PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL UNTUK MENUNJANG KEBERHASILAN PRODUK UMKM : RISOLES PUPAY JAKAS (JAJANAN KHAS PRODUK SEMARANG)


UMKM merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri dengan memenuhi kriteria Usaha mikro sesuai Undang-undang .UMKM di Indonesia telah menjadi bagian penting dari sistem perekonomian di Indonesia.Hal ini dikarenakan UMKM merupakan unit-unit usaha yang lebih banyak dan juga mampu mempercepat proses pemertaan sebgai bagian dari pembangunan.Koperasi dan UMKM mulai ditingkatkan kembali di beberapa wilayah yang menjadi langkah upaya menjaga kesejahteraan rakyat.Salah satu contoh UMKM ini ialah adanya kampung tematik jajanan pasar yang menggerakkan masyarakat untuk memproduksi macam-macam jenis jajanan yang nantinya dapat dijual dan dinikmati oleh warga setempat.Tantangan dan kesulitan pasti muncul dalam proses produksi juga distribusi.Pelatihan dan edukasi menjadi hal penting bagi warga untuk mengembangkan usaha umkm,apalagi di tengah perkmbangan teknologi saat ini.Adanya UMKM Jajanan pasar ini menjadi salah satu langkah untuk dapat terus menjaga kelestarian makanan tradisional .Makanan tradisional memiliki jenis variasi yang beraneka ragam seperti;risoles,lemper,arem-arem dsb.Salah satu usaha UMKM yang kami observa ialah produksi risoles yang mirip dengan kroket dan yang hampir mirip dengan lumpia khas Kota Semarang tetapi mempunyai isi atau rasa yang berbeda.Jika lumpia biasanya berisi rebung,risoles sendiri memeiliki variasi isian yang optional seperti sosis,sayuran,telur dsb sehingga sangat digemari oleh masyarakat.Pemberdayaan masyarakat melaui kebijakan pemerintah untuk mengembangkan kampung siroto menjadi kampung tematik jajanan pasar merupakan langkah awal yang baik untuk masyarakat lebih berinovasi dan menjaga kondisi perekonomian terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kata Kunci
UMKM,Risoles,Ekonomi

