Menumbuhkan Karakter Siswa melalui Pemanfaatan Literasi Digital

Seperti yang kita ketahui bahwa karakter sangat berperan penting pada semua jenjang sekolah, dimulai dari TK, SD, SMP, SMA bahkan Perguruan Tinggi. Pendidikan karakter berperan penting bagi siswa sekolah dasar pada umur tersebut sedang mengalami perkembangan karakter yang berpengaruh bagi perilaku, sifat anak, akhlak, dan budi pekerti yang nantinya itu akan menjadi suatu ciri khas anak tersebut. Karakter tanggung jawab yang menjadi salah satu sifat yang harus dimiliki siswa sejak dini agar melekat pada diri siswa untuk menghadapi hal-hal yang baru.

Literasi digital adalah konsep untuk menggunakan media digital, alat komunikasi, atau jaringan yang menemukan informasi. Manfaat dari literasi digital ini untuk menambah keterampilan baru agar lebih mudah, efektif, dan hemat biaya.

Dengan adanya kemajuan teknologi ini tidak bisa dihindari, sehingga siswa harus menyiapkan diri untuk menghadapi kemajuan teknologi. Untuk menghadapi kemajuan ini diperlukan pendidikan karakter yang proses pembelajaran di sekolah maupun di rumah. Secara teknis harus dilaksanakan melalui dua basis. Pertama basis kelas adalah pembelajaran tematik yang menjadi modal utama yang dibutuhkan siswa yaitu kecakapan soft kill 4C utama yang meliputi creativity (kreativitas), ctitical thinking (berpikir kritis), communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi), dan memiliki keteampilan berpikir tinggi (hihgher order thiking skills/HOTS) . Kedua pendidikan karakter berbasis budaya sekolah berupa literasi komputer dan literasi informasi. Literasi komputer yang sudah berkembang pada tahun 1980an saat komputer mikro semakin luas digunakan di lingkungan bisnis dan masyarakat. Literasi informasi yang sudah berkembang pada tahun 1990an dimana informasi sudah semakin mudah diakses dan disebarluaskan melalui teknologi informasi berjejaring sosial.

Beberapa konsep pendidikan yang telah diadaptasi oleh Kemenikbud Indonesia untuk mengembangkap kurikulum dari tingkat SD, SMP, dan SMA yaitu :

  1. keterampilan abad 21 (21st century skills).
  2. pendekatan ilmiah (scientific approach).
  3. pembelajaran otentik dan penilaian otentik (authentic learning & authentic assensment).

Hubungan antara literasi digital dengan karakter peserta didik yaitu literasi diharapkan dapat mengembangkan kemampuan peserta didik. Menurut Solomon & Schrum (2007) bahwa teknologi dapat menambah pengetahuan teknologi yang dimana mendorong siswa untuk mengesplorasi informasi yang terlibat dalam interaksi langsung dan berkolaborasi untuk memperkiat keterampilan. Peserta didik yang dapat menggunakan dan memanfaatkan literasi digital dengan baik dapat memiliki karakter yang bakik, karena dapat memilih informasi mana yang baik atau informasi yang buruk. Pentingnya literasi digital ini karena merupakan hal fundamental yang harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi era globalisasi.

Cara menumbuhkan karakter tanggung jawab siswa di sekolah. Pertama, yaitu dengan memberikan tayangan selama 15 menit mengenai materi pendidikan yang akan dibahas pada saat awal pembelajaran. Kemudian siswa diajak untuk melihat situs web yang sudah ditayangkan oleh guru. Siswa ditugasi untuk merangkum dari hasil informasi yang telah ditonton dan hasil rangkuman dikumpulkan setiap minggunya untuk dinilai oleh guru. Hasil dari merangkum dipilih yang terbaik dan siswa yang mendapat hasil yang baik diberikan penghargaan agar siswa juga merasa dirinya memiliki potensi yang baik dan menjadi motivasi dalam belajar. Kedua, guru memberikan pengarahan kepada orangtua siswa untuk lebih memperhatikan dan mengawasi anak dalam menggunakan gadget. Selain itu orangtua memberikan motivasi anaknya untuk lebih meningkatkan karakter yang dimiliki anak terutama hal tanggung jawab dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 agar dihadapi dengan baik. Ketiga, menciptakan komunikasi yang baik antara guru dengan orangtua dalam menggunakan gadget di rumah. Dengan memberikan peraturan mengenai berapa lama anak bermain gadget maka guru, orangtua, dan anak akan menjalin hubungan yang baik. Misalnya ditentukan waktu dari pukul 1 sampai pukul 3 anak tidak menghidupkan gadget atau tv, pada waktu tersebut anak bisa diajak untuk bermain atau tidur siang. Dengan hal tersebut anak dapat melaksanakan tanggung jawabnya serta memiliki karakter disiplin.

Selain hal di atas, ada juga langkah strategis untuk untuk mengembangkan karakter siswa, yaitu dengan membangun kesadaran pentingnya membaca dan membentuk kebiasaan melalui program pengantar perpustakaan. Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan literasi digital ini dapat dilakukan dengan mengintegritasikan dengan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dilaksanakan di dalam maupun di luar ruangan.

Dalam proses pembangunan karakter untuk anak memiliki karakter yang baik diperlukan pengawasan, keteladanan, dan kedisiplinan serta komunikasi yang baik antar orangtua dan guru. Karena masing-masing memiliki hubungan yang erat kaitannya dengan menciptakan karakter anak yang baik khususnya karakter tanggung jawab.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.