Penyetingan Alamat IP pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) di Jaringan LAN Menggunakan Switch dan Pembahasan Default Gateway & DNS Server

Pada zaman sekarang teknologi berkembang begitu pesatnya. Kita tak menyangka banyak bidang yang telah memanfaatkan kehadiran dari teknologi. Kita tak bisa menolak akan hadirnya teknologi yang telah berkembang pesat seperti sekarang ini. Dengan adanya teknologi tersebut, kita harus menggunakannya secara bijak.

Salah satu kemajuan teknologi adalah dalam bidang jaringan. Jaringan adalah sebuah teknologi bagaimana cara antara tempat satu dan tempat lainnya dapat terhubung. Bentuk implementasi jaringan adalah pada komputer. Jaringan komputer adalah sebuah metode bagaimana supaya komputer satu dengan komputer yang lainnya dapat terhubung. Dalam pengaturan jaringan komputer, tentulah membutuhkan perangkat yang harus dipersiapkan. Pada Artikel kali ini saya akan mempraktikkan penyetingan alamat IP pada menu Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) di Jaringan LAN menggunakan switch & membahas mengenai Default Gateway dan DNS Server.

Sebelum kita masuk pada perangkaian perangkat, terlebih dahulu kita belajar terkait menu Internet Protocol Version 4 (TCP/IPV4). Berikut ini adalah tampilan properties dari Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4).

Tampilan Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)

Pada tampilan di atas diketahui bahwa terdapat lima komponen isian. Kelima komponen tersebut adalah IP Address, Subnet Musk, Default Gateway, Preferred DNS Server, dan Alternate DNS Server. Kita akan membahas satu per satu mengenai hal di atas.

1. IP Address

IP Address merupakan sebuah alamat unik (yang harus ada) pada setiap komputer. Dalam sebuah jaringan, maka alamat komputer satu dengan komputer lainnya harus berbeda. Jika diilustrasikan lingkungan sekolah, maka IP Address diibaratkan sebagai siswanya.

2. Subnet Musk

Subnet Musk merupakan bilangan yang menentukan pembagian segmen jaringan dan jumlah host maksimum dalam suatu jaringan. Jika diilustrasikan lingkungan sekolah, maka Subnet Musk diibaratkan sebagai kapasitas jumlah tempat duduk pada suatu kelas.

3. Default Gateway

Default Gateway merupakan alamat yang digunakan untuk keluar dan masuk paket data antar jaringan. Gateway dan IP Address harus berada pada satu segmen jaringan. Jika diilustrasikan lingkungan sekolah, maka Default Gateway diibaratkan sebagai pintu ruang kelas.

4. Preferred DNS Server

Preferred DNS Server merupakan alamat yang digunakan untuk mengkonversi alamat IP ke alamat domain atau sebaliknya. Diisi apabila ingin terkoneksi pada jaringan publik atau internet. Dalam hal ini diibaratkan sebagai pusat informasi atau Humas.

5. Alternate DNS Server

Alternate DNS Server merupakan alamat yang perannya sama pada Preferred DNS Server. Perbedaannya adalah menggantikan apabila DNS server yang utama down.

Setelah kita mengetahui komponen di atas, maka sebelum masuk pada perangkaian alat. Di sini saya akan menjelaskan perbedaan antara Hub dan Switch. Sebenarnya, Hub dan Switch memiliki fungsi utama yaitu menghubungkan antara komputer satu dengan komputer lainnya. Tetapi, sebenarnya terdapat perbedaan antara hub dan switch. Pada proses transmisi data, Hub tidak bisa menentukan komputer mana yang akan dikirimkan sebuah pesan. Ketika komputer mengirimkan pesan, maka akan secara otomatis mengirimkan pesan tersebut ke semua komputer. Berbeda dengan Switch, ketika komputer mengirimkan pesan, maka dapat menentukan komputer mana yang akan dikirimkan pesan. Dengan demikian, switch lebih efektif dalam proses transmisi data.

Selanjutnya adalah proses perangkaian perangkat dan penyetingan alamat IP. Di sini kita membutuhkan Switch, Kabel UTP dan RJ45, dan dua laptop. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

  1. Kita melakukan crimping kabel UTP terlebih dahulu.
  2. Setelah itu, kita menghidupkan Switch.
  3. Setelah switch hidup, maka kita menghubungkan antara komputer atau laptop ke switch menggunakan kabel UTP.
  4. Lakukan langkah ketiga untuk laptop 2.
  5. Setelah semua perangkat tersambung, selanjutnya kita memberikan alamat IP pada laptop 1 dan laptop 2.
  6. Pada laptop 1, kita seting untuk alamat IP nya adalah 192.168.1.2. Sedangkan pada laptop 2 kita seting alamat IP nya adalah 192.168.1.3.
  7. Untuk memberikan alamat pada langkah nomor 7, kita masuk pada start telebih dahulu.
  8. Setelah itu masuk pada control panel, kemudian klik Network and Internet.
  9. Selanjutnya, masuk pada Network and Sharing center lalu pilih change adapter settings
  10. Kemudian, kita klik kanan pada Ethernet dan double klik pada Internet Protokol Version 4 (TCP/IPv4).
  11. Setelah itu, kita isikan alamat IP pada langkah 6. Begitu pula untuk laptop 2.
  12. Setelah penyetingan alamat IP, maka coba cek apakah laptop 1 dengan laptop 2 dapat terhubung.
  13. Untuk mengeceknya, kita masuk pada Command Prompt dan kita ping salah satu alamat IP pada laptop 2. Jika sukses tampilannya akan seperti berikut:
Tampilan ketika pengecekkan berhasil

Dengan demikian, laptop 1 dan laptop 2 sudah dapat terhubung.

Pembahasan mengenai Default Gateway dan DNS server. Pada hal ini saya akan memberikan contoh bagaimana cara pengisian Default Gateway dan DNS server. Jika kita belum mengetahui alamat dari Default Gateway yang akan kita gunakan, maka kita masuk terlebih daulu pada command prompt. Setelah itu, kita ketikan ipconfig, maka seketika kita akan mengetahui default Gateway dari jaringan yang akan kita gunakan. Sehingga, kita bisa mengisikannya. Dalam hal ini, kita pastikan terlebih dahulu sudah memasang kabel Ethernet pada laptop kita.

Pembahasan mengenai DNS server, di sini saya mencontohkan untuk pengisian DNS server dari Google. Untuk Preferred DNS servernya adalah 8.8.8.8. Sedangkan untuk alternate DNS servernya adalah 8.8.4.4. Tidak hanya milik Google terdapat DNS server dari yang lain. Contohnya dari Telkomsel DNS servernya adalah 02.134.0.62. Sedangkan, untuk alternatifnya adalah 222.124.18.62. Sebenarnya Ethernet atau jaringan internet yang memanfaatkan kabel dapat lebih stabil jika dibandingan dengan menggunakan WI-FI. Karena WI-FI terkendala dengan jarak. Dengan demikian, metode ini sangat cocok digunakan pada saat proses UNBK, UTBK-SBMPTN, Seleksi CPNS, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah video terkait penjelasan di atas.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha 76 + = 83