Dampak Sosial Media Untuk Anak Dibawah Umur

Sosial media saat ini menjadi suatu hal yang sulit dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari, segala usia dapat dengan mudah mengakses sosial media dimanapun dan kapanpun dengan menggunakan Handphone. Dengan adanya sosial media, baik usia tua maupun muda dapat dengan mudah mendapatkan informasi publik dengan cepat dan mudah, informasi yang disajikan di sosial media tak hanya mengenai kehidupan sesorang yang kita kenal namun juga tokoh publik, informasi sosial, berita dalam dan luar negeri serta masih banyak lagi.

Sosial media merupakan suatu media online, dimana penggunanya dapat dengan mudah bergabung, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, forum, jejaring sosial, dan dunia virtual. Media sosial yang banyak diakses orang seluruh dunia adalah Blog, jejaring sosial, dan wiki. Dengan adanya perkembangan teknologi ini, segala usia memiliki kesempatan untuk mengaksesnya termasuk anak anak. Mengingat hal ini, adanya sikap waspada bagi orang tua sangat diperlukan untuk menghindari dampak-dampak buruk yang mungkin terjadi.

Beberapa sosial media menerapkan pembatasan umur minimal untuk dapat diakses, rata-rata sekitar usia 12/13 tahun. Namun, karna saat ini sosial telah menjadi bagian yang pentingbagi segala kalangan, memalsukan usia dan data sering kali anak-anak lakukan agar dapat menggunakan sosial media. Penggunaan sosial media memiliki plus dan minus bagi anak, apabila sosial media digunakan dengan bijak maka banyak sekali manfaat yang dapat diambil. Berikut keuntungan sosial media yang digunakan anak :

  1. Menjadi sarana komunikasi jarak jauh yang lebih menyenangkan dengan teman maupun keluarga.
  2. Dapat dengan mudah mendapatkan update hal yang sedang populer.
  3. Memperluas pengetahuan tentang hobi atau minat secara universal.
  4. Memberi kesempatan untuk bertemu teman baru, organisasi maupun kegiatan kemanusiaan.

Selain keuntungan tersebut, dampak yang berbanding terbalik juga dapat terjadi, yaitu

  1. Mengalihkan fokus dalam bersosial dan belajar.
  2. Memungkinkan terjadinya perudungan atau cyberbullying
  3. Mengakses tayangan yangbeum semestinya diakses oleh anak-anak
  4. Bertemu dengan orang yang tidak dikenali hingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Dampak buruk tersebut bukan tak mungkin terjadi mengingatsaat ini kasuskejahatan di internet juga banyak terjadi. Apalagi apabila anak memposting foto asli dan mengekspos informasi pribadi, datatersebutdapat disalah gunakan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Selain dampak langsung tersebut, adapula dampak lain yanglebih merugikan yaitu dampak pada ksehatan psikologis anak yang diebabkan oleh penggunaan sosial media yang tidak terkontrol dan berlebihan yang dapat menyebabkan kecemasan hingga depresi.

Mengingat dampak yang merugikan tersebut, sebegai orang tua harus dapat lebih jeli dan mengontrol anak. Mungkin memang akan tak mudah untuk secara ketat menjaga akses anak di sosial media, mengingat kemampuan anak dalam berdigital lebih baik dari orang tua. Bukan berarti orang tua dapat melepaskan kendali pada anak, oleh karena itu ada beberapa langkah yang dapat diambil orang tua untuk tetap melindungi anak dari dampak sosial media, yaitu sebagai berikut

  1. Adanya pengaturan privasi dan pengawasan khusus

fitur privasi dapat dimanfaatkan pada sosial media untuk tetap menjaga identitas dan memberikan batas akses pada sosial media.

2. Memberikan pengertian pada anak mengenai sosial media yang baik dan bijak

Pengertian dalam memahami sosial media secara baik dan bijak merupakan hal penting yang harus anak pahami sebelum dapat mengaksesnya agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan, selain itu agar anak-anak juga dapat melindungi anak-anak dari konten yang belum dapat diakses untuk seusianya.

3. Menerapkan aturan usia dan waktu anak untuk dapat mengakses sosialmedia

Pengaturan usia telah banyak diterapkan pada sosial sosial media yang telah besar dan mendunia. Minimal usia yang biasa diterapkan sekitar usia 12-13 tahun, hal ini memiliki tujuan untuk menghindarkan anak-anak dari hal buruk yang mungkin terjadi.

Waktu akses juga perlu untuk menghindari kecanduan pada anak. selain itu, akses sosial media terlalu lama juga dapat mempengaruhi rasa ingin tau anak lebih dalam mengenai apasaja yang ada pada sosial media.

4. Memperhatikan aktivitas anak di sosial media

Hal ini penting dilakukan bukan karna tak percaya pada anak tapi untuk menghindari hal yang buruk yang mungkin terjadi pada anak. Banyak kasus yang terjadi seperti cyberbullying pada anak, namun anak tak berani bercerita sehingga mempengaruhi psikologis anak.

Akses teknologi internet saat ini yang sulit untuk dibendung mengharuskan orang tua lebih ekstra dalam mengawasi dan memperhatikan anak, dan tak boleh bersikap acuh serta mulai menerapkan peraturan agak anak tetap aman dan terjaga dalam meggunakan sosial media.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.