CARA GOOGLE MAPS MEMPREDIKSI KEMACETAN

Contoh tampilan Google Maps (Rute Yogyakarta-Sragen)

Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali orang yang menggunakan Google Maps dalam mencari lokasi suatu daerah. Tidak hanya menjadi petunjuk jalan, namun Google Maps juga dapat memprediksi waktu tempuh yang diperlukan dan mampu menunjukkan situasi jalan yang akan kita lalui seperti macet atau tidak. Lantas bagaimana cara Google Maps dapat memprediksi kemacetan di suatu tempat? Yuk simak penjelasannya

Google merupakan perusahaan besar yang bergerak di bidang teknologi, salah satu aplikasi yang dibuat yaitu Google Maps. Google Maps merupakan aplikasi yang memberikan layanan peta yang dapat menampilkan lokasi tempat serta tingkat kemacetan lalu lintas yang ada di seluruh dunia. Google Maps dapat diakses di manapun dan kapanpun melalui smartphone, tablet, computer, atau laptop yang terhubung dengan internet.

Didalam Google Maps pada setiap rute perjalanan pasti akan digambarkan dengan jalan yang diberi warna biru, kuning, dan merah. Ketiga warna tersebut memiliki arti sendiri-sendiri, yaitu warna biru menandakan jalan yang lancar, kuning menunjukkan jalan yang cukup padat, sedangkan merah menunjukkan jalan yang sangat padat. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?

Google Maps merupakan salah satu aplikasi yang menerapkan konsep Internet of Things (IoT). IoT merupakan penemuan yang mampu menyelesaikan permasalahan dengan cara menggabungkan teknologi dan dampak sosial. Cara kerja IoT yaitu dengan memanfaatkan pemrograman dimana setiap perintah argumennya akan menghasilkan interaksi antar sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa adanya campur tangan manusia. Untuk menghubungkan antara mesin satu dengan yang lainnya diperlukan keberadaan internet.

Adanya Internet of Things (IoT) sangat berguna dalam membantu mengelola lalu lintas kendaraan yang ada di kota-kota besar. Dengan menerapkan konsep IoT, Google Maps dapat memprediksi keadaan lalu lintas di suatu tempat tersebut melalui sekumpulan data yang dikoleksi oleh fitur Gobal Positioning System (GPS) yang ada pada setiap smartphone penggunanya ketika mengaktifkan fitur lokasi. Saat fitur lokasi diaktifkan, mereka secara tidak langsung telah mengirimkan data perjalanannya kepada Google secara real time. Pada saat menggunakan Google Maps, sensor pada ponsel akan mengumpulkan dan membagikan data ke cloud untuk selanjutnya diproses. Dari data tersebut, Google Maps mampu menunjukkan rute, memprediksi rata-rata kecepatan kendaraan yang melewati jalan tersebut, memperkirakan waktu tempuh yang diperlukan, serta memprediksi kepadatan jalan.

Sehingga, penerapan konsep IoT pada Google Maps ini sangat membantu manusia dalam memprediksi kemacetan di suatu tempat yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Faktor yang dapat mempengaruhi keakuratan Google Maps dalam memprediksi kemacetan yaitu ketika semakin banyak pengguna yang menyalakan fitur lokasi, maka prediksi kemacetan juga akan semakin akurat.

Daftar Pustaka

DetikInet. 2019. Mengenal Google Maps: Pengertian, Fungsi, dan 8 Faktanya. https://inet.detik.com/cyberlife/d-4441527/mengenal-google-maps-pengertian-fungsi-dan-8-faktanya (diakses pada 8 April 2022)

Kumparan TECH. 2018. Bagaimana Cara Google Maps Mendeteksi Kemacetan Jalan Raya? https://kumparan.com/kumparantech/bagaimana-cara-google-maps-mendeteksi-kemacetan-jalan-raya-27431110790554544 (diakses pada 8 April 2022)

Novianty, D. & Utami, L.S. 2020. Bagaimana Cara Google Maps Prediksi Waktu Kedatangan Pengguna. https://www.suara.com/tekno/2020/09/11/150000/begini-cara-google-maps-prediksi-waktu-kedatangan-pengguna (diakses pada 8 April 2022)

Rheny, S. 2021. Internet of Things (IoT): Pengertian, manfaat, unsur, cara kerja, dan 4 contohnya. https://www.ekrut.com/media/internet-of-things (diakses pada 8 April 2022)

Link YouTube

https://youtu.be/sYcQ_ssoMnk

EstiAyu

Mahasiswa PGSD FIP UNNES

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha 80 − 74 =