sempurna disini yang diartikan keterbatasan panca indera dalam melaksanakan kegiatan, baik disebabkan secara lahir ataupun musibah tadinya, semacam contoh penyandang cacat, entah itu tunanetra, tunarungu serta lain- lain yang pula mempunyai keterbatasan raga.

Anak berkebutuhan khusus sangat berkebutuhan terhadap data yang ada, informasi tersebut buat memenuhi kebutuhan informasi yang mereka ingin, tetapi penyandang cacat ini hadapi keterbatasan dalam meresap informasi yang ada, sehingga diperlukan sesuatu media maupun peralatan bantu buat memudahkan para penyandang cacat buat mendapatkan informasi.

Dalam mencari informasi yang ingin dicari kebanyakan mereka pula mengakses informasi melalui internet, oleh sebab itu butuh adanya pemanfaatan media internet guna menyikapi kebutuhan informasi terpaut dengan pendidikan istimewa buat anak berkebutukan khusus, supaya anak berkebutuhan khusus dapat mengoptimalkan kemampuan individunya dalam belajar. Tidak hanya itu, mereka pula memakai media internet buat berdialog lewat media sosial. Pemanfaatan media sosial sangat menolong dalam melaksanakan komunikasi antara guru dengan murid. Guru serta sebagian murid tunarungu tiap- tiap memiliki media sosialdan bergaul di sosial media, antara lain merupakan Facebook serta Whatsapp. Di tiap- tiap sosial media, guru serta murid bergaul dimana guru menggunakan media sosial ini buat memantau aktivitas murid di sosial media. Kemudian metode yang dicoba oleh guru buat memantau muridnya di sosial media merupakan dengan memantau media sosial anak itu sendiri, contohnya bila terdapat anak yang belum tidur, guru hendak menegur, setelah itu guru merazia smartphone murid serta metode yang lain merupakan guru memperoleh data dari sahabat murid tunarungu yang lain tentang apa yang di posting oleh temannya di media sosial, tetapi dengan perjanjian tidak boleh mengatakan sumber informan.

Jadi, Kebutuhan informasi siswa berkebutuhan khusus pada umumnya sama dengan kebutuhan siswa lainnya. Terbukti dengan informasi yang dibutuhkannya adalah kebutuhan akan informasi umum (peristiwa terkini), informasi terkait dengan materi pelajaran di sekolah, kehidupan sosial, mobilitas dan informasi yang sesuai dengan hobi mereka.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.