Teknologi Hologram

Hologram adalah produk dari teknologi holografi. Hologram terbentuk dari perpaduan dua sinar cahaya yang koheren dan dalam bentuk mikroskopik.Hologram bertindak sebagai gudang informasi optik. Informasi-informasi optik itu kemudian akan membentuk suatu gambar, pemandangan, atau adegan.Hologram merupakan jelmaan dari gudang informasi (information storage) yang mutakhir. Kelebihan hologram ialah ia mampu menyimpan informasi, yang di dalamnya memuat objek-objek 3 dimensi (3D). Tidak hanya objek-objek yang biasa terdapat di photo atau gambar pada umumnya. Hal itu disebabkan prinsip kerja hologram tidak sesederhana lensa fotografi. Hologram menggunakan prinsip-prinsip difraksi dan interferensi, yang merupakan bagian dari fenomena gelombang.

Karakteristik hologram, hologram memiliki karakteristik yang unik. Beberapa diantaranya yaitu: Cahaya, yang sampai ke mata pengamat, yang berasal dari gambar yang direkonstruksi dari sebuah hologram adalah sama dengan yang apabila berasal dari objek aslinya. Seseorang, dalam melihat gambar hologram, dapat melihat kedalaman, paralaks, dan berbagai perspektif berbeda seperti yang ada pada skema pemandangan yang sebenarnya.Hologram dari suatu objek yang tersebar dapat direkonstruksi dari bagian kecil hologram.jika sebuah hologram pecah berkeping-keping, masing-masing bagian dapat digunakan untuk mereproduksi lagi keseluruhan gambar. Walau bagaimanapun, penyusutan dari ukuran hologram, dapat menyebabkan penurunan perspektif dari gambar, resolusi, dan tingkat kecerahan dari gambar.

Dari sebuah hologram dapat direkonstruksi dua jenis gambar, biasanya gambar nyata (pseudoscopic) dan gambar maya (orthoscopic) Sebuah hologram tabung dapat memberikan pandangan 360 derajat dari objek Lebih dari satu gambar independen yang dapat disimpan dalam satu pelat fotografi yang sama yang dapat dilihat dari satu per satu dalam satu kesempatan.

Jika kita kaji sisi historisnya, hologram nyatanya bukanlah teknologi yang baru. Pengembangan dari hologram dimulai pada 1962 ketika Yuri Denisyuk dari Uni Soviet serta Emmett Leith dan Juris Upatnieks dari University of Michigan mengembangkan teknologi laser yang dapat merekam objek 3D. Pada saat itu, emulsi fotografi perak halida digunakan sebagai media perekam meskipun belum menghasilkan objek yang jelas. Namun berbagai metode baru yang melibatkan konversi transmisi dengan indeks bias memungkinkan hologram ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Lebih lanjut, sadar atau tidak, kita sebenarnya sudah akrab dengan berbagai aplikasi teknologi hologram di kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah uang kertas, kartu kredit, CD, DVD, dan sebagainya. Penggunaan hologram membuat uang kertas menjadi sulit untuk dipalsukan. Hanya saja, penggunaan hologram pada contoh-contoh di atas tentulah tidak begitu istimewa–terlebih jika dibandingkan dengan apa yang film fiksi ilmiah suguhkan pada kita. Di samping semua itu tadi, beberapa tahun belakangan hologram 3D sudah mulai banyak digunakan dan dikembangkan. Pengembangan ini tentu lebih mutakhir dari sebatas hologram pada uang kertas.

Teknologi hologram 3D juga sudah cukup lumrah digunakan oleh tokoh politik di berbagai negara di dunia. Beberapa di antaranya adalah perdana menteri India, Narendra Modi, dan presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan. Bahkan, presiden Joko Widodo juga pernah menggunakan hologram dalam kampanye pemilihan presiden lalu. Ke depan, teknologi hologram juga bisa dinikmati oleh masyarakat publik. Dikutip dari Republika, teknologi hologram diprediksi dapat menjadi pengganti fitur panggilan video. Hologram 3D dapat menampilkan proyeksi seseorang seukuran aslinya dalam resolusi 4K. Tidak hanya itu, ia dapat berbicara, melihat serta mendengar orang-orang yang berinteraksi dengannya secara langsung.

Selain itu, hologram juga dapat digunakan untuk menciptakan perangkat penyimpanan mutakhir. Sebagaimana yang kita tahu, semakin hari berlalu, ukuran data digital semakin membengkak. Data-data itu dapat berupa foto, video, dan dokumen yang total ukurannya ratusan gigabyte. Jumlah itu bisa jadi akan semakin besar di masa yang akan datang sehingga membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih baik juga. Teknologi hologram memiliki potensi untuk penyimpanan data atau informasi dalam jumlah yang tidak terkira. Tidak hanya soal kapasitas, ia juga menawarkan keamanan jangka panjang. Konon, media penyimpanan hologram yang rusak dapat direkonstruksi sehingga datanya bisa diselamatkan.

Terakhir, holografi juga dapat merevolusi bidang kesehatan, tepatnya sebagai alat untuk memvisualisasikan data pasien ketika melatih mahasiswa dan dalam proses bedah. Hal ini dapat dicapai dengan teknologi seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI). Informasi elektronik dapat menghasilkan gambar holografik 3D dengan teknologi-teknologi terkait.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha 43 − 38 =