Penggunaan E-Payment Sebagai Sistem Pembayaran Pada Kehidupan Sehari-hari

Penggunaan E-Payment Sebagai Sistem Pembayaran Pada Kehidupan Sehari-hari

Pada zaman sekarang semua hal berkembang pesat, baik dalam hal ekonomi, Kesehatan, pendidikan, pariwisata dan lain-lain. Penyebab perkembangan yang begitu pesat ini tidak lain adalah internet. Internet memiliki berbagai macam manfaat salah satunya adalah munculnya sistem pembayaran yang dikenal dengan istilah E-Payment.

E-Payment atau Electronic Payment adalah sistem pembayaran yang menggunakan koneksi internet sebagai fasilitator antara penjual dan pembeli. Tanpa adanya internet, maka kegiatan transaksi mustahil untuk dilakukan. Perkembangan e-payment di Indonesia yang banyak digunakan oleh masyarakat millennial di antaranya e-money, kartu kredit, atau transfer bank. Dalam menjalankan sebuah bisnis, seorang pengusaha dapat menawarkan lebih dari satu metode pembayaran, seperti pembayaran cash, QRIS, e-wallet, debit, kredit dan lain-lainnya. Hal ini membuat konsumen dapat memilih metode dalam pembayaran yang diinginkan.

E-Payment digunakan pada saat ini untuk bertransaksi jarak jauh seperti online shoping, seiring dengan semakin bertumbuhnya penggunaan internet dan semakin banyaknya e-commerce, maka electronic payment adalah solusi yang hadir untuk menggantikan alat transaksi pembayaran cara lama. Yang termasuk dalam pembayaran elektronik adalah ATM, e-money, internet banking, kartu kredit, debit, mobile payment, mobile banking (Ming‐Yen Teoh et al., 2013).

Bank Indonesia (BI), mencatat nilai transaksi dengan uang elektronik atau e-money di Indonesia mencapai 24,75 triliun pada Agustus 2021. Selain itu, volume transaksi dengan uang elektronik tercatat sebesar 439 juta kali pada Agustus 2021. Berdasarkan data tersebut menunjukan bahwa penggunaan transaski melalui internet cukup besar dan meningkat setiap tahunnya.

Kelebihan dan Kekurangan E-Payment

Kelebihan

  1. Pembayaran lebih instan dan cepat

Dengan digunakannya sistem pembayran E-Payment, proses mengenai pembayaran menjadi lebih cepat dan instan. Seorang pelaku usaha atau penjual hanya perlu menyedian QR code saja untuk melakukan pembayaran melalui smartphone. Setelah terjadinya pembayaran, pelaku usaha tidak perlu lagi menghitung kembalian dan hanya memberikan nota pembayaran saja.

  • Meningkatkan kepuasan pelanggan

Dengan adanya sistem E-Payment, seorang konsumen dapat membeli sebuah barang secara kredit, paylater dan membeli barang kapanpun seorang konsumen mau. Hal ini karena para penjual umumnya memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi baik melalui cash maupun cashless. Dengan adanya hal tersebut membuta pelanggan lebih nyaman dalam melakukan transaksi mereka.

  • Menghasilkan lebih banyak penjualan

Sistem E-Payment memungkinkan konsumen untuk membayar prodeuk dan layanan tanpa harus bertemu secara langsung dan hanya melalui sistem online saja. Sehingga seorang penjual dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dari berbagai wilayah baik dari dalam maupun dari luar negri Indonesia.

  • Mengurangi Biaya Transaksi

Dalam hal ini, meskipun pada pembayaran tidak ada tambahan untuk melakukan pembayaran ketika tunai, perjalanan untuk mencari barang dari suatu tempat ke tempat lain sangat memakan biaya. Dalam jangka Panjang, sistem pembayaran Elektronik atau E-Payment dapat menghemat biaya transaksi terutama bagi para pelaku usaha.

