Pentingnya Literasi Digital bagi Generasi Muda di Era Revolusi Industri 4.0 Menuju Society 5.0

Literasi merupakan bagian perkembangan dan kebutuhan manusia dari zaman prasejarah sampai sekarang ini. Perkembangan teknologi atau digital sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa dekade terakhir, teknologi telah berkembang di dunia. Akibatnya, semua negara tidak hanya belajar menggunakan teknologi baru, tetapi juga belajar bagaimana berinteraksi satu sama lain. Hal tersebut juga mempengaruhi penggunaan internet. Penggunaan internet secara signifikan dapat mengubah gaya hidup maupun pandangan masyarakat dalam berbagai cara. Berbagai saluran tidak bisa lepas dari keberadaan internet mulai dari aspek pribadi hingga komunitas. Beberapa komunitas misalnya dari lowongan pekerjaan, seni, perpustakaan, gaya hidup, belanja, musik, olahraga, games dan lainnya, apapun itu saat ini bisa diakses melalui internet. Penggunaan internet juga mengubah tuntutan jaman dari waktu ke waktu yang berlangsung dengan cepat dan tanpa memandang apa dan siapapun.

Perubahan yang terjadi secara cepat yang disebut revolusi yang menimbulkan perubahan terhadap masyarakat. Fase periode revolusi industri membutuhkan masa yang semakin singkat dari waktu ke waktu. Revolusi industri 1.0 yang ditandai dengan terciptanya mesin uap yang mendorong munculnya kapal uap, kereta api, dan sebagainya. Kemudian, Revolusi Industri 2.0 yang ditandai dengan penemuan listrik dan assembly line yang meningkatkan produksi barang sehingga dapat mengubah kehidupan masyarakat lebih baik dan proses produksi lebih ekonomis. Selanjutnya, Revolusi Industri 3.0 yaitu adanya inovasi teknologi informasi, komersialisasi, personal computer, dan sebagainya. Setelah itu, Revolusi Industri 4.0 yaitu kegiatan manufaktur terintegrasi melalui penggunaan teknologi wireless dan big data secara masif sehingga dapat mengubah kehidupan lebih cepat dari pemikiran manusia.

Munculnya Industri 4.0 sebagai era baru yang ditandai dengan digitalisasi, transparansi informasi, konektivitas dan otomatisasi, yang diikuti dengan gagasan Society 5.0 sebagai masa depan masyarakat modern yang akan menghadirkan tantangan baru. Revolusi Industri 4.0 merupakan revolusi digital yang dicirikan oleh perpaduan teknologi yang menggabungkan teknologi cyber dengan teknologi otomatisasi. Integrasi antara dunia online dengan dunia industri untuk meningkatkan efisiensi nilai proses industri. Revolusi digital yang menjembantani manusia dengan dunia cyber. Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan kemunculan supercomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, cloud computing, sistem big data, rekayasa genetika dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Teknologi 4.0 ditandai dengan adanya Internet Of Things, media sosial, alat telekomunikasi (handphone), dan aplikasi (software).

Society 5.0 dapat didefinisikan sebagai komunitas cerdas dimana dunia fisik dan dunia maya sangat terintegrasi. Society 5.0 menitikberatkan pada humanisme dengan mengutamakan pengembangan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki tujuan utama yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat yang berkualitas dengan pemanfaatan potensi yang dihasilkan pada era Industri 4.0. Karakteristik Society 5.0  yaitu sebagai berikut:

  1. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang lengkap.
  2. Berpusat pada masyarakat.
  3. Partisipasi masyarakat.
  4. Memiliki nilai umum : berlanjutan, inklusif, efektif, dan kekuatan intelijen.
  5. Berkembangnya disrupsi ekonomi.

Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 berkembang pesat saat ini terhadap kehidupan manusia di seluruh dunia. Perkembangan teknologi internet yang semakin masif tidak hanya menghubungkan jutaan manusia di seluruh dunia tetapi juga telah menjadi basis bagi transaksi perdagangan dan transportasi secara online. Perubahan yang dibawa oleh perkembangan Industri 4.0 dan Society 5.0 akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia. Gaya hidup saat ini semakin mengedepankan kepraktisan dan efisiensi. Dalam hal pemenuhan kebutuhan sehari-hari, Industri 4.0 dan Society 5.0 mendorong munculnya berbagai jenis konsumen layanan baru, misalnya transportasi online, aplikasi pengiriman makanan, e-commerce, dan sebagainya. Dilihat dari jenis pekerjaan, saat ini ada beberapa jenis pekerjaan baru yang muncul seperti youtuber, vlogger, copywriter, dan sebagainya.

Oleh karena itu, literasi digital ini sangat penting bagi kehidupan sehari-hari agar generasi muda, khususnya para pelajar dan mahasiswa paham dan mengerti mana informasi yang harus diterima dan yang harus dicari kembali sumber kebenarannya. Sebab, semakin canggihnya teknologi dan informasi semakin banyak pula oknum yang tidak bertanggung jawab dengan informasi yang mereka posting. Dengan adanya pemahaman dan penerapan literasi digital akan membuat generasi muda dapat berpartisipasi di era dunia modern sekarang ini. Literasi digital akan menciptakan sebuah tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis dan kreatif. Sehingga, mereka tidak akan mudah tertipu seperti menjadi korban informasi hoaks.

Literasi digital memiliki dampak positif bagi generasi muda untuk mempermudah mencari data dan informasi dari berbagai media serta bisa untuk membantu proses pembelajaran yaitu untuk membedakan sumber-sumber belajar yang benar. Tetapi, literasi digital juga memiliki dampak negatif diantaranya, penyebaran berita bohong (hoaks) sehingga dapat mengakibatkan kegaduhan, kesalahpahaman, kecemasan, kebencian, dan permusuhan serta radikalisme berbasis digital. Bahkan, di era digital seperti sekarang ini masih banyak orang yang beranggapan bahwa membaca buku hanya menghabiskan dan membuang banyak waktu serta cenderung membosankan. Sehingga, banyak dari mereka berfikir lebih baik melakukan sesuatu yang lain selain membaca buku, padahal dengan membaca kita dapat menambah wawasan jadi lebih luas. Oleh karena itu, masyarakat dituntut harus paham akan literasi digital khususnya di era modern 4.0 ini. Pada era digital ini sangat penting bagi generasi muda untuk memberikan inovasi agar masyarakat memiliki keinginan membaca pada era teknologi seperti saat ini. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial untuk menulis dan membagikan hal-hal positif yang bermanfaat dan menjadikan media sosial sebagai informasi yang akurat serta meningkatkan minat baca dan daya berfikir kritis. Perlu diingatkan juga bahwa, kemampuan literasi yang dilakukan oleh semua pihak akan berdampak baik untuk masyarakat dan bangsa Indonesia.

Nama : Virga Irfiani

NIM : 4101420075

Mata Kuliah : Literasi Digital dan Kemanusiaan

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha 20 − 14 =