Penerapan Gerakan Literasi Digital di Sekolah Dasar untuk Memperkuat Pendidikan Karakter Peserta Didik Sekolah Dasar

PENDAHULUAN

Pesatnya perkembangan teknologi di abad 21 ini berarti semua aspek kehidupan bergantung pada teknologi, termasuk pendidikan.  Media digital menjadi keunggulan dalam meningkatkan literasi digital dalam dunia pendidikan. Ruang interaksi yang semakin terbuka membuat media digital menjadi media komunikasi pilihan. Pendidikan memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan standar kualitas sumber daya dalam kehidupan sosial masyarakat di seluruh dunia.

Adanya Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0 di bidang pendidikan bertujuan untuk membawa perubahan pembelajaran di sekolah. Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0 saling terkait, yang memberikan tantangan besar bagi semua sektor masyarakat. Salah satu permasalahan tersebut dapat dilihat dari dunia pendidikan. Pendidikan di era Revolusi Industri 4.0 menghadapi tantangan dan tuntutan terhadap kualitas generasi penerus yang berdaya saing tinggi dan memanfaatkan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi membutuhkan disiplin pendidikan untuk menghasilkan inovasi di berbagai sektor pendidikan. Tanpa adanya talenta yang mumpuni tidak mungkin dapat berinovasi dan mencapai tujuan (Suwandi, 2019).

Pendidikan abad 21 berarti bahwa guru harus terbiasa menggunakan teknologi sebagai alat pembelajaran, karena dapat digunakan untuk membantu peserta didik belajar lebih banyak tentang dunia di sekitar mereka, dan terutama mereka yang ingin meningkatkan kemampuan mereka untuk belajar (Nurkhabiba, 2019).

Pendidikan sekolah dasar meletakkan dasar untuk pendidikan lebih lanjut. Peserta didik sekolah dasar belum tertular sifat-sifat buruk, sehingga pendidikan karakter pada usia sekolah dasar akan lebih banyak memberikan kesempatan untuk menanamkan sifat-sifat positif pada peserta didik. Dengan demikian, di tingkat sekolah dasar merupakan peluang besar yang harus diwujudkan secara bersama-sama untuk mengembangkan sikap dan kepribadian positif peserta didik.

Untuk membentuk karakter anak sekolah dasar tentunya dilakukan dengan strategi dan metode yang berbeda-beda. Dapat dilakukan di dalam proses belajar mengajar atau di luar proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar dengan penataan atau penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif. Dengan membuat memberikan motivasi inspiratif dan menampilkan gambar berdasarkan pertumbuhan karakter anak.

Oleh karena itu, pendidikan abad 21 melalui gerakan literasi digital penting dalam membantu meningkatkan pendidikan karakter, karena membantu mengatasi beberapa permasalahan di sekolah. Menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter sejak dini akan meningkatkan pola pikir dan perilaku peserta didik menjadi lebih baik.

PEMBAHASAN

Literasi Digital

Literasi digital merupakan keterampilan yang dimiliki setiap manusia untuk mengetahui dan memahami teknologi dan informasi serta mampu menerapkannya dalam kaitannya dengan segala kebutuhan. Teknologi terus maju dan ini berarti bahwa setiap orang perlu terus mempelajarinya untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin pesat. Budaya literasi merupakan cara berpikir dan hidup yang dibentuk berdasarkan perkembangan zaman. Keterampilan literasi yang tinggi sangat mempengaruhi perolehan berbagai informasi yang berkaitan dengan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Gerakan literasi sekolah merupakan bentuk kesadaran pemerintah akan pentingnya membangun budaya literasi dalam dunia pendidikan guna menciptakan sumber daya manusia yang memiliki karakter dan kepribadian yang cerdas dan kreatif. Gerakan literasi sekolah merupakan upaya partisipatif yang dapat berhasil jika semua pihak saling bekerja sama.

Literasi lebih dari sekedar kegiatan membaca dan menulis, tetapi mencakup kemampuan untuk menggunakan sumber pengetahuan, termasuk cetak, virtual, dan digital, untuk berpikir kritis dalam segala kegiatan. Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara, atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Oleh karena itu, dengan diadakannya gerakan literasi digital ini diharapkan dapat menanggulangi permasalahan rendahnya literasi masyarakat Indonesia.  Upaya penanggulangan pemasalahan tersebut dengan diadakannya literasi di sekolah karena terpantau oleh guru sehingga dapat terlaksana dengan baik.

Pendidikan Karakter Peserta Didik Sekolah Dasar

Pendidikan karakter sangat perlu diperkenalkan kepada masyarakat sejak dini atau lebih tepatnya pada masa usia anak sekolah dasar. Hal ini sebagai upaya untuk menciptakan karakter individu untuk memajukan suatu negara melalui akhlak yang baik. Masa pengembangan karakter terbaik adalah sejak dini. Anak usia sekolah dasar merupakan masa yang penting untuk mengembangkan karakter. Dalam pendidikan kepribadian anak, tidak hanya guru tetapi juga orang tua yang bertanggung jawab terhadap pendidikan kepribadian anak di rumah. Dalam melaksanakan pendidikan karakter, orang tua dan guru merupakan role model yang harus diteladani. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk berhati-hati dalam berbicara dan bertindak.

Pendidikan karakter anak usia sekolah dasar meliputi penanaman sikap terpuji sesuai dengan ajaran agama, sikap nasionalisme, masyarakat dan lingkungan sekitar anak, dan sikap terpuji yang berpihak pada kehidupan anak itu sendiri. Menumbuhkan sikap terpuji tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, diperlukan kesinambungan melalui pembiasaan.

Pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkesinambungan akan membantu anak menjadi cerdas mental dan emosinya. Kecerdasan emosional ini merupakan syarat penting dalam mempersiapkan anak untuk masa depan, karena akan lebih mudah dan berhasil bagi seseorang untuk memecahkan segala macam masalah kehidupan.

Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Sekolah Dasar Melalui Gerakan Literasi Digital

Peserta didik sekolah dasar merupakan masa dimana potensi peserta didik dapat dikembangkan secara maksimal. Pada usia ini, anak-anak lebih mungkin untuk menerima dan menyerap perilaku di sekitar mereka. Ada banyak cara untuk memperkuat pendidikan karakter pada peserta didik, dan itu harus dilakukan di berbagai tingkatan, termasuk di kelas, di sekolah, dan di masyarakat. Di antara penguatan pendidikan karakter di kelas adalah pembelajaran yang menggunakan kompetensi abad 21 dan yang terpenting mampu menerapkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi dan komunikasi.

Gerakan literasi digital dikembangkan sejalan dengan evolusi pembelajaran di abad 21. Dengan diterapkannya literasi digital diharapkan dapat menambah wawasan yang berdampak pada kualitas pendidikan sekolah dasar. Pelatihan pembentukan karakter dapat diterapkan sebelum dan selama pembelajaran. Nilai-nilai pendidikan karakter dapat tersampaikan secara implisit dalam setiap pelajaran.

Pembentukan karakter peserta didik dilakukan dengan gerakan literasi digital di sekolah dengan cara penanaman kebiasaan menonton program tentang pendidikan dan nilai-nilai karakter bangsa melalui tayangan video sebelum pelajaran dan selama pelajaran, memasukkan nilai-nilai dari pendidikan karakter.

Pendidik melakukan pembelajaran berbasis internet dengan mengakses media online sebagai bentuk literasi digital. Manfaat literasi digital itu sendiri adalah akses informasi yang cepat. Aplikasi pembelajaran online dan aplikasi terbaru dapat membantu peserta didik untuk mengetahui informasi yang baik dan buruk dengan bimbingan guru. Literasi digital menuntut peserta didik menjadi pengguna yang cerdas.

Implementasi literasi digital dalam pendidikan karakter dengan memanfaatkan media digital berupa youtube dengan menayangkan video pembelajaran sesuai dengan materi yang akan diberikan. Misalnya, menayangkan video tentang cerita rakyat yang kemudian peserta didik diminta memperhatikan video tersebut, setelah selesai peserta didik diminta untuk menganalisis unsur intrinsik dalam video. Berdasarkan unsur intrinsik tersebut nilai-nilai pendidikan karakter dapat tersampaikan secara tidak langsung melalui tokoh, penokohan, dan amanat. Peserta didik dapat mengidentifikasi setiap peristiwa, misalnya dilihat dari karakter tokoh yang diceritakan. Hal tersebut dapat melatih sikap kritis dan kreatif peserta didik serta mampu bekerja secara mandiri.

Selain menampilkan video tentang cerita rakyat, guru dapat memberikan contoh video inspiratif dari tokoh nasional, misalnya kisah dari B.J. Habibi tentang perjalanan sukses dan perjuangan dalam hidup. Video tersebut memberikan teladan yang baik bagi peserta didik, seperti memberikan motivasi untuk selalu bekerja keras, peduli lingkungan, masyarakat, dan cinta tanah air. Dengan penayangan video dapat memiliki efek merangsang pada peserta didik. Dengan demikian, peserta didik mampu memaknai dengan jelas apa nilai pendidikan karakter yang tergambar dalam cerita-cerita tokoh nasional era perjuangan. Penyampaian pemahaman tentang nilai-nilai pendidikan karakter tersirat melalui pembelajaran.

PENUTUP

Dari paparan materi yang telah disajikan, dapat diambil kesimpulan bahwa dalam menghadapi pendidikan abad 21 saat ini, setiap lembaga pendidikan harus menerapkan kebiasaan literasi digital dengan nilai-nilai karakter bangsa saat pembelajaran di sekolah untuk membangun karakter peserta didik modern mulai dari tingkat sekolah dasar hingga memiliki pemahaman tentang dimensi literasi digital. Praktik literasi digital perlu diterapkan, baik di dalam maupun di luar sekolah, untuk menghadapi era pendidikan di abad 21 dan perkembangan teknologi. Memasuki era Masyarakat 5.0, peserta didik perlu mempelajari dunia digital secara cerdas dan bijak untuk masa depan cerah yang mereka butuhkan. Dengan mempersiapkan sistem pembelajaran yang lebih inovatif dalam dunia pendidikan dan beradaptasi dengan kurikulum sesuai perkembangan teknologi.

Link Video:

DAFTAR PUSTAKA

Khaironi, M. (2017). Pendidikan karakter anak usia dini. Jurnal Golden Age, 1(02), 82-89.

Muliastrini, N. K. E., & Handayani, N. N. L. (2021). Gerakan Literasi Digital Bermuatan Karakter Dalam Menyongsong Pendidikan Abad 21 Era Society 5.0. In Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya (No. 3, pp. 67-78).

Priasti, S. N., & Suyatno, S. (2021). Penerapan Pendidikan Karakter Gemar Membaca Melalui Program Literasi di Sekolah Dasar. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran, 7(2), 395-407.

Suwandi, S. (2019). Pendidikan Literasi: Membangun Budaya Belajar, Profesionalisme Pendidik, dan Budaya Kewiraudahaan untuk Mewujudkan Marwah Bangsa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ulfah, T. (2020). Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Melalui Gerakan Literasi Digital Di Sekolah Menengah Pertama. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan (Vol. 2, pp. 727-736).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.