PENDAHULUAN

Berbagai daerah di Indonesia mempunyai beranekaragam masakan, jajanan, dan minuman tradisional yang telah lama berkembang secara spesifik di setiap daerah (Rosyidi, 2011). Produk olahan pangan tradisional umumnya terbuat dari bahan baku umbi-umbian seperti singkong dan ubi jalar, maupun berbahan baku tepung beras. Nagasari, lapis, apem, serabi, cara, jenang sum-sum, jenang abang, dan kue cucur merupakan produk olahan pangan tradisional dengan bahan baku tepung beras (Nurhayati, dkk, 2020).
Risoles adalah makanan ringan yang berisi bermacam-macam sayuran, yang kemudian dilapisi dengan adonan tepung dan telur. Adonan yang berisi sayuran tersebut kemudian digoreng hingga kecoklatan. Pada umumnya risoles yang dijual, hanya berisi sayuran seperti wortel dan buncis. Tetapi dengan berkembangnya inovasi dan kreatif dalam kuliner, kini banyak ditemui risoles dengan berbagai macam varian isi yaitu, risoles berisi macaroni, daging ayam, daging sapi, keju, dan telur rebus. Risoles berasal dari bahasa Belanda “rissole” yaitu pastry berisi daging cincang yang dibungkus dadar dan diolah dengan cara digoreng.Menurut Wikipedia Indonesia, Risoles dulunya disebut roinsolles, mulai dikenal pada abad ke-13. Penampilannya sama sekali berbeda dengan yang sekarang.Cara memasaknya yaitu dengan dibungkus dengan kulit pastry (kulit lumpia), lalu digoreng atau dipanggang. Jajanan ini bisa dibuat asin dan manis. Untuk yang manis, setelah digoreng jajanan ditambahkan taburan gula halus dan saus buah.
Pada pekembangan saat ini banyak berbagai macam aneka risoles dengan cita rasa yang lezat dan isinya pun dapat berupa daging ayam,daging sapi,ikan ,jamur,wortel,atau buncis.Ibu Rumiyati ini merupakan salah satu pengusaha makanan tradisional di desa Pudak Payung semarang ,bereneka ragam makanan di produksi olehIbu Suratmi. Selain itu juga banyak dari teman atau tetangga yang ikut menitipkan makanan untuk dibeli oleh konsumen.Menurut observasi yang kami lakukan bahwasanya dengan adanya aneka makanan tradisonal yang beraneka ragam akan menjadikan daya pikat tersendiri bagi konsumen.Produk ini tidak mengandung pengawet dan bahan pewarna yang tidak berbahaya ,dan makanan risoles ini dapat dikonsumsi oleh semua kalangan baik anak anak sampai dewasa dan bahkan lansia.Kelebihan dari produk ini diharapkan dapat meningkatkan daya Tarik masyarakat untuk mencoba dan membeli produk makanan tersebut. Ada lagi yang bisa dibilang hampir mirip dengan risoles dan kroket , yaitu lumpia makanan khas kota semarang ini juga mempunyai bentuk yang agak mirip dengan risoles dan kroket tapi lumpia mempunyai isi atau rasa yg berbeda, di kota asalnya Lumpia ini berisi rebung namun saat ini lumpia sudah bisa di inovasi kan dengan berbagai isi bukan hanya rebung karena rebung juga agak sulit dicari , dan tidak semua orang menyukai rebung. Lumpia terbuat dari kulit yg diisi adonan isi, dan digoreng.Penampilannya mulus dan kaku, rasanya juga lebih renyah, karena tidak dipanir sebelum digoreng.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana hasil survey data pelaku UMKM Kelurahan Pudak Payung Kabupaten Semarang?
  2. Bagaiamana gambaran Profil dan permasalahn produk usaha UMKM ?
  3. Bagaimana proses pelaksanaan pelatihan dan penggunaan media gital berupa aplikasi sebagai branding produk dan strategi pemasaran ?
  4. Bagaimana hasil pelatihan dan penmggunaan media digital berupa aplikasi dalam menunjang keberhasilan usaha UMKM?

Tujuan Kegiatan

  1. Memberikan pengetahuan, pemahaman dan keahliaan dalam penggunaan media digital melalui berupa aplikasi
  2. Meningkatkan mutu produk usaha melalui pembuatan branding produk
  3. Memperluas pemasaran usaha pelaku UMKM melalui penggunaan aplikasi market pelce
  4. Memberikan kesejahteraan bagi masyarakat pelaku usaha UMKM



Nilai Positif Bagi Pelaku UMKM

Nilai postif bagi pelaku UMKM adalah memberikan keahliaan dalam penggunaan media digital berupa aplikasi dalam meningkat mutu produk di Kelurahan Pudak Payung Kabupaten Semarang agar dapat dikenal banyak masyarakat. Meningkatkan strategi pemasaran yang dapat diaskse secara online melalui jaraingan internet melalui pemanfaatan media digital. Meningkatkan keterjangkauan konsumen dalam membeli produk yang dapat diakses melalaui aplikasi market palce serta meningkatkan hasil pendapatan bagi pelaku UMKM yaitu Ibu Suratmi yang bertempat tinggal di kelurahan Pudak Payung Semarang.

Keberlanjutan Proses
Keberlanjutan proses selanjutnya adalah melalukan edukasi dan pelatihan kepada Ibu Suratmi selaku pelaku UMKM dalam penggunaan media digital yang berupa aplikasi. Upaya yang dilakukan yaitu pembuatan logo untuk branding produk dalam meningkatkan mutu kualitas produk usaha. Kemudian pembauatan pamflet sebagai stertaegi pemasaran yang disebarkan di media sosail agar memikat para konsumen untuk membeli. Pelatihan penggunaan aplikasi market place sendiri untuk memudahkan bagi pelaku UMKM dalam memasarkan produk secara online, sehingga dengan mudah dijangkau oleh masyarakat.

