Media Sosial Menimbulkan Gangguan Mental?

Media sosial adalah sistem online yang menyuguhkan pengguna untuk mengekspresikan diri, berkolaborasi, berbagi, berbicara dengan pengguna lain, dan mengembangkan hubungan sosial secara digital. Media online secara keseluruhan mengacu pada kategori atau format materi yang dapat diakses melalui jaringan
internet dan mencakup teks, gambar, audio, serta video. Komunikasi online dapat dilihat sebagai media online. Media online pada umumnya meliputi email, BBM, Twitter, Facebook, WhatsApp, dan media sosial lainnya. Ketika datang ke komunikasi massa, ada juga media online dengan media khusus. Istilah “media” dapat digunakan untuk merujuk secara khusus kepada media cetak atau jurnalisme online. Portal, radio online, dan televisi online secara tegas dimasukkan ke dalam media online dengan cara ini. Jika seseorang menghabiskan banyak waktu di media sosial dan perasaan sedih, tidak puas, frustrasi, atau kesepian hal ini dapat memengaruhi hidup seseorang. Terdapat studi penelitian mencatat hubungan antara penggunaan media sosial dan hasil yang tidak diinginkan yang dapat meningkatkan kejadian kecemasan, stres, depresi, masalah insekuritas, dan kesepian pada remaja dan dewasa muda.

Meskipun interaksi virtual di media sosial tidak memiliki banyak manfaat psikologis yang sama seperti berkontaklangsung. Media sosial memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dan tetap up to date dengan keluarga dan teman di seluruh dunia, menemukan teman dan komunitas baru, menemukan komunitas
dengan minat yang sama, meningkatkan kesadaran tentang isu-isu penting. Disisi lain, Media sosial dapat memunculkan pengalaman negatif seperti: Ketidakcukupan tentang hidup atau penampilan seseorang. Meskipun seseorang tahu bahwa gambar yang seseorang lihat di media sosial telah diedit, gambar tersebut tetap dapat
membuat seseorang merasa tidak aman tentang penampilan mereka dankita pun tahu bahwa orang lain cenderung hanya membagikan hal-hal bagus dalam hidup mereka, dan jarang berbagi hal-hal buruk. Tapi itu tidak mengurangi perasaan iri dan ketidakpuasan saat Seseorang melihat-lihat foto liburan pantai atau kenaikan
jabatan baru mereka di tempat kerja.

Daftar Pustaka:
Faculty of Ushuluddin, D. I. G. C. (2021). Penggunaan Media Sosial dalam Kesehatan
Mental Remaja. Prophetic: Professional, Empathy and Islamic Counseling Journal.
https://doi.org/-
Link Youtube:
https://youtu.be/N7ryh4TsHco

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha 49 − = 41