E-Commerce, Solusi di Tengah Pandemi COVID-19

Salah satu alternatif dalam peningkatan ekonomi di masa pandemi adalah bisnis atau penjualan melalui e-commerce (perdagangan elektronik). Kondisi pandemi Covid-19 yang tidak kunjung mereda memberi dampak amat besar pada sektor ekonomi di Indonesia. Pengamat Kebijakan publik dan pelaku bisnis Dr. R. Stevanus C. Handoko S.Kom., MM menyebut  ada 5 dampak besar pandemi Covid-19 ini bagi perekonomian nasional.

Dampak pertama adalah melemahnya konsumsi rumah tangga atau melemahnya daya beli masyarakat secara luas. Dampak kedua yang sangat terlihat adalah menurunnya angka Investasi diberbagai sektor usaha. Hal ini terjadi sebab ketidakpastian yang mengakibatkan banyak masyarakat ragu untuk memulai investasi. Dampak ketiga adalah pelemahan ekonomi daerah dan nasional. Penurunan penerimaan pajak, perlambatan pertumbuhan ekonomi menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dan nasional dikala pandemi ini.

Dampak keempat adalah pergeseran pola bisnis, dan penerapan bisnis model yang tidak biasa. Pembatasan akses mobilitas masyarakat untuk bertemu dalam berbagai kegiatan termasuk didalamnya kegiatan bisnis/ekonomi mengakibatkan tumbuhnya pergeseran bisnis model yang ada saat ini. Dampak kelima yang cukup signifikan adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Pandemik covid-19 mendorong semua orang untuk tidak lagi beraktivitas secara konvensional. Pembatasan pertemuan pembatasan aktivitas berkerumun menjadi pemicu perlu adanya inovasi dengan pemanfaatan teknologi.

Pemberlakuan social distancing ( pembatasan sosial ) yang mengakibatkan kegiatan ekonomi konvensional hampir berhenti. Namun dengan perkembangan teknologi saat ini yang mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi ke sistem online atau digital. Adanya kecanggihan teknologi ini kita dapat bertransaksi secara praktis, lebih efesien, cepat, fleksibel dan global. Selain itu, perkembangan bisnis telah mendorong pedagang untuk menawarkan e-commerce sebagai  penjualan online gratis kepada publik.

Kebiasaan masyarakat  berubah secara perlahan dan drastis yang hampir mengandalkan e-commerce di Indonesia  selama  pandemi COVID-19 saat ini. Selain itu, pertumbuhan bisnis e-commerce didukung oleh meningkatnya minat masyarakat untuk berbelanja  online.

Menurut situs kominfo.go.id, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan e-commerce akan tumbuh sebesar 33,2% dari tahun 2020, mencapai Rp 253 triliun hingga Rp 337 triliun pada tahun 2021. Dan memprediksi tren digitalisasi ini akan terus bertumbuh pesat. Dari situ terlihat bahwa e-commerce benar-benar berperan dalam meningkatkan perekonomian di masa pandemi COVID-19.  Pebisnis di perusahaan e-commerce juga melihat dan meyakini  peningkatan  belanja online di masa pandemi saat ini.

E-commerce juga diyakini dapat meningkatkan penjualan bagi UMKM. Para pelaku UMKM memanfaatkan layanan e-commerce untuk mendongkrak penjualan di masa pandemi ini. Beberapa platform marketplace yang biasa digunakan oleh UMKM dan sering diminta oleh masyarakat dalam berbelanja online antara lain Shoppe, Lazada, Tokopedia dan lain-lain. Selain perubahan kebiasaan berbelanja, preferensi belanja masyarakat  di e-commerce juga didukung dengan tumbuhnya promosi e-commerce. Seperti halnya Shopee yang sering mengadakan promosi setiap bulannya di tanggal kembar seperti 3.3, 4.4. Lazada juga sering mengadakan flash sale dengan harga super murah dan promosi lainnya.

Seperti dilansir kominfo.go.id, Suharso, Kepala Bappenas atau Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, mengatakan selain untuk menekan laju penularan COVID-19, juga mempercepat proses pemindaian. Salah satunya adalah memperkuat pengembangan bisnis e-commerce. Suharso menjelaskan pertumbuhan penjualan e-commerce per tahun sebesar 15,4%. Faktanya, nilai  penjualan online telah meningkat sebesar 54% dari $21 miliar pada tahun 2019 menjadi $32 miliar (atau setara dengan Rp 266,3 triliun) dan diperkirakan akan terus meningkat menjadi $83 miliar pada tahun 2025.

Seiring waktu bisnis e-commerce pasti akan semakin diminati terlebih sudah mulai banyaknya masyarakat yang lebih memilih belanja secara online. Meskipun beberapa orang menilai bisnis e-commerce relatif lebih kecil keuntungannya dibanding dengan berdagang secara ecer yang keuntungannya  lebih besar.  Untuk itu, diharapkan bisnis e-commerce yang terus meningkat di masa pandemi Covid-19 saat ini bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi bagi masyarakat.

Link Youtube : https://youtu.be/_p8mOgkTbyA

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha 37 − 36 =