Bisnis modern dengan memanfaatkan teknologi melalui E-Commerce

Perkembangan perdagangan internasional tidak akan pernah terlepas dari perkembangan teknologi, hal ini dapat dibuktikan dengan lahirnya e-commerce . Apa pengertian e-commerce ? e-commerce adalah model bisnis yang memungkinkan perusahaan atau individu bisa membeli atau menjual barang melalui internet (online). Hampir semua produk, termasuk jasa, tersedia di internet dari mulai makanan, musik, buku, produk rumah tangga, tiket pesawat, investasi bisa dibeli lewat e-commerce. Itu sebabnya, kemajuan teknologi perdagangan elektronik ini dianggap sebagai disrupsi ekonomi. Sarana e-commerce sendiri sangat beragam dari mulai televisi, telepon, dan internet.Namun, selain potensi pasar yang besar, ternyata bisnis perdagangan elektronik juga memiliki keuntungan seperti tidak adanya batasan geografis, kemudahan mencari pelanggan, tidak memerlukan toko fisik, dan sebagainya.Kehadiran e-commerce sebagai salah satu metode baru dalam bisnis perdagangan atau jual beli, memang diharapkan bisa membawa banyak manfaat positif bagi pebisnis dan juga konsumen. Sehingga kedua belah pihak sama-sama tidak merasa adanya kerugian, dalam bentuk apapun. untuk mencapai tujuan sukses dengan menggunakan e-commerce  maka di butuhkan beberapa langkah-langkahnya ,seperti berikut :

Hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menyusun suatu strategi dengan berpegang pada suatu prinsip, yaitu bagaimana memudahkan konsumen dalam melakukan bisnis dengan perusahaan. Perlu diperhatikan, bahwa konsumenlah yang akan menjadi sumber pendapatan perusahaan karena merekalah yang akan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. Perusahaan harus memastikan bahwa cara berbisnis yang ditawarkan tidak merepotkan atau menyilitkan mereka, sebaliknya justru mempermudah mereka dalam mendapatkan produk atau jasa yang dibutuhkan. Lalu pada setiap proses bisnis pasti memiliki konsumen yang secara langsung maupun tidak langsung “menkonsumsi” produk atau jasa yang ditawarkan. Pada tahapan ini, adalah penting bagi perusahan untuk menentukan siapa sebenarnya konsumen langsung dari produk atau jasa yang ditawarkan .Secara umum ada 4 jenis e-commerce:

  • Business to business adalah transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan Business to consumer yakni jenis perdagangan elektronik yang melibatkan pelaku bisnis dan konsumen .
  • Consumer to consumer merupakan transaksi dilakukan antar konsumen dengan konsumen yang meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa.
  • Consumer to business adalah jenis perdagangan elektronik di mana konsumen (end-use) menyediakan produk atau layanan ke suatu perusahaan

Diatas merupakan penjelasan dari jenis e-commerce secara umum .Namun, apabila Anda ingin lebih memahami pengertian dan jenis-jenis e-commercesecara rinci pastinya akan sangat membantu dalam melakukan bisnis dengan e-commerce .

  • Business-to-Business (B2B)

Bisa dibilang bahwa B2B adalah jenis e-commerce yang paling besar karena berhubungan langsung dengan transaksi yang dilakukan antar perusahaan atau bidang usaha. Jumlah pembelian produk pada setiap transaksi B2B biasanya dalam jumlah yang besar. 

Sebagai contoh, perusahaan obat-obatan yang menawarkan dan menjual produknya pada rumah sakit swasta dengan skala besar. Jadi, secara tidak langsung konsep B2B tidak tergantung pada berapa jenis produk yang dijual, namun lebih menekankan pada kuantitas atau jumlah produk yang terjual. 

