Konfigurasi Router dan Switch Untuk Mengakses Internet dengan Konsep Subnetting

Oleh Kelompok 4 Mata Kuliah Jaringan Komputer

Sebagai manusia yang hidup di zaman modern tentunya sudah tidak bisa lepas dari penggunaan internet. Pada saat ini, internet sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam menunjang manusia modern untuk berkomunikasi dan mengakses informasi secara global. Internet digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari manusia. Mulai dari pekerjaan rumah, perkantoran, pendidikan, dan kegiatan lainnya.

Pada umumnya, internet yang sering kita gunakan terhubung secara wireless dari pemancar sinyal operator ke perangkat kita. Namun terdapat beberapa orang atau lembaga yang menyediakan akses internet melalui kabel yang terhubung ke router. Hal ini biasanya dilakukan untuk menunjang akses internet yang lebih cepat dan lebih stabil ke perangkat komputer yang terhubung. Perangkat komputer yang terhubung akses internet melalui kabel biasanya ada dalam jumlah banyak, karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas pekerjaan.

Dalam penerapan tersebut, satu atau dua buah router tentunya tidak mampu menghubungkan akses internet ke banyak perangkat sekaligus dan memungkinkan akan terjadinya masalah jaringan yang tidak stabil. Maka dari itu, perlu adanya switch untuk bisa mengalirkan akses internet dan mengatur jumlah internet yang masuk ke setiap perangkat yang digunakan dengan membagi jaringan yang diterima dari router ke sejumlah switch yang ada. Konsep pembagian jaringan ini disebut juga dengan konsep Subnetting.

Pada artikel ini, akan dibahas hal-hal terkait konsep subnetting dan bagaimana cara mengkonfigurasi jaringan pada router dan switch dengan konsep subnetting. Sebelum memasuki tutroial (langkah-langkah) untuk mengkonfigurasi jaringan, mari kita bahas pengertian yang berkaitan dengan konsep subnetting terlebih dahulu. Simak penjelasannya di bawah ini!

  • Konfigurasi Jaringan

Konfigurasi jaringan adalah suatu proses pembuatan pengaturan sebuah jaringan yang mengacu pada hardware (perangkat keras) spesifik dan software (perangkat lunak) secara terperinci dalam suatu perangkat yang terpasang atau terhubung satu sama lain. Konfigurasi jaringan menggambarkan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan membangun dan mempertahankan jaringan data. Dalam sebuah jaringan, konfigurasi dianggap sebagai topologi jaringan, yaitu suatu tata letak yang menggambarkan struktur fisik dan logis dari suatu jaringan dan berfungsi untuk memetakan berbagai node pada jaringan (termasuk saklar dan router) ditempatkan dan saling berhubungan, serta bagaimana data tersebut mengalir. Konfigurasi jaringan mencakup isu-isu yang berkaitan dengan memungkinkan protokol dari perspektif perangkat lunak, dan isu-isu yang berkaitan dengan router, switch, dan firewall dari perspektif hardware. 

  • Konsep Subnetting

Pada awalnya, subnet dirancang untuk mengatasi kekurangan alamat IP melalui internet. Teknik ini dapat memecah network besar dan sulit menjadi network kecil-kecil dengan nama baru yang lebih mudah diatur. Subnetting tidak bisa asal digunakan, subnetting hanya cocok untuk dilakukan pada IP address kelas tertentu. Pengertian subnetting sendiri adalah strategi yang digunakan untuk memisahkan satu jaringan fisik menjadi lebih dari satu sub-jaringan logis yang lebih kecil (subnet).

Alamat IP mencakup segmen jaringan dan segmen host. Sama seperti IP address, subnet mask terdiri dari empat byte (32 bit) dan ditulis dalam notasi yang sama dengan IP address, biasanya adalah 255.255.255.0. Agar TCP/IP dapat berfungsi, anda membutuhkan subnet mask. Subnet mask melengkapi IP Address dengan menerapkannya ke IP Address dan menentukan subnet milik IP. IP address memiliki dua komponen, yaitu network address dan host address. Subnetting selanjutnya membagi bagian host dari IP Address menjadi subnet dan host address (jika subnetwork tambahan diperlukan). Akibatnya, hal ini mengubah IP address menjadi network address dan host address.

Salah satu fungsi subnetting adalah untuk membantu meningkatkan kinerja dan keamanan jaringan. Meskipun subnetting mengambil beberapa perencanaan dan dapat memakan waktu, hal itu sepadan dengan hasilnya. Berikut adalah beberapa manfaat dan fungsi dari subnetting:

  1. Mengefisienkan Alamat IP
  2. Mengurangi Traffic Jaringan
  3. Meningkatkan keamanan jaringan
  4. Mengoptimalkan kinerja dan kecepatan jaringan
  • Pengertian Router

Secara mendasar, router memiliki data tabel lokasi dari alamat IP yang dapat berkomunikasi dengan router lain untuk mencari jalur terbaik agar sebuah paket internet dapat mencapai tujuan kecepatan jaringan tertentu.

Secara umum, router dapat didefinisikan sebagai perangkat jaringan internet fisik atau virtual yang dirancang untuk menerima, menganalisis, dan meneruskan paket data antar jaringan komputer. Router melakukan aktivitas ini dengan memeriksa alamat IP tujuan dari paket data internet yang diberikan dengan menggunakan tabel header dan lantas pengalihan dilakukan untuk transfer paket internet kepada perangkat-perangkat yang tersedia.