GAMBARAN MASYARAKAT PELAKU UMKM

Profil Pelaku UMKM


1. Nama Usaha : Kampung Jajanan Pasar
2. Bidang Usaha : Makanan Jajanan Pasar
3. Alamat Usaha : Jl.Siroto 4 gang 1 RT 03/RW 07, Kelurahan Pudak Payung Kabupaten Semarang
4. Tahun berdiri : 2019
5. Nama Pemilik : Bu Suratmi
6. Produk Usaha : Risoles,Lumpia dll

Permasalahan Produk Usaha
Permasalahan yang dialami dalam produk usaha ini ialah kurangnya pemanfaatan teknologi sebagai media promosi/pemasaran walaupun masih hanya menggunakan platform.Dimasa pandemi covid-19 penguasaha pembuat risoles ini mengalami penurunan permintaan akibat adanya pembatasan sosial yang merupakan kebijakan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus covid-19 sehingga proses promosi hanya dilakukan di lingkup dekat.Kenaikan harga pokok/sembako juga menjadi permasalahan untuk dalam produksi khusunya menentukan modal dan harga jual.Harga jual risoles menjadi meningkat akibat kenaikan harga bahan pokok sedangkan konsumen menginginkan harga risoles tidak naik karena produk ini didistribusikan dari tangan ke tangan.Tidak hanya itu,keterbatasan tenaga kerja yang dilakukan dalam usaha ini menjadi permasalahan.Dimana permintaan konsumen banyak sedangkan produksi tidak bisa maksimal akibat tenaga kerja yang minim

SOLUSI PERMASALAHAN
Produk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah ) memiliki peran sebagai penunjang keberhasilan pertumbuhan ekonomi negara. Halnya produk Jajanan pasar tradisional kue Risoles menjadi salah satu produk usaha UMKM guna menunjang kebutuhan ekonomi masyarakat di Desa Pudak Payung. Usaha yang dijalankan oleh Ibu Suratmi sudah berjalan selama 3 tahun di awal kondisi pandemic covid-19. Hal tersebut menjadi pengoptimalisasian dalam penggunaan media digital sebagai sarana pemasaran di kondisi pandemi covid 19. Produk UMKM kue Risoles yang terkenal dengan sebutan Jajanan Pasar Tradisonal menjadi salah satu penunjang keberhasilan pada UMKM yang dijalankan oleh masyarakat Kelurahan Pudak Payumg. Produk Usaha yang dijalankan oleh Ibu Suratmi mampu menjawab permasalahan yang sebelumnya telah dijelaskan dalam bagian permsalahan, sehingga dapat dilakukan dengan beberapa pengupayaan yaitu sebagai berikut :