  • Business-to-Consumers (B2C)

Salah satu dari jenis-jenis e-commerce berikutnya adalah Business-to-Consumers atau yang lebih dikenal dengan sebutan B2C. Konsep seperti ini mungkin adalah tipe perdagangan yang paling sering kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari. Kenapa? Karena dengan konsep B2C, pihak produsen menawarkan dan memasarkan langsung produknya kepada para konsumen.

Konsepnya mungkin sama dengan sistem jual beli secara ecer, yang membedakan adalah proses perdagangan dan transaksinya dilakukan secara online, bukan dengan cara konvensional seperti biasanya. 

  • Consumer-to-Consumer (C2C)

Konsep C2C memungkinkan sesama konsumen bisa saling menawarkan dan menjual dagangannya kepada satu sama lain. Sistem perdagangan yang seperti ini umumnya memang membutuhkan media atau wadah yang bisa mengorganisir segala sesuatunya agar proses jual beli dan transaksi menjadi lebih mudah dilakukan. Contoh media yang dimaksud adalah website yang bisa mempertemukan pihak penjual dan pembelinya, seperti OLX atau Kaskus. 

  • Consumer-to-Business (C2B) 

C2B merupakan konsep yang berbanding terbalik dengan B2C. Di sini, yang terjadi adalah proses jual beli dan transaksi berlangsung dari pihak konsumen kepada perusahaan. Pada konsep ini, konsumen berperan sebagai pihak yang menyediakan layanan produk atau jasa untuk dipasarkan kepada perusahaan yang membutuhkan. Dalam model C2B, bisnis atau perusahaan mendapat untung dari kesediaan konsumen untuk menjual barang atau jasa kepada perusahaan, sedangkan konsumen akan mendapatkan untung dari penyediaan atau penjualan itu dengan pembayaran langsung, atau  mendapatkan produk dan layanan gratis atau dengan harga lebih rendah sebagai gantinya. 

  • Online-to-Offline (O2O)

Jenis e-commerce seperti ini biasanya menggunakan dua saluran pada layanan perdagangannya, yakni dengan online dan offline. Jaringannya ada pada sistem online, namun eksekusinya bukan hanya bisa dilakukan dengan online, melainkan bisa juga dengan offline. Contoh yang paling nyata dari konsep seperti ini adalah layanan Gojek atau Grab, yang bisa melakukan dua jenis transaksi online dan offline. O2O ditujukan untuk menarik konsumen online ke toko fisik sekaligus menciptakan pengalaman digital yang menyeluruh sebelum, saat, dan setelah transaksi dilakukan. 

  • Consumer-to-Administration (C2A)

C2A pada dasarnya hampir sama dengan konsep yang ada dalam C2B. Perbedaannya terletak pada tujuan sasaran penjualan. Bila dalam C2B, pihak konsumen menawarkan produk atau jasanya pada perusahaan, dalam C2A kegiatan tersebut ditawarkan kepada pihak pemerintah. Dalam konsep yang satu ini, biasanya cukup jarang ditemui transaksi produk, yang lebih sering terjadi adalah transaksi layanan jasa. 

  • Business-to-Public Administration (B2PA)

Pada jenis-jenis e-commerce yang satu ini, pihak produsen atau perusahaan menawarkan dan memasarkan produk dan jasanya kepada pihak pemerintah. Biasanya transaksi dan proses jual beli dilakukan dengan cara tender. 

Contoh E-commerce adalah

Dari penjelasan mengenai jenis-jenis e-commerce tadi, bisa kamu simpulkan beberapa contoh e-commerce yang mungkin juga sudah sering kamu temukan dalam dunia perdagangan bisnis. 

