Cara Mudah Mendeteksi Akun Media Sosial yang Berisiko Diretas

Sekarang ini hampir seluruh orang menggunakan media sosial, bahkan media sosial memainkan peran kunci dalam kehidupan setiap orang.

Walaupun mungkin banyak orang-orang tua yang memandang bahwa media sosial ini hanyak berdampak buruk pada generasi muda.

Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, akan tetapi disamping itu media sosial ini memiliki banyak manfaat apabila kita gunakan secara bijak.

Salah satunya adalah sebagai media pembelajaran, yang mana di masa pandemi seperti sekarang ini, kegiatan belajar mengajar lebih baik dilakukan dirumah, manfaat lainnya yaitu media sosial digunakan sebagai sarana unutk mengekspresikan kreatifitas, sarana untuk merasaakan eksposur global, untuk mencari peluang kerja, pengembangan diri, dan masih banyak lainnya.

Bahkan sekarang ini banyak orang yang menjadikan media sosial sebagai sumber penghasilan mereka, baik itu sebagai media unutk mempromosikan barang dagangan atau jasa mereka, dan juga sebagai konten creator.

Akan tetapi di zaman yang serba canggih ini, ada segelintir orang yang tidak bertanggung jawab, yang lebih mengetahui tentang IT justru melakukan peretasan terhadap akun-akun media sosial milik orang lain, dengan tujuan tertentu ataupun hanya untuk iseng saja.

Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui apakah akun media sosial pribadi kita, berisiko unutk diretas atau tidak, sehingga kita dapat meningkatkan keamanan akun media sosial kita.

Berikut ini adalah beberapa situs, yang dapat kita akses untuk mengetahui apakah akun media sosial yang kita gunakan, beresiko untuk diretas.

  • Have I Been Pwned (HIBP)

Have I Been Pwned merupakan salah satu situs yang dapat kita akses untuk mengecek apakah akun kita pernah bocor atau belum. Cara kerja situs ini adalah dengan melacak kebocoran data yang menggunakan email, dengan memasukkan alamat e-mail ataupun username pada laman https://haveibeenpwned.com/ kemudian situs ini akan menampilkan hasil pemeriksaan. HBIP juga dapat memeriksa akun untuk tautan langsung ke akun tertentu. Melalui fitur ini, kita akan memperoleh hasil untuk satu alamat e-mail tertentu, terutama jika hendak melakukan banyak pencarian ulang.

  • Avast Hack Check

Cara kerja Avast Hack Check ini sama dengan HIBP, kita tinggal mengkasesnya melalui  https://www.avast.com/hackcheck/ kemudian masukan alamat e-mail yang digunakan untuk media sosial di kolom pemeriksaan. Setelah itu, Avast akan mengirimkan hasil pemeriksaan ke alamat e-mail yang Anda periksa secara detail, termasuk saat terhubung dengan situs mana. Pada lain kasus, password yang sudah bocor dalam bentuk terenkripsi juga bisa terdeteksi. Artinya, password sebenarnya tidak terbaca tanpa adanya bantuan pengetahuan khusus, tetapi memiliki potensi bocor. Oleh karena itu, disarankan untuk mengubah seluruh password yang digunakan pada alamat e-mail tersebut. 

  • 1Password

Berbeda dengan HIBP dan Avast Hack Check, 1Password tidak menggunakan alamat e-mail, melainkan menggunakan password, caranya adalah dengan mengakses laman https://1password.com/ kemudian kita tinggal memasukan password yang kita gunakan pada alamat e-mail kita, kemudian 1Password akan memperingatkan apabila password yang kita gunakan telah disusupi. 1Password mampu menyimpan kata kunci dalam sebuah database terenkripsi, dan juga menghasilkan password untuk setiap situs dan layanan.  Fitur Watchtower dalam 1Password memungkinkan pembaruan dapat diterima setiap ada pelanggaran keamanan baru yang dilaporkan dan ditambahkan ke dalam database HBIP. Jadi, pengguna tidak harus secara manual memasukkan setiap kata sandi yang ingin diperiksa.  Secara otomatis, fitur Watchtower ini memberi tahu pengguna jika ada peretasan kata sandi yang ditemukan.

Nah.. untuk lebih jelasnya, silakan simak video berikut:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.