TANTANGAN MILENIAL DAN GEN Z DI MEDIA SOSIAL

Di antara generasi milenial dan generasi Z, kalian termasuk generasi yang mana? Tahukah kalian, apa perbedaan antara generasi milenial dan generasi Z?

Generasi milenial atau disebut juga sebagai generasi Y merupakan sekelompok orang yang lahir pada kisaran 1981 – 1995. Sedangkan, generasi Z atau akrab disebut Gen Z merupakan peralihan dari generasi Y, yaitu sekelompok orang yang lahir pada rentang tahun 1996 hingga 2010.

Kedua generasi ini termasuk dalam generasi yang up to date terhadap isu yang tersebar di internet atau media massa, terutama gen Z yang tidak bisa lepas dari internet karena mereka lahir dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi. Mereka adalah generasi yang melek akan teknologi sehingga selalu mengikuti perkembangan informasi dan kecanggihan teknologi yang terjadi di dunia ini, salah satunya contohnya adalah dalam menggunakan media sosial melalui ponsel pintarnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa di jaman sekarang, hampir seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan dan usia memiliki dan menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memperoleh dan berbagi informasi dengan publik. Namun, kebanyakan dari pengguna media sosial tersebut merupakan orang-orang dari generasi milenial dan generasi Z.

Menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlein, media sosial adalah sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content. Secara umum, media sosial juga dapat diartikan sebagai media online yang memungkinkan penggunanya dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan membuat konten seperti blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia maya. Blog, jejaring sosial, dan wiki adalah bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia. Di kalangan milenial dan gen Z, jejaring sosial adalah jenis media sosial yang paling sering digunakan, seperti Instagram, Facebook, Twitter, Whatsapp, Tiktok, Youtube, dan masih banyak lagi.

Media sosial memiliki berbagai dampak positif. Di antaranya adalah :

  1. Memudahkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang
  2. Mampu menyebarkan informasi secara cepat
  3. Memiliki biaya yang lebih murah
  4. Jarak dan waktu bukan lagi menjadi masalah
  5. Memberikan sarana baru bagi banyak orang untuk mengekspresikan dirinya.

Dibalik dampak positif yang ada, media sosial juga memiliki beberapa dampak negatif. Di antaranya adalah :

  1. Membuat orang-orang menjadi kecanduan terhadap internet
  2. Membuat interaksi secara tatap muka cenderung menurun
  3. Dapat menimbulkan konflik
  4. Dapat membocorkan hal-hal yang bersifat privasi
  5. Rentan terpengaruh oleh hal-hal buruk dari orang lain.

Dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh adanya media sosial, hal tersebut menjadi suatu tantangan dalam menggunakan media sosial bagi semua orang, khususnya bagi milenial dan gen Z yang sulit terlepas dari ponsel pintar dan internet.

Berikut ini adalah tantangan milenial dan gen Z di media sosial.

  1. Berita bohong atau hoax

Sebagai netizen yang bijak, kita tidak boleh terpengaruh oleh berita hoax yang tersebar di internet. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari berita hoax, di antaranya adalah membaca terlebih dahulu isi beritanya dan jangan langsung menyebarkannya tanpa mengetahui dan memahami isi berita, cek faktanya, jangan menelan mentah-mentah informasi yang ditemukan di internet, membaca berita hanya dari sumber yang layak dipercaya, dan selalu ingat bahwa tidak semua yang dibaca di internet dan media sosial adalah benar.

  1. Konflik di media sosial

Dalam dunia internet seringkali terjadi konflik di media sosial, salah satu contoh yang paling sering menjadi penyebabnya adalah adanya perbedaan pendapat yang diutarakan oleh antar netizen di media sosial. Kurangnya rasa toleransi dan menghargai perbedaan yang ada dapat memicu timbulnya konflik. Oleh karenanya, kita harus mengerti dan memahami bagaimana etika dalam bermedia sosial agar tidak memicu timbulnya konflik ketika berkomentar atau mengutarakan pendapat di media sosial.

  1. Kriminalitas di media sosial

Ada beberapa macam kriminalitas yang dapat terjadi di media sosial, di antaranya adalah penipuan berkedok jual beli online; pembajakan akun media sosial; penculikan, pemerkosaan, penggelapan; dan prostitusi online. Hal ini menjadi tantangan bagi para pengguna media sosial agar dapat menggunakan akun media sosial pribadi dengan sebaik-baiknya dan tidak digunakan untuk melakukan kejahatan. Selain itu, kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial agar tidak menjadi korban kejahatan.

Dari tantangan-tantangan yang dihadapi oleh milenial dan gen Z di media sosial, dapat disimpulkan bahwa kita perlu belajar, mengerti, dan memahami etika-etika dalam bermedia sosial.

Posting yang penting, bukan yang penting posting!

Tujuannya agar media sosial yang kita miliki dan gunakan dapat menjadi suatu hal yang tidak merugikan banyak orang dan justru dapat bermanfaat bagi banyak orang. Ada beberapa tips bijak dalam menggunakan media sosial, yaitu sesuaikan penggunaan media sosial dengan kebutuhan atau minat, batasi penggunaan media sosial agar tidak kecanduan, dan alokasikan waktu agar tetap mendapatkan informasi terkini tanpa takut kehilangan waktu untuk melakukan aktivitas penting lainnya.


You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.