Smart Watch : Teman Hidup Sehat

Smart watch tengah menjadi tren yang tak luput dari gaya hidup kaum milenial. Meski sudah ada jam tangan, banyak orang mengandalkan smartwatch karena fiturnya yang lebih lengkap dan menarik.

Teknologi masa kini memungkinkan segala informasi berada dalam satu genggaman. Bahkan kondisi kesehatan pun bisa dipantau bermodal jam tangan pintar alias smart watch. Menggunakan Smart watch dapat membuat pengguna merasa ada personal trainer yang terus memotivasi untuk tetap aktif sepanjang hari. Bahkan, beberapa orang mengatakan bahwa menggunakan smart watch menjadi salah satu cara paling mudah dan efektif untuk membuatmu tetap sehat serta menjaga gaya hidup yang sehat.

Apa saja manfaat Smart Watch bagi kesehatan?

1. Cek denyut jantung
Smart watch biasanya dilengkapi berbagai fitur untuk memantau kondisi tubuh dalam berbagai aktivitas. Salah satu fitur yang bermanfaat untuk kesehatan adalah heart rate monitoring atau pemantauan denyut jantung.

Sebenarnya denyut jantung bisa diukur secara manual, tetapi dengan fitur smart watch ini jadi hal yang praktis dilakukan. Dalam kondisi normal tanpa aktivitas berat, denyut jantung pada orang dewasa berkisar 60-100 denyut per menit.

Pantauan rutin perlu dilakukan sebab angka di bawah 60 dan di atas 100 bisa mengindikasikan masalah kesehatan.

2. Monitor kondisi tubuh tidak hanya saat olahraga
Selama ini penggunaan smart watch diasosiasikan dengan aktivitas olahraga. Padahal dengan berbagai fiturnya, smart watch bisa memantau kondisi tubuh seharian mulai dari bangun tidur, bekerja, istirahat juga tidur di malam hari.

Tidak heran ada label smart watch yang meminta penggunanya untuk sama sekali tidak melepas jam termasuk saat mandi.

Terkait kebiasaan tidur, fitur smart watch akan berbeda tergantung label maupun tipe. Namun umumnya fitur akan meliputi, durasi tidur, kualitas tidur, fase tidur, juga faktor lingkungan (temperatur ruangan atau pencahayaan).

3. Menghindari overtraining
Denyut jantung normal memang berkisar di 60-100 denyut per menit. Namun untuk memperoleh manfaat kesehatan terutama jantung, olahraga perlu dilakukan di zona latihan (training zone).

Saat olahraga melebihi zona latihan atau overtraining, bukan manfaat yang diperoleh tapi malah bahaya.

Zona latihan dihitung 50-70 persen dari denyut jantung maksimal. Sementara denyut jantung maksimal akan berbeda tergantung usia. Sebagai contoh, usia 60 tahun dan ingin olahraga.

Zona latihan akan dihitung 220-usia atau 220-60 hasilnya denyut jantung maksimal 160 per menit.

Perhitungan zona latihan 50-70 persen denyut jantung maksimal berarti 80-112 denyut jantung per menit. Sebaiknya pantau dengan smart watch untuk mengetahui denyut jantung (heart rate) agar jangan sampai melebihi 112.

4. Mengetahui saturasi oksigen
Saat ini saturasi oksigen jadi salah satu elemen kesehatan yang begitu diperhatikan. Sebagian besar orang bahkan membeli oxymeter agar bisa memantau kondisi saturasi oksigen dalam darah.

Namun sebenarnya smart watch pun menyediakan fitur ini dan bisa dijadikan alat pengecekan awal.

5. Monitor siklus hormonal perempuan
Penggunaan smart watch pada perempuan akan membantu memantau siklus hormonal atau haid. Fitur biasanya akan memperkirakan kapan Anda akan masuk periode haid sehingga bisa mengatur aktivitas.

Sebagian perempuan kadang merasa lebih mudah lelah ketika haid tiba sehingga perlu menghindari aktivitas fisik berlebihan.

6. Dengarkan musik untuk membakar semangat
Riset dari Brunel University di London tahun lalu membuktikan bahwa musik dapat mengubah frekuensi otak yang membuat individu lebih menikmati olahraga yang dilakukannya. Tercatat terjadi kenaikan tingkat “kesenangan” yang dirasakan oleh peserta riset saat berolahraga sembari mendengarkan musik.

Link Video penjelasan :

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha 48 − = 38