Memanfaatkan Twitter sebagai Sarana Literasi

Mengutip dari Wikipedia bahwa Twitter merupakan layanan jejaring sosial dan mikroblog daring yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan berbasis teks. Twitter merupakan layanan jejaring sosial yang berbasis real-time yang di dalamnya terdapat pengguna satu dengan pengguna lainnya yang memungkinkan adanya interaksi untuk satu sama lain. Di era sekarang, para pengguna internet sudah tidak asing lagi dengan Twitter, terlebih lagi kalangan remaja-dewasa. Tercatat pada Januari 2022, pengguna Twitter mencapai 18,45 juta pengguna (per-Januari 2022). Memanfaatkan literasi dalam penggunaan Twitter sangat diperlukan di era digital ini.

Twitter merupakan sarana publik yang bisa diakses siapa saja. Pun, penyebaran dan penerimaan informasi sangat berperan penting di dalam unsur tata cara bermain Twitter. Kita harus cerdas dalam menyebarkan informasi (diikuti dengan sumber penunjang yang memadai jika ada) dan kita harus selektif dalam memilah informasi yang kita terima. Sudah sangat familiar kita jumpai dengan istilah spill dan hoax di dunia Twitter. Spill yang merupakan kata slang dari bahasa Inggris yang artinya ‘mengungkap/menumpahkan’ dan jika kita kaitkan dengan ‘menumpahkan/mengungkapkan’ sebuah gosip. Biasanya orang-orang di Twitter melakukan tradisi spill ini jika terdapat suatu kejahatan yang ingin diungkap kebenarannya. Namun, sering kali, tradisi spill ini menjadi alat peledak bagi seseorang, seseorang akan merasa dirugikan dengan tradisi spill ini. Terlebih jika info yang di spill itu bukan info yang benar. Maka dari itu, kita sebagai pengguna Twitter hendaknya menjadi pengguna yang bijak dengan melakukan selektif dan filtering terhadap informasinya yang kita terima. Tak heran jika tradisi spill tersebut dapat menyebabkan adanya informasi hoax yang artinya informasi tersebut palsu atau tidak ada benarnya. Maka dari itu, kita harus pandai-pandainya dalam menyaring informasi.

Berbicara mengenai literasi akan berbicara juga mengenai berbagai hal seperti menulis, membaca, berbicara, menghitung dan memecahkan sebuah permasalahan. Di Twitter, kita dapat juga loh, meningkatkan kemampuan literasi kita! Tak melulu mengenai kenegatifan, Twitter juga merupakan sarana media sosial yang fungsional jika kita telaah lebih dalam. Melalui Twitter, kita bisa menyalurkan bakat menulis kita.

Sudah sepatutnya warga Twitter familiar dengan yang namanya AU (Alternative Universe). Jika kita berbicara mengenai AU, maka tak akan jauh-jauh dari novel dan cerita fiksi. Betul! AU merupakan cerita fiksi yang hanya terdapat di dalam twitter yang dikemas melalui thread atau utasan dalam kicauan twitter. Biasanya nih, para K-popers -lah yang menjadi lakon penggerak dalam dunia AU. Seperti penulis pada umumnya, penulis AU juga disebut dengan author.

Bagi mereka yang ingin mengembangkan bakat menulisnya bisa dicoba kalian tuangkan dalam bentuk AU, loh! Bakat tersalurkan, pun, diri kita bisa menemukan improvement dan upgrade diri ke versi yang lebih baik.

Alasan lain mengapa Twitter dapat menjadi sarana literasi adalah twitter juga menyediakan wadah untuk belajar dan menimba ilmu. Tak jarang, banyak ditemui organisasi maupun individual yang merupakan pengguna twitter menyediakan wadah untuk menimba ilmu. Base-base edukasi seperti collegemenfess, literarybase, sbmptnfess, pun menjadi peran penting dalam dunia literasi via twitter.

Ditambah dengan adanya fitur space yang bisa dijadikan sebagai forum diskusi dan bertukar pikiran. Kita bebas untuk berpendapat dan mengeluarkan pandangan atau opini kita terhadap sesuatu tanpa adanya hambatan di ruang publik. Asalkan, dalam beropini kita harus beretika dan selalu pandai dalam menyampaikannya, maka publik pun akan senantiasa menerimanya.

Intip penjelasan dalam bentuk video:

https://youtu.be/loG5j_WCF2w

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha 60 + = 62