Pelatihan Penggunaan Media Digital Sebagai Penunjang Keberhasilan Produk Usaha UMKM
Perkembangan zaman diera digital membuat perubahan secara signifikan, salah satunya sebagai alat pemasaran produk usaha melalui media digital. Pemasaran menggunakan media digital dipicu karena semakin berkembangnya teknologi canggih, seperti gadget, tablet,dan media sosial. Pemasaran melalui media digital dapat bertahan dengan jangka panjang melalui internet dan e-commerce, iklan dan desaian. Solusi yang ditawarkan terkait strategi pemasaran yang digunakan dalam memasarkan produk Usaha Ibu Suratmi yang berlokasi Jalan Siroto 4 Gang, Rt 1/ Rw 7 Kelurahan Pudak Payung Kabupaten Semarang.
Penggunaan media digital menjadi salah satu solusi untuk menunjang kualitas branding produk usaha yang dimiliki oleh pelaku masyarakat UMKM. Pelatihan penggunaan media digital yang dikenalkan oleh Ibu Suratmi yang memiliki produk jajanan pasar tradisonal yaitu Risoles diharapkan dapat membantu beliau dalam branding produk mengingat ketatnya persaingan produk dalam pemasaran. Penggunaan media digital yang ditunjukkan yaitu menggunakan beberapa aplikasi, seperti desaian grafis, fotografi dan video grafis. Aplikasi media digital tersebut digunakan untuk membuat desaian logo produk dan pamflet sebagai strategi pemasaran melalui media sosial nantinya. Pelaku masyarakat UMKM akan diperkenalkan dan dilatih menggunakan beberapa aplikasi yang akan digunakan, terutamanya Ibu Suratmi yang masih terkendala dalam penggunaan teknologi media digital dalam strategi pemasaran. Sehingga upaya yang pelatihan penggunaan media digital dengan menggunakan beberapa aplikasi sebagai proses pembuatan desaian logo dan pamflet sebagai strategi pemasaran diharapkan mempu menunjang keberhasilan usaha yang dimiliki oleh pelaku UMKM.

Pelatihan Penggunaan Aplikasi Canva Sebagai Pembuatan Logo Produk dan Pamflet Upaya Untuk Strategi Pemasaran
Pelatihan penggunaan aplikasi Canva bertujuan untuk memberikan branding pada produk agar terlihat menarik untuk dipasarkan. Pembuatan pamflet memiliki tujuan sebagai media iklan yang nantinya akan di promosikan di berbagai media sosial. Aplikasi Canva merupakan aplikasi yang digunakan untuk membuat desaian grafis, poster, presentasi dan konten. Pelatihan penggunaan aplikasi canva ini sebagai bentuk promosi yang berupa gambar guna menjadi salah satu daya tarik konsumen. Aplikasi menjadi solusi permasalahan terhadap pelaku UMKM sebagai media pemasaran melalui media sosial. Canva memberikan kemudahan dalam pembuatan logo dan pamflet serta menyediakan tamplate berbagai macam desaian. Logo produk usaha yang dibuat yaitu “ Risoles Pupay (Risoles Pudak Payung)”. Nama logo tersebut dijadikan sebagai daya tarik konsumen. Proses pembuatan logo produk peneliti akan mengarahkan bagaimana menggunakan aplikasi Canva dalam membuat logo dan pamflet. Berikut ini langkah pelatihan penggunaan aplikasi canva dan pemasaran melalui media sosial kepada pelaku UMKM :
1. Langkah pertama, Ibu Suratmi akan diarahkan terlebih dahulu untuk mendaftar sebagai anggota.. Penggunaan Canva dilakukan secara online di halaman www.canva.com.

Gambar 1. Halaman Login Canva
Gambar 2. Laman Setelah Login



2. Langkah kedua, akan diarahkan dalam pembuatan logo dan pamflet produk serta menunjukkan isi berbagai tamplate yang ada dalam Canva yang dapat dijadikan sebagai pembauat logo dan pamflet dengan mudah.

Gambar 3. Tamplate Pembuatan Logo
Gambar 4. Logo Yang Telah Dibuat
Gambar 5. Pamflet yang Telah Dibuat


3. Langkah ketiga, setelah selesai membuat logo dan pamflet peneliti membantu dalam memasarkan produk melalui berbagai media sosial, seperti Instagram, Whaatsapp, Facebook dan lainnya. Pelaku UMKM juga akan dilatih bagaimana menggunakan semua media sosial guna sebagai daya tarik konsumen.



