PERAN LITERASI DIGITAL DALAM MEMBENTUK MASYARAKAT YANG LEBIH SADAR DAN BERTANGGUNG JAWAB

Abstrak

Literasi digital, sebagai fondasi utama dalam memahami dan mengelola teknologi, informasi, dan komunikasi, menjadi kunci penting di era digital. Fokus pada literasi digital di sekolah, keluarga, dan masyarakat membuktikan peningkatan signifikan dalam keterampilan siswa, anak-anak, dan masyarakat umum. Peran guru, kepala sekolah, dan orang tua memiliki dampak besar dalam pembentukan literasi digital. Di dunia pendidikan, integrasi literasi digital meningkatkan tingkat kelulusan, sementara dalam pandemi COVID-19, literasi digital menjadi krusial untuk adaptasi pembelajaran jarak jauh. Gerakan literasi digital juga memiliki implikasi ekonomi yang positif. Kesimpulannya, literasi digital bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan masyarakat yang etis, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap teknologi digital.

Pendahuluan

Di tengah gejolak era digital, kehadiran literasi digital menjadi sangat penting, seiring UNESCO menekankan bahwa literasi ini bukan sekadar keterampilan teknis semata, melainkan fondasi utama dalam memahami dan mengelola teknologi, informasi, dan komunikasi. Kerangka kerja literasi digital yang dikemukakan oleh Mayes dan Fowler (2006) mengenali tiga tingkatan penting, yakni kompetensi digital, penggunaan digital, dan transformasi digital. Hal ini menandakan bahwa literasi TIK (ICT Literacy) tidak hanya relevan pada tingkat individual, tetapi juga mencerminkan perkembangan budaya dan pelayanan publik yang kian mengadopsi teknologi digital. Dalam konteks ini, literasi digital menjadi landasan untuk memahami, berinteraksi, dan berpartisipasi dalam masyarakat yang semakin terkoneksi. Kemampuan untuk mengelola informasi, memilah-milah konten digital, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi merupakan elemen-elemen kunci dari literasi digital. Seiring perkembangan ini, literasi digital menjadi lebih dari sekadar keterampilan teknis, melainkan suatu bentuk kecerdasan dalam menggunakan teknologi secara efektif dan etis (Ginting et al., 2021).

Pembahasan

a. Literasi Digital di Sekolah

Gerakan literasi digital di sekolah perlu lebih dari sekadar integrasi dalam kurikulum; pendekatan ini juga harus didukung oleh penyediaan infrastruktur, termasuk komputer dan akses internet yang memadai. Data menunjukkan bahwa sekolah-sekolah dengan fasilitas digital yang baik memiliki tingkat literasi digital yang lebih tinggi di antara siswanya. Peran guru dan kepala sekolah sangat krusial dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan literasi digital di kalangan siswa.

b. Literasi Digital di Keluarga

Perkembangan literasi digital di keluarga dimulai dengan peran orang tua sebagai contoh dalam menggunakan media digital. Data dari Penelitian Nasional tentang Penggunaan Media Anak Indonesia menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan di mana orang tua mereka aktif menggunakan teknologi cenderung memiliki tingkat literasi digital yang lebih tinggi.
Pentingnya pemilihan bahan bacaan, acara televisi, dan radio edukatif di rumah tidak dapat diabaikan.

c. Literasi Digital di Masyarakat

Masyarakat perlu menggunakan teknologi secara edukatif dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi. Data dari Pew Research Center menunjukkan bahwa masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam literasi digital memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menggunakan teknologi untuk kebutuhan sehari-hari. Penerapan UU ITE dan fokus pada peningkatan literasi digital melibatkan sejumlah sasaran spesifik. Studi oleh Center for International Media Ethics menunjukkan bahwa masyarakat yang terlibat dalam kegiatan literasi digital memiliki pemahaman yang lebih baik terkait etika dalam bermedia sosial.

d. LiterasiDigital di Dunia Pendidikan

Literasi digital di dunia pendidikan menawarkan keuntungan besar, tetapi pemahaman yang tepat dan penggunaan yang bijak diperlukan. Data dari National Center for Education Statistics menunjukkan bahwa lembaga pendidikan yang mengintegrasikan literasi digital dalam kurikulum memiliki tingkat kelulusan yang lebih tinggi. Mahasiswa dapat menggunakan literasi digital untuk memahami hubungan mereka dengan teknologi, memfilter informasi, dan meningkatkan kemampuan adaptasi. Penelitian oleh Journal of Educational Computing Research menemukan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam proyek literasi digital memiliki kemampuan problem-solving dan kreativitas yang lebih baik (Pratama et al., 2022).

e. Gerakan Literasi Digital pada Masa Pandemi

Dalam konteks pandemi COVID-19, gerakan literasi digital menjadi lebih penting untuk menciptakan pola pikir kreatif dan kritis dalam menghadapi situasi tersebut. Studi oleh International Journal of Educational Technology in Higher Education menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki keterampilan literasi digital dapat lebih efektif beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh. Elemen esensial literasi digital, seperti pemahaman kultural, kognitif, konstruktif, komunikatif, kepercayaan diri yang bertanggung jawab, kreativitas, kritis, dan tanggung jawab sosial, menjadi semakin relevan dalam konteks pandemi (Ahmad, 2022).

Implikasi

Gerakan literasi digital membentuk masyarakat yang sadar, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap penggunaan teknologi digital. Pendidikan literasi digital di sekolah, keluarga, dan masyarakat membuka peluang untuk partisipasi aktif dan konstruktif dalam era Society 5.0. Pentingnya literasi digital dalam menciptakan peluang ekonomi juga terbukti oleh data dari World Economic Forum, yang menunjukkan bahwa negara-negara dengan tingkat literasi digital yang tinggi memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil.

Kesimpulan

Literasi digital menjadi kunci untuk membentuk masyarakat yang sadar, kreatif, dan bertanggung jawab di era digital. Implementasi literasi digital di berbagai lapisan masyarakat melalui pendidikan dan inisiatif komunitas menjadi langkah penting dalam mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, literasi digital perlu diberdayakan sebagai bagian integral dari pembelajaran seumur hidup. Peran literasi digital dalam membentuk masyarakat yang lebih sadar dan bertanggung jawab tidak hanya merujuk pada aspek teknis, melainkan juga pada pembentukan sikap dan nilai-nilai yang mendukung penggunaan teknologi secara etis dan produktif.

Link Youtube: https://youtu.be/v6YUqIBUUwY

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 3 = 1