Menelisik Langkah Cerdas Guna Menangkal Berita Hoax

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, media sosial atau yang sering disebut sebagai medsos menjadi platform digital yang sangat polpuler. Di Indonesia media sosial memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Medsos menjadi media untuk bersosialisasi secara online tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Medsos bisa memberikan banyak manfaat bila digunakan dengan baik dan bijak. Tetapi dapat menyebabkan kerugian apabila disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Salah satu penyebab kerugian tersebut adalah penyalahgunaan medsos untuk menyebarkan berita hoax.

Apa itu berita hoax? Berita hoax adalah artikel berita yang isinya sengaja dipalsukan untuk menyesatkan pembaca. Berita hoax mengandung informasi yang tidak benar, namun dibuat seolah-olah informasi tersebut benar adanya. Kebenaran dari berita hoax tidak dapat dipertanggungjawabkan termasuk pembuatnya sendiri. Berita hoax dibuat sedemikian rupa supaya menarik minat orang-orang untuk membaca dan mempercayainya. Jika banyak orang yang percaya, berita hoax dapat menjadi lebih populer sehingga berita yang asli tertutupi keberadaannya dan informasi asli tidak akan tersampaikan pada masyarakat.

Penyebaran berita hoax merupakan salah satu bentuk perbuatan melawan hukum sebagai bagian dari dampak buruk perkembangan teknologi informasi. Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami permasalahan tersebut. Terbukti dengan masih maraknya penyebaran berita hoax hingga saat ini, meskipun telah ada peraturan yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Peraturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 28 ayat (1), yang berbunyi: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik.” Terdapat ancaman pidana bagi pelaku penyebaran berita hoax yang diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU ITE yaitu berupa hukuman penjara selama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Dalam beberapa kasus, penyebaran berita hoax di media sosial dilakukan bukan tanpa alasan. Ada kepentingan yang melatarbelakanginya, seperti politik, ekonomi, ideologi, iseng dan opini pribadai. Ada beberapa alasan yang menyebabkan berita hoax cepat menyebar di media sosial, diantaranya yaitu usaha untuk membuat sensasi di media sosial, usaha untuk mendapatkan uang dengan bekerja sama dengan oknum yang memiliki kepentingan, usaha untuk menyudutkan pihak-pihak tertentu atau black campaign, sebagai usaha untuk mengadu domba, kegiatan yang sengaja dilakukan untuk menimbulkan keresahan, atau hanya ikut-ikutan karna kesenangan semata.

Ada beberapa alasan yang membuat banyak orang masih sering mempercayai berita hoax dan ikut serta untuk menyebarkannya, yaitu:

  1. Kurangnya minat membaca
  2. Mudah percaya terhadap setiap isu yang berkembang
  3. Informasi yang didapat berasal dari orang terpercaya
  4. Ingin terlihat updet

Kurangnya minat membaca menjadi faktor utama berita hoax masih eksis hingga saat ini. Indonesia menjadi salah satu negara dengan minat baca masyarakat yang sangat rendah dibandingkan negara lain. Akibat minat baca yang rendah, seseorang akan dengan mudah mempercayai setiap informasi yang ada di media tanpa  memilah dan membuktikan kebenarannnya. Hanya dengan membaca judul tanpa membaca isi berita secara keseluruhan bisa membuat seseorang mempercayai informasi yang ditemukannya. Seringkali masyarakat malas membaca berita dengan narasi yang terlalu panjang, sehingga si pembuat berita terpaksa untuk meperpendek paragraf. Hal itu dapat menyebabkan berita tidak lengkap dan tidak semua infromasi penting dapat tersampaikan kepada para pembaca. Orang yang mudah percaya dan terpengaruh dengan suatu berita tanpa ada keinginan untuk membuktikan kebenaran informasinya akan langsug menyebarkan informasi tersebut kepada orang lain, sehingga informasi tersebut menjadi viral dan lebih banyak orang yang percaya dan terpengaruh. Jika berita hoax sudah menyebar artinya tujuan si pembuat sudah tercapai. Semakin banyak orang yang menyebarkannya maka orang-orang akan semakin yakin bahwa berita tersebut benar.

Menangkal Berita Hoax

Berita hoax akan terus bertambah dan menyebar ke seluruh elemen masyarakat jika tidak segera dilakukan sebuah tindakan pencegahan. Pencegahan ini merupakan perang untuk melawan penyebaran berita hoax yang sangat meresahkan. Selain pemeritah, masyarakat juga harus berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Berikut ini adalah beberapa langkah cerdas yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk menangkal berita hoax:

  1. Jangan langsung terpengaruh oleh judul berita yang provokatif
  2. Selalu mengkritisi apapun informasi yang diperoleh
  3. Mengutamakan logika dan menyikapi berita dengan bijaksana
  4. Melakukan konfirmasi kepada lembaga yang bersangkutan untuk memerikasa fakta
  5. Saring sebelum sharing
  6. Jangan langsung percaya dengan video atau gambar yang diperoleh dari internet
  7. Melaporkan kepada pihak yang berwenang jika menemui berita yang mengandung hoax

Source references:

Firmansyah, R. (2017). Web klarifikasi berita untuk meminimalisir penyebaran berita hoax. Jurnal Informatika4(2).

Marwan, M. R., & Ahyad, A. (2016). Analisis penyebaran berita hoax di Indonesia. Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma5(1), 1-16.

Widodo, W., Budoyo, S., Pratama, T. G. W., & Soeprijanto, T. (2019). Hoax di Indonesia: Suatu Kajian. Jurnal Meta-Yuridis2(2).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.