Gambar 6. Postingan Pamflet di Media Sosial
Whatsapp, Facebook, dan Instagram

Setelah pelatihan selesai dan pelaku UMKM dengan mudah memahami penggunaan aplikasi canva sebagai media untuk membuat desaian produk. Selaku pelaku UMKM Ibu Suratmi mulau mempraktikan dengan sendirinya dengan menggunakan berbagai tamplate dan tersedianya katalog sesuai kebutuhan yang diinginkan guna dalam mempromosikan produknya yaitu Risoles Pupay yang menjadi ciri khas jajanan pasar tradisional Kelurahan Pudak Payung Kabupaten Semarang.
Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Market Place Pada Pelaku UMKM Sebagai Media Pemasaran Online
Pemanfaatan aplikasi market place untuk saat ini memberikan kemudahan baik kepada pelaku UMKM dan konsumen dalam bertransakasi. Bagi pelaku UMKM memudahkan dalam memasarkan produknya keseluruh wilayah baik lokal maupun luar negeri. Sehingga peneliti memberikan edukasi kepada pelaku UMKM tepatnya di Kelurahan Pudak Payung Kabupaten Semarang agar produk usahanya terkenal oleh seluruh masyarakat Indonesia. Meningkatkan pemasaran melalui penggunaan aplikasi market place saat ini yang popular dikalangan masyarakat Indonesia adalah Shoope dan Goofo. Mengingat daya tahan Risoles Pupay tidak bertahan untuk satu minggu, peneliti berusaha memberikan edukasi dalam pembelian melalui media online pengemasan produk dapat di Frozen terlebih dahulu agar daya tahan makanan dapat bertahan lama setidaknya sekitar 5 hari. Kedua aplikasi menawarkan berbagai promosi dan ongkir gratis bagi pengirim dan menawarkan berbagai kemudahan lainnya.

Gambar. Aplikasi Shoope


Gambar. Aplikasi Goofood di Laman Gojek

Selanjutnya, para tim peneliti memberikan edukasi dan mengajarkan cara menggunakan aplikasi Shoppe dan Gofood serta bagaimana penggunaan kedua aplikasi tersebut. Harapannya penggunaan Aplikasi market place Shopee dan Gofood dapat menjual hasil usaha produksinya Ibu Suratmi pelaku UMKM juga sangat terbantu untuk pelatihan ini guna dalam memperluas pemasaran. Akan tetapi dalam memanfaatkan market place membutuhkan waktu cukup lumayan lama agar usaha produk dapat terkenal dikalangan masyarakat. Hal tersebut, membutuhkan promosi dengan memanfaatkan media sosial dan penjualan secara offline agar popularitas usaha tetap berkembang kedepannya. Demikian, harapanya penggunaan media digital dan market place sebagai solusi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM dengan memberikan pelatihan guna dalam memperluas pemasaran melalui media sosial. Mengingat bahan pokok produk terus meningkat berharap dengan adanya startegi pemasaran melalui media sosial dapat membantu meningkatkan hasil pendapatan produksi, sehingga pengeluaran dan seimbang ataupun mendapatkan keuntungan.

KESIMPULAN
Memulai usaha UMKM jajan tradisonal risoles di daerah pudak payung memang tidak mudah, namun membutuhkan strategi yang tepat. Dalam mamulai UMKM, pengembangan usaha dituntut untuk dapat memunculkan ide-ide dalam menjalankan usaha, misalnya pembuatan logo sebagai branding produk dan mempromosikan produk jajanan tradisonal dalam bentuk pamflet yang menarik di media sosial supaya produk semakin terkenal dikalangan masyarakat baik luar maupun dalam daerah kelurahan pudak payung.
Dalam menjalankan UMKM tidak akan selalu mulus, namun akan ada hambatan dan rintangan yang harus diatasi dan dihadapi. Sebagai pelaku UMKM, bagaimana kita menerapkan strategi dalam pengembangan bisnis, keterampilan pemecahan masalah, dan bagaimana kita menerapkan strategi dalam memasarkan produk yang akan kita sampaikan kepada konsumen. Biarkan pelanggan mendapatkan kepuasan mereka sendiri

METODA PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan dalam mengoptimalkan penggunaan media digital kepada pelaku UMKM untuk memberikan kualitas mutu guna meningkatkan daya saing Risoles Pupay terdapat beberapa tahap pelaksanaan yaitu sebagai berikut :
1. Tahap Pra Persiapan

