Iklan, Sang Cenayang di Platform Digital

Sobat Gen Z, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan iklan, baik yang dipasang secara konvensional maupun di platform digital, seperti halnya search engine marketing, display ads, Google shoppping ads, dan yang paling sering kita temui yaitu iklan yang ada di platform sosial media.


Menurut Durianto, iklan merupakan semua aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara nonpersonal yang dibayar oleh sponsor tertentu atau pihak yang bersedia untuk menjalin kerjasama. Iklan tidak-semata-mata dibuat atau ditampilkan begitu saja, iklan harus dibuat sesuai dengan sasaran yang hendak dituju. Informative advertising, yaitu iklan yang fokus membangun edukasi kepada calon konsumen terkait dengan produknya. Reminder advertising, yaitu iklan yang mengingatkan calon konsumen terhadap suatu produk yang dipasarkan. Persuasive advertising, yaitu iklan yang mengajak atau mempengaruhi serta mengiring calon konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan.


Sobat Gen Z, pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana internet tahu bahwa kamu tertarik dengan suatu produk tertentu? Seperti cenayang saja ya!


Dalam dunia periklanan, peran Artificial Intelligence (AI) sangat penting, apalagi di industri 4.0 semakin banyak bisnis dari berbagai industri yang memanfaatkan berbagai teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan strategi pemasaran produk/jasa/perusahaan, salah satunya dengan menggunakan AI. Teknologi AI dapat membantu memenuhi sejumlah data untuk membuat prediksi tentang perilaku dan kecenderungan manusia. AI akan berinteraksi dengan konten yang dapat meningkatkan audiens, sehingga iklan dapat menjadi konten yang relevan dengan minat audiens. Misalnya, kamu sedang mencari informasi mengenai produk sneakers A melalui Google atau platform e-commerce. Lalu kamu beralih untuk berselancar di sosial media Instagram, Facebook atau yang lainnya dan bermunculan terus-menerus sebuah iklan produk sneakers A atau brand lainnya yang mirip dengan sneakers tersebut di setiap website, sosial media, hingga aplikasi/game yang kita pakai. Peristiwa ini disebut dengan retargeting advertising.


Retargeting advertising adalah taktik yang digunakan dalam melakukan pendekatan kembali pada pengunjung yang sebelumnya sudah berinteraksi pada suatu website namun belum
melakukan pembelian dengan cara menampilkan iklan produknya untuk berada di depan bounced traffic setelah pengguna meninggalkan website tersebut. Oleh sebab itu, sobat milenial tidak perlu bingung lagi mengapa internet seakan-akan seperti seorang cenayang yang bisa mengetahui apa minat dan kesukaan kita, karena hal itu disebabkan oleh retargeting advertising untuk kembali menarik perhatian kita dengan harapan membeli produk yang mereka tawarkan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha + 80 = 87