Pengaruh Game Online terhadap Moralitas Anak

Dewasa ini, Perkembangan teknologi menyebar dengan pesat di berbagai sektor. Perkembangan yang cukup besar juga terjadi pada dunia game. Terdapat jutaan game online yang tersebar di Internet. Hal yang lebih menakjubkan adalah muncul game dengan menggunakan VR. Sekarang, Game online tidak hanya bisa diakses melalui PC/Komputer, kita bisa mengaksesnya melalui gawai.

Gawai kini bukan lagi menjadi barang mewah yang hanya dimiliki segelintir orang. Gawai bahkan sekarang dimiliki oleh anak-anak. Orang tua biasanya memberikan gawai kepada anak mereka agar anak tidak rewel dan diam di rumah. Bisa diperhatikan, di sekitar kalian dari mulai balita hingga lansia memiliki gawai. Jika gawai bisa memberikan dampak negatif bagi orang dewasa, bagaimana dengan anak-anak yang memiliki gawai?

Anak-anak biasanya menggunakan gawai untuk bermain game. Perkembangan teknologi membuat anak-anak yang dulunya bermain game offline seperti Subway Surf, Pou, Cooking mama, dll. menjadi bermain game online seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, FreeFire, dan masih banyak lagi. Hal ini tentu akan membawa perubahan yang signifikan karena kita berinteraksi dengan orang lain saat bermain game online. Orang yang kita temui bisa saja memiliki perilaku yang buruk, seperti berkata kasar.

Hal tersebut membawa dampak negatif bagi perangai anak, karena anak cenderung menirukan apa yang dilihat dan didengarnya. Sudah banyak kasus bagaimana game online mempengaruhi moralitas anak-anak. Contohnya adalah ada anak yang menirukan gerakan yang ada di salah satu game pada saat salat. Hal tersebut tentu sangat miris karena dilakukan saat sedang beribadah.

Tak hanya itu, seperti yang telah disebutkan di atas, anak zaman sekarang cenderung sekali menyebutkan kata kasar. Kebanyakan dari mereka mendapatkannya dari game online. Mereka biasanya mengucapkan kata-kata kasar tersebut sebagai bentuk luapan mara dan kesal saat sedang memainkan game online. Setelahnya, anak akan mulai terbiasa mengucapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Yang lebih buruknya lagi, mereka meluapkan kemarahan pada orang tua nya menggunakan kata-kata kasar tersebut karena sudah biasa mengucapkannya.

Hal yang membuat saya sebagai penulis merasa miris akan dampak game online terhadap moralitas anak adalah pornografi. Banyak sekali anak yang berada dibawah usia-nya mengenal pornografi melalui game online. Saya sebagai penulis juga bermain game online dan sering menjumpai pesan pesan tidak pantas yang dipublikasikan secara global. Yang mengirimkan pesan tersebut ternyata adalah anak berusia 12 tahun. Terdapat juga transaksi seperti video call berbau porno yang ada di chat global. Budaya pacaran yang mengarah kearah pornografi juga biasa ditemui di game online.

Game online membawa dampak negatif yang lebih besar daripada dampak positifnya bagi moralitas anak-anak. Untuk itu orang tua harus berperan penting dalam mengawasi apa saja yang ada pada gawai anak mereka. Karena pihak game sendiri telah memblokir kata-kata kasar tetapi mereka tetap mencari celah pada sistem. Akan lebih baik jika anak dibawah umur tidak diberikan gawai terlebih dahulu atau jika memang terpaksa diberi batasan khusus dalam penggunaannya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha 16 − 14 =