Peran Literasi Digital Didalam Pengembangan Umkm di Indonesia

Indonesia adalah negara yang sedang berkembang di Asia Tenggara. Dalam perekonomiannya masih banyak membutuhkan perbaikan-perbaikan agar bisa bersaing dengan negara yang sudah maju. Namun ada isu bahwasannya indonesia sudah dicoret dari daftar negara berkembang di WTO. Hal ini tentunya menambah semangat bangsa Indonesia untuk memperbaiki tatanan negara tentunya dalam hal ekonomi. Suatu negara dapat dikatakan baik apabila memiliki pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dari tahun-ketahun, hal itu menunjukkan bahwasannya setiap tahun negara terus bergerak maju. Salah satu pendorong bagi perekonomian Indonesia adalah adanya UMKM. Namun UMKM di Indonesia masih banyak yang membutuhkan perbaikan agar dapat bersaing dan mempertahankan eksistensinya.
Sebagai pelaku UMKM harus bisa memahami dan mengevaluasi informasi-informasi yang diterima. Pelaku UMKM juga dituntut untuk mempunyai kemampuan meneliti dan mengidentifikasi informasi yang diterima khususnya informasi dalam bentuk digital, kemampuan tersebut dapat dikatakan sebagai kemampuan literasi digital. Di kota Surabaya UMKM mendapat perhatian khusus dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, kemudian dari pencatatan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah didapatkan lebih dari 260.000 pelaku UMKM yang ada di Surabaya. Adanya UMKM di Surabaya ini sangat membantu dalam pertumbuhan ekonomi kota Surabaya oleh karena itu pemerintah menekankan pentingnya meningkatkan kualitas SDM dan SDA agar UMKM dapat lebih berkembang.
Pengembangan UMKM ini didukung dengan adanya program Gerakan Nasional Ayo Jualan Online yang merupakan serangkaian program 5 juta UMKM Go online yang nantinya dapat membantu mewujudkan visi dari Bapak Presiden Jokowi. Fakta menarik mengenai pelaku UMKM ini adalah dengan keberadaanya membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan dapat bertahan menghadapi krisis ekonomi. Adanya UMKM turut menyumbang PDB yang membuka lapangan pekerjaan dan juga meningkatkan ekspor. Namun kondisi tersebut belum sepenuhnya dapat dijalankan diseluruh wilayah, karena masih banyak ditemukan pelaku usaha yang memasarkan produknya secara langsung tanpa menggunakan media sosial atau media online yang ada. Mereka masih menggunakan sistem mulut ke mulut untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat dan belum memiliki kemampuan literasi digital. Pelaku UMKM dalam memanfaatkan literasi digital awalnya masih pada level early majority karena sebagian besar konsumen belum sepenuhnya percaya terhadap media online untuk membeli sesuatu dan ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memutuskan apakah akan membeli dan tidak.
Kondisi diatas merupakan alasan pentingnya penggunaan literasi digital bagi pelaku UMKM maupun masyarakat luas agar lebih mudah dalam melakukan jual beli dengan memanfaatkan teknilogi informasi yang ada. Dengan memanfaatkan teknologi ini maka masyarakat tidak perlu susah-susah mencari toko dan barang yang diinginkan dipasar yang kadang tidak tahu apakah tersedia atau tidak. Dengan memanfaatkan teknologi belanja dapat dilakukan dengan mudah hanya menggunakan smartphone, barang yang kita inginkan pun dapat sampai kehadapan kita tanpa mengeluarkan tenaga untuk mencarinnya. Tentu berbeda dengan orang yang belum menguaasai atau belum mampu menggunakan teknologi yang ada sekarang ini karena harus mencari langsung ke toko-toko offline untuk menemukan barang yang diinginkan. Peningkatan UMKM dengan menggunakan literasi digital harus didasarkan pada peningkatan produktivitas. Dengan pengintegrasian manajemen yang baik, pengembangan SDM, teknologi, dan kinerja organisasi hal ini akan meningkatkan produktivitas sektor public jika disinergikan dengan modal.
Pelaku UMKM membutuhkan pengarahan, pendampingan, dan pelatihan terkait penggunaan literasi digital untuk peningkatan produktivitas mereka. Maka pemerintah sebaiknya mengadakan program yang bertujuan untuk mendukung hal tersebut. Karena litersi digital akan memudahkan dan mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk mengiklankan dan memasarkan produk. Pelatihan dapat diberikan berupa materi dan informasi terkait teknologi yang bisa digunakan untuk jual beli seperti cara menggunakan marketplace dan media online lainya. Selain dapat memasarkan dengan mudah pelaku UMKM juga dapat mencari informasi mengenai sesuatu yang sedang viral apabila ingin mendapatkan peluang lebih. kemudian dengan adanya big data juga membantu dalam menjalankan usaha.
Teknologi yang ada membawa kemudahan untuk menciptakan usaha. Hal tersebut dapat menyebabkan berbagai usaha baru tercipta sehingga persaingan yang ada semakin dinamis, karena perusahaan berusaha memenangkan hati pelanggan dan segmentasi pasar yang dahulu dapat digeneralisir, kini mulai ditinggalkan. Puncak dari pengolahan big data ini adalah pengetahuan dan wawasan bagi pelaku usaha. Kemudian di akhir nanti akan memunculkan perbedaan pola jual beli zaman dahulu dengan jual beli sekarang karena adanya teknologi.

Perbedaaan pemasaran produk zaman dahulu dengan sekarang

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.