Seperti yang telah disebut di atas, router secara umum berfungsi untuk mengelola lalu lintas jaringan dan membagikan koneksi internet ke beberapa perangkat lain. Router juga berfungsi untuk menganalisis atau mengubah apa pun dengan melakukan transfer data. Analisis yang dilakukan router akan membuatnya mampu memodifikasikan data internet lalu membagikannya ke jaringan lain. Hal ini memungkinkan adanya jaringan tunggal antar beberapa perangkat.

Adapun fungsi-fungsi lain dari router adalah sebagai berikut :

  1. Menghubungkan jaringan
  2. Mentransmisikan informasi
  3. Menghubungkan jaringan ke DSL
  4. Packet filtering
  5. Peripherals and file sharing

Cara kerjanya adalah memandu dan mengarahkan jaringan data. Router melakukannya dengan menggunakan paket yang berisi berbagai jenis data seperti berkas, komunikasi, dan transmisi sederhana seperti interaksi web. 

Paket data ini memiliki beberapa lapisan atau bagian salah satunya membawa informasi pengenal seperti pengirim, tipe data, ukuran, dan alamat IP tujuan. Router membaca lapisan ini lalu memprioritaskan data dan memilih rute terbaik yang akan digunakan untuk setiap transmisi.

  • Pengertian Switch

Switch adalah suatu komponen jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa perangkat komputer agar dapat melakukan pertukaran paket, baik menerima, memproses, dan/atau meneruskan data ke perangkat yang dituju. Switch bekerja dengan lebih efisien, terarah, dan langsung pada alamat yang dituju baik dalam pertukaran data, memproses, serta mengirim data. Switch dapat mendeteksi tujuan data sehingga dapat mencegah terjadinya “tabrakan” pada saat data dikirim. 

Secara umum, fungsi switch dalam jaringan komputer adalah sebagai concentrator yang menerima dan membagikan data antar perangkat komputer. Adapun beberapa fungsi switch adalah sebagai berikut :

  1. Address Learning
  2. Menyaring/Meneruskan Data Frame
  3. Looping Avoidance

Pada dasarnya cara kerja switch mirip seperti HUB, yang membedakan keduanya adalah kemampuan switch yang lebih baik dan lebih efisien dalam pertukaran data, memproses, serta mengirim data. Pada praktiknya, switch akan menerima data dari perangkat lainnya yang terkoneksi dengannya. Lalu switch mendeteksi dan mencocokkan alamat MAC Address perangkat yang dituju dengan data tabel yang dimilikinya.

Setelah mengetahui pengertian, fungsi, dan cara kerja dari subnetting, router, dan switch, kita harus mengkonfigurasinya untuk dapat melakukan akses internet. Untuk mengetahui bagaimana caranya, simak langkah-langkah di bawah ini yaa!

  • Metode Percobaan

Kami melakukan praktikum dengan mengkonfigurasi router dan switch agar dapat mengakses internet dengan menerapkan konsep subnetting. Dalam melakukan praktikum ini, kami menggunakan beberapa alat diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Router Mikrotik (1 buah)
  2. Switch (1 buah)
  3. Aplikasi Winbox
  4. Kabel LAN (2 buah)
  5. End Device (Laptop)
  • Langkah Kerja

Adapun langkah kerja dalam praktikum ini, yaitu:

1. Buka winbox pada laptop untuk melakukan konfigurasi router mikrotik dan switch

2. Setelah winbox terbuka, muncul dashboard dari winbox. Kemudian pilih jaringan yang tersedia lalu connect kan. Setelah connect pilih menu bridge untuk membuat lokasi jaringan

3. Buat 3 bridge. Bridge 1 untuk internet, Bridge 2 untuk lan1, Bridge 3 untuk lan2

4. Selanjutnya pilih menu port, Buat 5 ether untuk menghubungkan jaringan dari router ke switch

  • Ether 1 untuk Bridge internet 
  • Ether 2 untuk Bridge lan1
  • Ether 3 untuk cadangan Bridge lan1
  • Ether 4 untuk Bridge lan2
  • Ether 5 untuk cadangan Bridge lan2

5. Kemudian pada menu bridge, Beri ip address ke masing-masing bridge dengan rincian sebagai berikut:

  • IP address 1 yaitu 103.23.103.204/27 ke Bridge internet
  • IP address 2 yaitu 192.168.1.1/24 ke Bridge lan1
  • IP address 3 yaitu 192.168.2.1/24 ke Bridge lan2

6. Selanjutnya buka menu IP, pilih DNS. Lalu masukkan IP server 1 dan 2

7. Langkah selanjutnya, buka bridge dan pilih menu NAT. Pada menu NAT digunakan untuk mensetting LAN 1 dan LAN 2 bisa nyambung ke internet

8. Langkah berikutnya buka menu new terminal untuk mengecek jaringan internetnya

9. Ketikkan command ping 8.8.8.8 dan pastikan ping berhasil

10. Ketikkan command ping google.com dan pastikan ping berhasil

11. Ketikkan command ping facebook.com dan pastikan ping berhasil

12. Langkah terakhir, lakukan pengetesan pada browser. Pastikan dapat digunakan untuk melakukan browsing

Percobaan pada 1 PC telah berhasil. Selanjutnya kita coba menggunakan 2 PC langsung.

  • Pertama, kita membuka control panel pada PC 1. Lalu cek IP yang ada pada PC 1. 
  • Kemudian cobalah untuk melakukan browsing pada PC 1.
  • Lakukan langkah yang sama seperti sebelumnya pada PC 2.

Untuk dapat memperjelas dalam memahami praktikum ini, silahkan simak video kami. Berikut adalah link praktikum yang telah kami lakukan.

Cukup sekian penjelasan dan tutorial praktikum dengan konsep subnetting dari kami, semoga dapat membantu. Sampai berjumpa di tutorial lainnya!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.