Penggunaan Load Balancer untuk Akses Beberapa Server Melalui Digital Ocean

LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

Kelompok 10

  1. Gideon Ramot Aprilliano P 4612421015
  2. Rijal Azhar Dwi Ardani 4612421023
  3. Baharudin Bariq Aziz 4612421030
  4. Ichrima Aura Q T 4612421043

Kita semua mengenal marketplace seperti Tokopedia, Lazada, dan Shopee yang melayani ratusan sampai ribuan pelanggan setiap saat. Meski begitu, website tersebut jarang mengalami gangguan atau server down, salah satu jawabannya adalah penggunaan load balancer.

Load Balancing Server atau juga disebut Load Balancer mampu menstabilkan dan menghindari gangguan pada server ketika down, bahkan dengan lonjakan traffic kunjungan padat. Singkatnya, load balancing adalah metode pembagian traffic ke beberapa server yang berbeda untuk mencegah overloading dan server yang lambat. Server website yang kelebihan beban, akan berdampak pada laman yang menjadi lambat untuk diakses. Load balancer juga mendistribusikan beban kerja secara merata di dua atau lebih komputer, link jaringan, CPU, hard drive, atau sumber daya lainnya, untuk mendapatkan pemanfaatan sumber daya yang optimal.

Prinsip sederhana dari load balancing adalah : 

  • Pemerataan distribusi permintaan klien secara efisien agar menjadi lebih tanggap dan stabil ketika diakses oleh pengguna.
  • Mengirim dan memastikan permintaan hanya ke server yang sedang online.
  • Memberikan fleksibilitas untuk menambah atau mengurangi server sesuai permintaan.

Di masa sekarang, load balancer sudah menjadi kebutuhan karena aplikasi – aplikasi berubah lebih kompleks, permintaan user bertambah, dan volume traffic meningkat. Load balancer juga dapat membuat perusahaan membangun jaringan fleksibel yang bisa memenuhi tantangan-tantangan baru tanpa khawatir soal keamanan, layanan, hingga performa.

Keberadaan Load Balancer seperti polisi lalu lintas yang mencegah terjadinya kemacetan serta memastikan arus jaringan tetap lancar serta menciptakan rasa aman. Secara singkat, berikut cara kerja load balancer pada server :

  1. Pengguna (user) meminta akses masuk server website/aplikasi.
  2. Load balancer menerima dan mendistribusikan traffic ke beberapa server.
  3. Jika terjadi down pada satu server, perangkat secara otomatis akan dialihkan menuju server lain yang tersedia

Dengan melihat cara kerjanya, load balancer menjadi metode atau sistem terbaik saat ini dalam menangani banyaknya permintaan akses agar berjalan dengan semestinya tanpa mengganggu mobilitas user. Adapun beberapa hal yang perlu dipahami kembali dari pentingnya penggunaan Load Balancer untuk website/aplikasi, diantaranya :

  1. Waktu Respon, merupakan manfaat terbesar untuk meningkatkan kecepatan akses website saat dibuka. Dengan dua atau lebih server yang saling berbagi beban lalu lintas web, masing-masing akan berjalan lebih cepat karena beban tidak berada pada 1 server saja.
  2. Load Balancer mewarisi sedikit redudansi.   Sebagai contoh, jika website kita berjalan seimbang di 3 server dan salah satu server bermasalah, maka dua server lainnya dapat terus berjalan dan pengunjung website kita akan menyadari downtime apapun

Pada Digital Ocean, sudah disediakan fitur load balancing jadi kalian tidak perlu repot untuk menginstall sendiri karena hanya beberapa klik saja load balancing pada server anda akan bekerja. Berikut ini adalah cara membuat load balancing pada digital ocean. Sebelumnya kalian harus mempunyai server yang juga ada di digital ocean, jadi kalian hanya tinggal membuat load balancing.

  1. Langkah pertama, kita perlu membuat akun DigitalOcean terlebih dahulu dengan mengunjungi alamat https://www.digitalocean.com/.
  1. Setelah selesai melakukan proses pendaftaran akun, kita dapat langsung membuat VPS dengan cara mengeklik menu “Create” dan pilih “Droplets”.
  1. Langkah berikutnya, kita akan memilih sistem operasi server yang ingin digunakan. Di sini kami memilih menggunakan Ubuntu 20.04 (LTS) x64.
  1. Selanjutnya, pilih spesifikasi Droplet sesuai dengan kebutuhan. Pada praktikum kali ini, kami memilih spesifikasi paling minimum.
  1. Kemudian, pilih lokasi server. Di sini kami memilih Singapura sebagai lokasi server karena lokasi Singapura merupakan yang paling dekat dengan Indonesia.
  1. Berikutnya, di bagian autentikasi, kita bisa menggunakan password. Buatlah password sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.
  1. Langkah berikutnya, tentukan berapa banyak droplet yang ingin dibuat. Untuk membuat sebuah load balancer, kita membutuhkan dua atau lebih droplet. Dalam praktikum kali ini, kami akan membuat dua droplet. Lalu klik “Create  Droplet”.
  1. Kemudian, langkah selanjutnya adalah membuat load balancer. Caranya yaitu dengan  mengeklik menu “Create” dan pilih “Load Balancers”
  1. Langkah berikutnya, pilihlah paket Load Balancer dan lokasi datacenter Web Server yang ingin digunakan. Di sini kami memilih Singapura sebagai lokasi datacenter sesuai dengan lokasi server yang dipilih sebelumnya.
  1. Langkah berikutnya, dua droplet yang telah kita buat sebelumnya akan kita hubungkan menggunakan load balancer. Caranya adalah dengan mencari nama kedua droplet yang ingin kita hubungkan tersebut.
  1. Langkah terakhir, kita beri nama load balancer yang akan kita buat, lalu klik “Create Load Balancer” untuk membuatnya.

Hasil Pengujian

Berikut ini adalah tampilan load balancer yang telah berhasil.

Terlihat bahwa load balancer yang telah dibuat memiliki status healthy yang ditandai dengan warna hijau. Hal ini berarti load balancer tersebut sudah berfungsi dengan baik. Untuk membuktikannya, kita akan mengakses kedua server yang telah dihubungkan, melalui alamat IP dari load balancer tersebut. 

Berikut ini langkah – langkah pengujian pengaksesan web server melalui load balancer :

  1. Pertama, kita copy alamat IP dari load balancer, kemudian kita lakukan pencarian di web browser. Hasilnya terlihat bahwa web browser akan menampilkan server 1.
  1. Kemudian, untuk menampilkan server 2 kita bisa me-reload web browser. Hasilnya secara otomatis web browser akan menampilkan server 2. 

Berikut adalah dokumentasi praktikum : https://youtu.be/A2QNdmCoOBI

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha + 48 = 58