Contoh E-commerce B2B

  • Importir spare part mobil kepada bengkel 
  • Importir spare part mesin kepada industri tekstil dan garmen
  • Penjualan web hosting kepada web agency

Contoh E-commerce B2C

  • Jasa laundry pakaian
  • Penjualan makanan
  • Bisnis salon atau barbershop

Contoh E-commerce C2C

  • Bukalapak
  • Kaskus
  • OLX

Contoh E-commerce C2B

  • Google Adsense
  • iStock Photo

Contoh E-commerce O2O

  • Gojek
  • Grab
  • Matahari Online

Contoh E-commerce C2A

  • BPJS Kesehatan online
  • Layanan pajak online
  • Pembayaran Listrik online

Contoh E-commerce 

  • BPJS Ketenagakerjaan online
  • Layanan NPWP online

Untuk dapat menjual produk, pengguna harus memasang iklan terlebih dahulu di salah satu kategori yang diinginkan baik berupa barang atau jasa,maka dari itu berikut tutorial membuat oklan memlalui e-commerce C2C yaitu olx. Olx Tak hanya mengiklankan produk atau jasa, Olx menyediakan kategori “lowongan kerja” dan “cari pekerjaan” yang memungkinkan pengguna dapat memasang iklan lowongan kerja maupun mencari talent yang dibutuhkan. Lantas bagaimana cara memasang iklan di Olx? Berikut ini beberapa langkahnya.

  1. Masuk atau log-in ke akun Olx Anda
  2. Klik ikon “+” di menu taskbar bawah
  3. Pilih kategori yang Anda inginkan (contoh “keperluan pribadi”)
  4. Pilih sub kategori kembali (contoh “jam tangan”)
  5. Isi informasi detail mengenai barang Anda seperti tipe, kondisi baru atau bekas, judul iklan, dan deskripsi singkat
  6. Klik “Next” untuk upload foto barang yang Anda iklankan
  7. Isi harga
  8. Pilih lokasi Anda saat ini
  9. Tap “Posting Sekarang”
  10. Periksa kembali detail informasi iklan Anda (Anda dapat menyembunyikan nomor telepon saat memposting iklan)
  11. Klik “Pasang Iklan Sekarang” Selanjutnya, iklan Anda akan ditinjau ulang oleh OLX dan tunggu beberapa saat hingga berhasil. Jika berhasil, durasi iklan akan tayang selama 30 hari. Setelah 30 hari, iklan tersebut akan dinonaktifkan. Tips pasang iklan di OLX agar lebih menarik

Setelah mengetahui cara pasang iklan di Olx, agar iklan yang Anda pasang lebih menarik dan menonjol, berikut ini terdapat beberapa tips yang perlu diperhatikan

Foto yang menarik Perhatikan foto barang yang Anda iklankan. Buatlah foto sebagus mungkin dengan pencahayaan yang ideal sehingga produk akan terlihat lebih jelas dan menarik. Selain itu, lampirkan foto secara lengkap dengan berbagai posisi dari belakang, samping, depan dan lainnya sehingga pembeli akan mengetahui lebih detail barang yang Anda jual.

Tulis judul iklan yang menarik Tulis judul iklan yang menarik ringkas dan padat. (Contoh: Laptop Lenovo Tipe ABC – Jarang Digunakan)  .

Perhatikan deskripsi iklan Tulis deskripsi barang atau jasa yang Anda iklankan secara rinci sehingga pembeli akan merasa mendapatkan informasi yang lengkap dan detail.

Riset harga Sebelum memasang iklan di Olx pastikan Anda melakukan riset harga terkait barang atau jasa yang akan diiklankan sehingga dapat memasang harga dengan ideal dan berpotensi lebih banyak terjangkau oleh oleh calon pembeli.

Pastikan pembeli mudah menghubungi Anda Jika Anda melampirkan nomor telepon, pastikan nomor ponsel yang tercantum di iklan adalah benar. Namun, jika Anda tidak berkenan untuk melampirkan nomor ponsel, Anda dapat merespon pembeli melalui fitur chat dari Olx dan pastikan juga merespon cukup cepat agar pelanggan merasa terlayani dengan baik.

Itulah beberapa cara pasang iklan di Olx lengkap dengan tips agar iklan yang dipasang lebih menarik pelanggan. Semoga membantu.


You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha + 56 = 58