Bahaya Cyber Bullying bagi Psikologis Anak

Cyber bullying adalah salah satu jenis perundungan yang dilakukan dengan oleh seseorang dengan menggunakan teknologi digital, seperti media sosial, pesan teks, maupun platform game. Cyber bullying marak terjadi karena perkembangan teknologi dan informasi yang sekarang mengubah cara interaksi sosial yang terjadi pada masyarakat yang dulu hanya dapat dilakukan secara tatap muka sekarang dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun. Perkembangan teknologi ini memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi masyarakat. Dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat yaitu mempermudah pekerjaan, memudahkan masyarakat mengakses hal-hal baru. Namun kadang kala masyarakat menyalah gunakan adanya sosial media untuk hal-hal yang berbau negatif.
Nah, dalam bahasan kali ini saya akan membahas mengenai bahaya cyber bullying bagi psikologis anak. Cyber bullying biasanya dilakukan oleh akun seseorang yang bersifat anonim. Mereka dapat merundung siapa saja tanpa melihat apakah yang dirundung masih anak-anak, dewasa atau bahkan orang tua. Dampak cyber bullying bagi psikologis anak ini sangat mengkhawatirkan, karena anak dapat mengalami trauma atau bahkan rasa tidak percaya diri dimasa depan. Selain itu juga dapat berdampak pada prestasi akademik. Prestasi akademik anak akan mengalami penurunan karena ia merasa tertekan dengan perundangan yang dilakukan kepadanya.

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2014, jumlah kasus bullying di Indonesia menduduki peringkat teratas dari total pengaduan yang dilaporkan oleh masyarakat. Dan karena sekarang kita berada di era yang semuanya serba teknologi, berbagai kasus bullying di dunia maya bukanlah fenomena yang tabu, apalagi kasus cyberbully tidak terpaut hanya anak dan remaja, bahkan orang dewasa juga bisa.

Adanya perkembangan teknologi ini membuat orang tua sering lalai dalam membatasi penggunaan media sosial kepada anak. Bahkan orang tua tidak mengawasi anak ketika mereka bermain gadget. Maka dari itu cyber bullying marak terjadi kepada anak-anak, apa lagi anak-anak masih memiliki emosi yang tergolong labil, sehingga beberapa dari mereka seringkali tidak dapat mengontrol dirinya dan mengekspresikan perasaannya secara agresif, sampai akhirnya melakukan tindak bullying terhadap temannya. Mereka melakukan tindakan tersebut tanpa memikirkan dampak buruk yang bisa terjadi kepada korban tersebut.
Berikut penjelasan dampak cyber bullying pada psikologis anak:

  1. Anak merasa tidak berdaya dan lemah
    Cyber bullying membuat anak berpikir seolah-olah semua orang di dunia ini sedang menindasnya. Anak-anak akan merasa strees untuk menghadapi dunia ini dan merasa berat untuk menjalani hari-harinya.
  2. Anak merasa kehidupannya terekspos dan ia juga merasa terhina
    Karena cyber bullying terjadi di dunia maya, maka berbagai postingan, pesan atau teks yang tidak menyenangkan dapat disebar kepada banyak orang. Banyaknya orang yang tahu tentang perundungan tersebut dapat membuat korban mengalami perasaan terhina yang sangat dalam.
  3. Anak akan mudah marah dan memiliki rasa dendam terhadap orang lain
    Korban cyber bullying juga ada kecenderungan untuk marah mengenai apa yang terjadi pada mereka. Akibatnya, mereka akan merencanakan balas dendam dan melakukan pembalasan. Hal ini berbahaya karena akan membuat mereka terkunci dalam siklus korban bully, mereka juga akan membuat dirinya sendiri dalam bahaya jika mereka ingin melakukan balas dendam. Karena biasanya balas dendam tidak melihat bahwa dirinya dalam bahaya apa tidak.

Nah, itulah bahaya yang didapat anak jika mereka mendapatkan cyber bullying. Maka dari itu orang tua harus mengawasi anak dalam bermedia sosial atau bahkan saat merek bermain game.

You may also like...

1 Response

  1. NabelaPutriNilla01 says:

    Link youtube penjelasan artikel “Bahaya cyber bullying bagi psikologis anak” dapat dilihat melalui link ini: https://youtu.be/5mE-5BSis60

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha − 2 = 1