Kelemahan

  1. Memungkinkannya Terkena Seranngan dari Para Hacker

Pada saat ini para penjahat mulai menyerang sistem digital sebagai sarana kejahatannya. Jika kita tidak menggunakan sistem keamanan yang baik, resiko pencuiran data juga dapat terjadi. Oleh karena itu kemanan dari suatu sistem pembayaran harus diprioritaskan. Jika menggunakan sistem payment gateway, pastikan bahwa terdapat sistem fraud detection yang berguna untuk mencegah terjdainya hal-hal yang berkaitan dengan kecurangan atau penipuan.

  • Kurang adanya Privasi

Semua informasi transaksi yang dilakukan seperti data penerimaan, data jumlah dana, serta data tentang waktu pembayaran akan tersimpan di suatu database pada sistem pembayaran yang digunakan. Hal ini sangat berbaya karena jika terjadi pencurian data oleh suatu pihak yang menyerang sistem pembayran tersebut maka akan mengakibatkan data seseorang dapat digunakan oleh orang lain untuk Tindakan kejahatan.

  • Ketergantungan terhadap Internet dan Smartphone

Penggunaan E-Payment sebagai suatu sistem pembayaran sangat memerlukan adanya internet. Dikarenakan akses internet di Indonesia masih belum terjangkau 100% maka hanya beberapa wilayah saja yang dapat menggunakan E-Payment sebagai sistem pembayarn.

Selain itu perlu adanya smarphone, meskipun transaksi keungan bisa dilakukan tidak hanya menggunakan smartphone saja, jika smartphone hilang maka akan sulit untuk memulihkan akun kembali.

  •   Efektiftas Tergantung dengan Jenis Bisnis dan Wilayahnya

Diakrenakan penyebaran internet di Indonesia masih belum merata dari sabang sampai Merauke, membuat penggunaan E-Payment sebagai sistem pembayaran elektronik masih terkendala.

Pada tempat usaha yang hanya menggunakan sistem pembayaran E-Payment mengalami kendala transaksi keungan kalau ingin berhubungan dengan daerah yang belum terjangkau akses internet yang memadai.

Contoh E-Payment di Indonesia

  1. E-Wallet

E-wallet adalah sebauh sarana dompet digital yang menggunakan internet yang dapat menyimpan dana, melakukan berbagai macam pembayaran secara elektronik, dan mencatat berbagai macam transaksi yang telah dilakukan.

Beberapa e-wallet yang digunakan di Indonesia seperti, Gopay, Shopeepay, Ovo, Dana, Linkaja dan lain-lain.

  • QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)

Qris adalah sistem pembayaran yang menggunakan metode WR Code dari Bank Indonesia agar proses pembayaran atas sesuatu transaksi dapat dilakukan secara aman, cepat dan mudah. Qris saat ini sudah digunakan berbagai jenis usaha, mulai dari pertokoan, pedagang kaki lima, warung, restoran dan lain-lain.

  • Transfer Bank M-Banking

Saat ini transfer bank menjadi salah satu metode pembayaran yang menggunakan sistem elektronik. Dengan munculnya M-banking memudahkan transasksi yang ada. Seseorang hanya perlu memerlukan smartphone dan koneksi internet saja. M-banking dapat digunakan untuk membayar dan mengisi saldo, seperti saldo e-wallet, membeli pulsa, tiket pesawat dan lain-lainnya. Contoh m-banking yaitu brimo, mbca,  

  • Paypal

Paypal merupakan rekening virtual untuk layanan jasa transfer dan transaksi online. Paypal kerap dijumpai ketika berbelanja barang online di platform global atau dari luar negeri. Keunggulan paypal yaitu memiliki jaringan yang sangat kuat sehingga dapat menjangkau transaksi dari seluruh dunia.

  • Kartu Kredit

Pembayaran menggunakan kartu kredit dan debit merupakan jenis pembayaran elektronik yang paling sering digunakan. Hampir semua pertokoan baik itu online maupun toko offline menyediakan metode pembayaran ini. Kartu kredit banyak digunakan masyarakat karena memiliki beberapa keuntungan seperti dapat melakukan pembayaran melalui sistem cicil.

Link Video: https://youtu.be/gYoBlNNYbFc

You may also like...

1 Response

  1. Arfiat_Fajar_Husain says:

    Keren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha − 1 = 2