Pengaruh perkembangan E-commerce terhadap tingkat Konsumtif Kaum Milenial

Oleh : Sigit Irina Kenanti

Abstrak

Pengaruh E-commerce pada kehidupan di era sekarang sangat menimbulkan perubahan yang signifikan. Hal ini dikarenakan penggunaan sosial media telah dijadikan ajang untuk memperoleh informasi dan sarana untuk terjun didunia bisnis yang biasa kita sebut dengan market online shop. Kemudian dengan maraknya E-Commerce yang telah berkembang di Indonesia  tentu saja menimbulkan perilaku tingkat konsumtif yang mempunyai pengaruh positif maupun negatif pada kaum milenial. Hal ini ditunjang dengan pembelian maupun pemakaian suatu barang bukan lagi untuk memenuhi faktor kebutuhan yang diperlukan, melainkan hanya faktor yang mengikuti gengsi, trend, ataupun ingin dipandang sebagai orang yang berada. Oleh karena itu artikel ini akan membahas pengaruh apa aja yang telah diberikan terhadap perkembangan e-commerce pada tingkat konsumtif kaum milenial di era sekarang.

Kata kunci : E-Commerce, Tingkat konsumtif, Kaum Milenial

Pendahuluan

Perkembangan E-commerce di era digitalisasi ini tentu saja memberikan pengaruh pada kehidupan manusia dimasa sekarang. Hal ini terbukti pada pola gaya hidup masyarakat sekarang sudah mengarah lebih modern dan untuk memenuhi kebutuhan serba mudah. Didalam pemanfaatan media internet juga dapat dirasakan pada bidang ekonomi, dan diakui atau tidak media internet cepat atau lambat akan mulai menerobos merubah pola gaya hidup serta pemikiran masyarakat. Hal ini tentu saja menjadi urgensi untuk kaum milenial, dimana E-commerce ini akan memberikan pengaruh generasi milenial untuk membeli sesuatu yang seharusnya tidak mereka butuhkan.

Saat ini tingkat konsumtif telah mempengaruhi kalangan masyarakat, salah satunya adalah kaum milenial. Pada usia mereka, kaum milenial sangat cenderung menyukai hal yang berbau baru dan memberikan tantangan baginya. Hal tersebut juga akan memberikan perubahan yang cenderung konsumtif, dimana diyakini bahwa banyaknya sarana dan prasarana yang mudah ditemukan akan mengalami peningkatan perilaku konsumtif itu pada individu mereka. Pola hidup yang seperti itu sejatinya hanya memberikan kesenangan dan kepuasan yang sifatnya sementara pada diri mereka. Namun sejatinya secara langsung maupun tidak langsung akan meningkatkan daya beli serta tingkat konsumtif pada kaum milenial.

Pembahasan

            Pada era teknologi yang semakin berkembang ini, banyak ditemukan situs jual-beli online yang dapat kita akses dengan mudah dan cepat atau biasa dikenal dengan sebutan E-commerce. E-commerce merupakan sebuah aplikasi penjualan dan pembelian online pada marketplace dan konsumen melalui transaksi elektronik serta memberikan bantuan pada pihak toko dalam bentuk pemasaran atau promosi yang maksimal.  E-commerce ini juga mempunyai keunggulan didalamnya yaitu terdapat promosi gratis ongkir sesuai dengan ketentuan masing-masing toko, hal inilah yang menjadi jurus utama E-commerce untuk  bersaing dengan pasar tradisional. Didalam E-commerce juga terdapat bentuk jaminan uang kembali (cashback) apabila barang yang dipesan tidak sampai pada tujuan, selain itu menciptakan konten yang sangat kreatif dan atraktif untuk menarik pengguna dalam berkunjung di iklan E-commerce ini. Tidak hanya itu saja, didalam E-commerce sendiri juga menghadirkan keuntungan bagi pengguna seperti diskon, halbolnas, flash sale dan sebagainya. Selain memberikan manfaat bagi produsen, E-commerce juga memberikan manfaat pula bagi konsumen yaitu berupa mendapatkan harga produk yang murah karena konsumen lebih terbuka mendapatkan harga suatu produk dan memberikan kemudahan dalam hal bertransaksi secara langsung tanpa perantara.  Dalam hal ini pengaruh e-commerce bagi masyarakat tentu memberikan manfaat untuk para produsen yaitu dengan menambah penghasilan mereka, tetapi hal ini juga tidak luput bagi mereka yang hanya sebagai konsumen atau pembeli. Sehingga konsumen sering tidak dapat mengendalikan perilaku konsumtifnya dan akan memberikan dampak melemahnya perekonomian individu tersebut.

            Perilaku konsumtif merupakan perilaku kebiasaan konsumen yang tidak terpuaskan dengan kesenanganya sendiri sehingga tidak dapat mempertimbangkan fungsi atau kebutuhan. Salah satunya yaitu kaum milenial, tingkat konsumtif ini ditandai dengan adanya pola hidup mewah dan berlebihan. Hal ini di dorong dengan segala hal yang dirasa mempunyai kualitas dan harga mahal akan memberikan keinginan untuk mengedepankan kesenangan belaka. Padahal perilaku  konsumtif yang ada di kaum milenial sekarang itu dapat diartikan tindakan memakai produk yang tidak tuntas. Maksud pernyataan tersebut ialah kaum milenial melakukan pembelian barang bukan barang yang dipakai telah habis, melainkan mengikuti sebuah trend atau bahkan adanya iming-iming hadiah yang ditawarkan sehingga hal ini akan meberikan tingkat konsumtif yang tidak diperhitungkan dan sifatnya akan menjadi berlebihan.

            Dewasa ini, perilaku konsumtif sudah melekat pada kaum milenial dan akan terus berkembang, dikarenakan munculnya faktor gaya hidup. Kaum milenial menyakini bahwa diusia mereka, mereka harus mempunyai gaya hidup sendiri dengan ciri khas yang dapat dikenal sebagai kepribadiannya walaupun akan mengalami berbagai perubahan. Namun didalam meningkatnya tingkat konsumtif akan memberikan dampak positif pada masyarakat yaitu mau belajar dan mampu mengoperasikan komputer serta memanfaatkan internet sebagai wadah pemenuhan kepuasaan dalam berbelanja. Tetapi dampak negatif nya juga mampu merubah kehidupan masyarakat yang akan hidup individualisme dan tidak dapat menyaring budaya asing yang masuk.

Penutup

Pengaruh perkembangan E-commerce pada tingkat konsumtif kaum milenial memang sangat tinggi, hal ini dipengaruhi dengan adanya gaya hidup modern yang mendorong mereka akan mengikuti trend yang sedang ada di lingkungan sekitar. Dalam hal ini E-commerce tidak hanya mempengaruhi tingkat konsumtif yang negatif tetapi juga menghadirkan dari sisi positifnya bagi produsen maupun konsumen. Perlu kita ketahui personal yang dimiliki individu sangat berbeda, dalam hal menentukan dan memilih rasa kepuasan pada suatu fungsi produk atau kebutuhan pun juga beragam. Oleh karena itu kaum milenial disarankan untuk menghindari pola hidup yang mewah dan berlebihan agar tidak terperosok pada perilaku tingkat konsumtif, dalam hal ini pula kaum milenial dapat memanfaatkan aplikasi E-commerce dengan baik untuk memberikan solusi dalam memenuhi kebituhan yang sesuai.

Untuk Lebih Jelasnya , Silahkan Simak Pembahasan Lebih Lanjut pada Link Youtube dibawah ini :

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.