  • a)Waktu : Bulan ke- 1
  • b) Tempat : Survei Lapangan Di Kelurahan Pudak Payung Kabupateng Semarang
  • c) Pelaku : Tim Pelaksana
  • d) Pelaksanaan survey bertujuan untuk melihat pelaku usaha UMKM di Kelurahan Pudak Payung Kabupaten Semarang.
  • e) Pencarian dan pengumpulan data dengan mencari jenis produk usaha kepada pelaku UMKM untuk dianalisis dan perlu dikembangkan kualitas mutu produk.
  • f) Melakukan analisis kelebihan dan kekurang produk pelaku UMKM
  • g) Mencari masalah dan memberikan solusi atas permasalahn yang dihadapi pelaku UMKM.
  • h) Memberikan dukungan sarana dan prasarana berupa media digital untuk pembuatan logo produk, pamflet dan market place.

2. Tahap Persiapan

  • Waktu : Bulan Ke-2
  • Temapat : Desa Siroto, Kelurahan Pudak Payung Kota Semarang
  • Pelaku : Tim Pelaksana Kegiatan
  • Menyusun konsep dalam memberikan pelatihan Penggunaan media dan pengembangan produk pelaku UMKM
  • Mengidentifikasi penggunaan aplikasi media digital yang akan digunakan dalam pengembangan produk usaha UMKM dan strategi pemasaran melaui media sosial
  • Menyusun perencanaan dan menyempurnakan konsep

3. Tahap Pelaksanaan

  • Waktu : Bulan Ke-2
  • Tempat : Rumah Pelaku Usaha UMKM
  • Pelaku : Tim Pelaksana
  • Memberikan pengenalan mengenai media digital yang akan digunakan berupa aplikasi canva dan aplikasi market palace sebagai pengembanagn dan meningkatkan branding produk berupa pembuatan logo. Kemudian pembuatan pamflet sebagai strategi pemasaran yang akan ditunjukan kepada konsumen melalui media sosial
  • Memberikan peltihan terhadap pelaku UMKM cara penggunaan media digital dalam pembuatan logo dan pamflet.
  • Memberikan pelatihan terhadap pelaku UMKM cara penggunaan market pelce dalam membuka toko secara online di Shoope dan Gofood di aplikasi Gojek.

4. Tahap Evaluasi

  • Waktu : Bulan ke-2
  • Tempat : Universitas Negeri Semarang
  • Pelaku : Tim Pelaksana
  • Melakukan evaluasi hasil dari pelatihan penggunaan aplikasi media gital melalui aplikasi canva dan market place guna dalam mengembangakan peroduk usaha UMKM.
  • Menacari kelermahan konsepan dan pelatihan penggunaan media digital dalam mengemabangkan produk usaha UMKM
  • Menyempurnakan hasil pelatihan dan edukasi penggunaan media digital terhadap pelaku UMKM dalam mengembanagkan produk Usaha UMKM.
  • Pelaksanaan edukasi dan palatihan penggunaan media gital bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan produk usaha agar dapat mampu memiliki daya saing tinggi dan memiliki pemasaran yang luas. Berharap untuk kedepanya produk usaha UMKM dapat berkembang dengan luas banyak dikenal masyarakat sebagai ciri khas jajanan tradisonal Kelurahan Pudak Payung Kabupaten Semarang. Meningkatnya perkembangan usaha UMKM dapat membantu pertumbuhan ekonomi negara Indonesia.

LAMPIRAN

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, G., Oktavianto, H., Habibie, E. Y., & Hadiyatullah, A. W. (2020). Pelatihan Digital Marketing Pada UMKM Sebagai Penunjang Kegiatan Promosi dan Pemasaran. Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage1(2), 88-92.

Rosyidi, Suherman. Pengantar Teori Ekonomi Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro & Makro, Jakarta: Rajagrafindo persada, 2011.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha 83 − 74 =