Maraknya Konser Online Pada Masa Pandemi Akibat Adanya Kemajuan dan Kecanggihan Teknologi

Kita semua tentu sudah tidak asing lagi dengan kata “Konser” bukan? Kita juga sudah sering mendengar kata tersebut diucapkan. Konser merupakan suatu pertunjukan yang dilakukan langsung secara tatap muka—biasanya musik—di depan banyak penonton. Konser ini adalah salah satu ajang atau sarana interaksi antara musisi dan artis dengan para penggemarnya. Namun, kegiatan ini sudah jarang bahkan hampir tidak ditemukan sejak munculnya pandemi Covid-19.

Semenjak adanya pandemi, kebijakan pembatasan sosial serta larangan untuk berkerumun dan berkumpul mulai diberlakukan hampir diseluruh dunia untuk mengurangi laju penyebaran Virus Covid-19. Hal ini tentu berakibat pada peyelenggaran pertunjukan secara langsung. Banyak konser ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan bahkan banyak pula yang dibatalkan hingga mengakibatkan para musisi dan artis tidak bisa berinteraksi dengan penggemarnya secara langsung.

Dikutip dari laman artikel hot.detik.com, Koalisi Seni mencatat terdapat kurang lebih 69 acara musik yang ditunda dan dibatalkan di Indonesia, diantaranya konser dan festival berskala besar seperti Hammersonic 2020 dan festival Head in the Clouds mengumumkan adanya penundaan. Semenjak adanya pandemi, hampir tidak ada festival dan pertunjukan langsung yang digelar; tahun 2020 tidak ada seru-serunya kalau kata para anak muda zaman sekarang.

Namun, baru-baru ini muncul istilah konser online atau sering disebut ‘online concert,’ yang sebelumnya pada awal pandemi belum banyak diketahui. Konser ini merupakan pertunjukan musik pada umumnya namun tidak diselenggarakan dengan bertatap muka secara langsung namun dilaksanakan secara online atau melalui tatap maya. Lalu, apakah yang menjadi penyebab konser online menjadi sangat populer?

Konser online menjadi sangat populer dan masih akan terus berlangsung selama pandemi masih ada. Hal ini diakibatkan karena model pertunjukan secara daring atau online dianggap lebih menguntungkan untuk dilakukan pada masa pandemi yang segala sesuatunya—seperti mobilitas—serba dibatasi. Model pertunjukan secara daring dianggap dapat mengembalikan kerugian dan penurunan pendapatan yang terjadi akibat munculnya Pandemi Covid-19. Sebuah studi oleh Polistar memperoleh bahwa penjualan tiket konser di seluruh belahan dunia mengalami penurunan 70% pada tahun 2020. Pembelian tiket konser hanya sekitar 13,4 juta dan pendapatan juga menurun drastis sebesar 78% untuk tur pop 100, yaitu hanya sebesar $1, 2 miliar pada tahun 2020. Jika dibandingkan dengan pendapatan pada tahun-tahun sebelumnya, selisihnya tentu sangat jauh. Namun setelah munculnya konser online, pendapatan industri hiburan bisa dibilang mulai kembali naik. Sebagai contoh, Konser daring pertama BTS, “Bang Bang Con: The Live,” yang ditonton oleh 756.000 orang berhasil mengumpulkan pendapatan sekitar $20 juta. Tak hanya itu, salah satu seri “Beyond Live” yang digelar oleh SM Entertaiment, yaitu konser Super Junior, “Beyond The Super Show,” berhasil meraup pendapatan sekitar 47,8 miliar rupiah atau setara $3,3 juta.

Maraknya konser online juga didukung berkat adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Akibat dari adanya pandemi, para pekerja kreatif dan industri hiburan diminta untuk dapat beradaptasi dengan tetap mengadakan acara di luar batas sebelumnya. Mereka dituntut harus berpikir out of the box dan memastikan pertunjukan dapat tetap berjalan selama masa pandemi. Berkat adanya kemajuan teknologi dan kemudahan dalam mengakses internet, para pekerja kreatif dan industri hiburan tetap dapat memenuhi tanggung jawab mereka yaitu memastikan pertunjukan dapat tetap berlangsung walaupun dalam keadaan pandemi. Sebagai contoh, industri hiburan asal Korea Selatan, SM Entertainment, telah 2 kali mengadakan konser online secara gratis pada tahun 2021 dan 2022 yang ditayangkan di berbagai platform digital, “SMTOWN LIVE CULTURE HUMANITY” dan “SMTOWN LIVE 2022: SMCU EXPRESS @KWANGYA.” Kedua konser ini ditayangkan di berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, Twitter, Facebook, TikTok, V LIVE, Twitch, Beyond LIVE, dan masih banyak lagi. Bahkan “SMTOWN LIVE 2022: SMCU EXPRESS @KWANGYA,” yang digelar pada 01 Januari 2022 lalu berhasil memecahkan rekor penayangan tertinggi diantara konser online lainnya, yaitu dengan jumlah penonton sebanyak 35,8 juta penonton. Tidak hanya itu, berbagai industri K-Pop bekerja sama dengan perusahaan penyiaraan, memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menciptakan inovasi seperti lighstick digital dan komentar real time untuk menciptakan pengalaman konser online yang terasa seperti konser offline.

Alasan lain mengapa konser online menjadi sangat populer dan banyak diselenggarakan adalah dilihat dari sisi para penggemar sendiri. Mereka memiliki antusias yang tinggi terhadap adanya konser online ini karena mereka dapat kembali berinteraksi dengan idola mereka setelah sebelumnya terhalang pandemi. Para penggemar menganggap bahwa konser daring lebih nyaman untuk disaksikan. Mereka bisa menyaksikannya kapanpun dan dimanapun mereka berada tanpa perlu pergi ke tempat dimana konser tersebut diadakan. Tentu saja hal ini juga didukung dengan adanya kemajuan teknologi seperti kecanggihan smartphone dan laptop yang bisa dengan mudah digunakan untuk mengakses internet. Sebagai contoh, saya atau anda dapat menonton konser yang diadakan di Korea atau Amerika dari rumah melalui televisi, laptop, atau smartphone tanpa perlu pergi ke tempat diadakannya konser tersebut. Selain itu, menurut para penggemar, konser online memakan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan konser offline, karena mereka hanya perlu membeli tiket konser serta biaya untuk Wi-Fi atau kuota internet. Berbeda halnya jika mereka ingin menonton konser offline, mereka harus menyiapkan biaya tambahan seperti biaya transportasi dan akomodasi.

Maraknya konser online yang terjadi pada masa pandemi ini merupakan wujud dari penyesuaian kebiasaan baru oleh para pekerja kreatif serta industri hiburan. Konser online menjadi amat populer belakangan ini bukannya tanpa alasan. Beberapa faktor yang mendukung diantaranya adalah seperti yang sudah disebutkan diatas, salah satunya karena faktor kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta kemudahan dalam mengakses internet. Dengan adanya konser online ini, kita tetap bisa memperoleh hiburan dengan mudah meskipun masih dalam masa Pandemi Covid-19.

Berikut ini merupakan link dari video yang saya upload di YouTube, https://www.youtube.com/watch?v=j_ruTlfKMMA&t=7s

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.