Penerapan Etika dalam Bersosial Media secara Bijak

id.pinterest.com

Dewasa ini, internet menjadi salah satu hal yang penting dalam keseharian kita. Banyak kegiatan sehari – hari seperti belajar, bekerja, berbelanja, berkomunikasi dan lainnya telah menggunakan teknologi ini menjadi perantara. Tanpa kita sadari media sosial tidak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan sehari – hari kita. Hanya dengan gadget dalam genggaman kita, maka kita dengan mudah dapat bertukar informasi, mengakses video atau gambar, hingga mecari pengetahuan baru tanpa batas.

Di dalam media sosial ini kita bisa dengan bebas berekspresi dan berpendapat. Media sosial juga memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan orang yang lintas daerah maupun lintas usia. Selain itu, kita juga dapat membagikan kesehariaan kita dalam media sosial. Nah, dengan hal tersebut kita terkadang menjadi lalai, bahwa kebebasan dalam bermedia sosial ini tidaklah mutlak.

Karena terlalu asyik dengan media sosial kita lupa bahwa kehidupan social tentu ada batasnya. Mulai dari norma, tata karma dan juga etika yang tertuang dalam UU ITE yang dikeluarkan pemerintah sebagai aturan dalam menggunakan media sosial secara bijak. Pada masa sekarang, marak dijumpai penyalahgunaan media sosial seperti penyebaran hoax, ujaran kebencian, dan sebagainya yang dapat merugikan orang lain maupun masyarakat. Lalu,bagaimana sih cara menggunakan media social secara bijak?

Berikut merupakan beberapa cara yang dapat diterapkan sebagai etika bersosial media secara bijak.

  • Gunakan seperlunya

Kita bisa menyesuaikan penggunaan media sosial dengan kebutuhan atau minat. Selain itu, batasi penggunaan media sosial, usahakan waktu penggunaan media sosial pada jam yang tepat. Sebagai contoh, bisa di waktu luang kita atau waktu santai saja. Jangan sampai media social menghambat produktifitas kita.

  • Menyebarkan hal yang positif

Dalam bersosial media hendaklah kita membagian informasi yang positif. Hindari hal – hal yang memicu adanya konflik di media sosial. Hal yang cukup sering ditemui yaitu unggahan perkelahian di media sosial, dimana hal ini akan memicu timbulnya komentar negatif atau bahkan olokan dari pengguna lainnya.

  • Hindari hoax

Jangan mudah percaya dengan berita yang kita terima sebelum mengecek kebenarannya. Ciri – ciri yang biasanya ditemukan dalam berita hoax adalah menggunakan unsuk cocoklogi, memberikan tanpa panah atau lingkaran merah pada gambar, menggunakan judul berita yang spektakuler dengan penambahan kata “baru terjadi,” “menakjubkan.” Dan juga biasanya berita hoax tidak mencantumkan nama penulis artikel.

  • Jaga keamanan akun

Membuat kata kunci yang sulit ditebak, dan mengubahnya secara berkala. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi tindak kejahatan cyber atau cybercrime.

  • Menjaga privasi, jangan asal posting konten

Jangan terlalu mengekspos informasi pribadi di dalam media sosial. Hindari curhat masalah pribadi di medsos, berbagi foto atau story kegiatan yang kurang pantas untuk dipost. Kita harus bisa menyaring apa yang akan kita sharing.

Dari uraian diatas, maka hendaknya kita selektif dan bijak dalam bersosial media. Jangan sampai kita kecanduan yang nanti nya akan merugikan diri sendiri, terlebih orang lain.

Kita sebagai manusia merupakan makhluk sosial yang perlu untuk berinteraksi. Dan media sosial memang menjadi tempat kita berinteraksi dengan orang lain. Terlebih pada era sekarang ini, medsos menjadi fasilitas dalam berinteraksi dan berkomunikasi ke berbagai pihak. Akan tetapi, kita harus menggunakannya untuk hal yang bermanfaat, selain bijak dalam bersosial media kita juga harus menjadi smart people dalam kemajuan teknologi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.