Mengenal dan Memahami Era Digital


Abstrak
Artikel ini mengeksplorasi secara terperinci bagaimana studi etnografi digunakan sebagai metode penelitian untuk media dan penelitian komunikasi dalam masyarakat informasi di era digital. Artikel ini menjelaskan tentang sebuah metode riset yaitu digital etnometodologi, sebuah metode yang menganalisis dan menggambarkan data observasi dari hasil penelitian etnografi pada komunitas seni digital. Peneliti etnografi yang berpartisipasi tidak aktif dalam masyarakat informasi sebagai subyek penelitiannya. Pendekatan etnografi bertujuan untuk menghasilkan keragaman dan kompleksitas budaya. Penjelasan deskriptif berupa kegiatan dan interaksi sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat informasi ini dapat ditampilkan secara rinci menggunakan metode etnografi. Artikel ini menggunakan pendekatan studi kualitatif deskriptif dengan studi literatur dan studi kasus penelitian aktivitas digital di komunitas seniman digital Indonesia. Hasilnya adalah metode etnografi cenderung mengarah pada studi yang tenang tentang kehidupan seharihari anggota masyarakat atau kelompok sosial (komunitas). Metode etnografi digital atau dapat disebut Digital Ethnomethodology menggambarkan pendekatan untuk melakukan studi etnografi di dunia kontemporer. Metode ini mengajak para peneliti untuk mempertimbangkan bagaimana hidup dan meneliti dalam lingkungan digital, materi, dan sensorik. Digital Ethnomethodology juga mengeksplorasi konsekuensi dari keberadaan media digital dalam membentuk teknik dan proses di mana para peneliti melakukan studi etnografi. Metode ini mempelajari dan mengeksplorasi masyarakat informasi di dimensi dunianya kemudian secara metodologis diceritakan kembali melalui laporan penelitian atau penelitian akademis teoretis.

PENDAHULUAN
Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy(1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui komputer. Globalisasi merupakan suatu proses, melainkan suatu fenomena baru karena proses globalisasi sebenarnya telah ada sejak berabad-abad lamanya. Globalisasi saat ini memiliki berbagai dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas baik dampak negatif maupun dampak positif dalam kehidupan masyarakat. Dampak-dampak tersebut telah dirasakan secara langsung oleh masyarakat dalam mobilitas kehidupan baik dampak negatif maupun positifnya.
Aspek sosial, ekonomi, agama dan budaya setiap lapisan masyarakat diperkotaan dan perdesaan secara tidak langsung terkena dampak dari globalisasi. Perubahan-perubahan tersebut memberikan dampak yang besar terhadap transformasi nilai-nilai kehidupan yang ada dalam masyarakat. Saat ini, di Indonesia dapat dirasakan betapa besarnya pengaruh kemajuan teknologi terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Teknologi informasi merupakan salah satu hal yang tidak akan terlepas dari kehidupan manusia. Teknologi informasi telah ada sejak berabad-abad yang lalu dan hingga kini masih terus berkembang.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Menurut UNESCO konsep literasi digital menjadi landasan penting dalam kemampuan memahami perangkat teknologi, informasi dan komunikasi. Salah satunya adalah dalam Literasi TIK (ICT Literacy) yang mengarah pada kemampuan teknis yang melibatkan komponen masyarakat searah dengan perkembangan budaya dan pelayanan publik yang berbasis digital. Prinsip pengembangan literasi digital menurut Mayes dan Fowler (2006) bersifat berjenjang. Terdapat tiga tingkatan pada literasi digital. Pertama, kompetensi digital yang meliputi keterampilan, konsep, pendekatan, dan perilaku. Kedua, penggunaan digital yang merujuk pada pengaplikasian kompetensi digital yang berhubungan dengan konteks tertentu. Ketiga, transformasi digital yang membutuhkan kreativitas dan inovasi pada dunia digital, karena dalam literasi digital, teknologi sangat berperan penting. Adapun pengimplementasian literasi digital dalam memberdayakan masyarakat:

1.Literasi Digital di Sekolah
Literasi digital sekolah harus dikembangkan sebagai mekanisme pembelajaran terintegrasi dalam kurikulum atau setidaknya terkoneksi dengan sistem belajar mengajar. Siswa perlu ditingkatkan keterampilannya, guru perlu ditingkatkan pengetahuan dan kreativitasnya dalam proses pengajaran literasi digital, dan kepala sekolah perlu memfasilitasi guru atau tenaga kependidikan dalam mengembangkan budaya literasi digital sekolah.

a. Penyediaan Komputer dan Akses Internet di Sekolah.
Penyediaan komputer dan akses internet merupakan salah satuupaya yang penting dalam perkembangan ilmu pengatahuanpada era digital ini. Sumber belajar yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan menggunakan akses internet dengan sangat cepat dan efisien. Kebutuhan warga sekolah terutama peserta didik dalam mempelajari ilmu teknologi informasi dankomunikasi harus ditunjang dengan ketersediaan perangkatkomputer dan internet di sekolah.

b. Penyediaan Informasi Melalui Media Digital.
Penyediaan layar dan papan informasi digital di beberapa titikstrategis di lingkungan sekolah dapat membantu warga sekolah dalam memperoleh informasi dan pengetahuan baru. Sumber-sumber tentang perkembangan ilmu pengetahuan diseluruh dunia, data real tentang sains, berita-berita terbaru, permainan yang edukatif dan menantang dan lain sebagainya yang bisa ditampilkan sebagai penambahan pengetahuan peserta didik atapun warga belajar.




SIMPULAN
Pemberdayaan masyarakat di masa Era Globalisasi agar selalu menerapkan literasi Digital agar mampu menghadapi pesatnya perkembangan dimasa yang akan datang.
Belakangan ini di tengah pandemi Covid-19 masyarakat Indonesia kembali kepadazaman yang tidak mengenal digital, artinya masih banyak masyarakat yang belum memahami tentang penggunaan digital yang tepat sasaran dan berdaya guna di era globalisasi ini. Namun, adanya literasi digital yang selalu di terapkan dikehidupan mampu memdorong kemajuan perkembangan masyarakat.
Adapun literasi yang dapat dikembangkan di masyarakat:
1)Literasi digital sekolah dimana literasi ini sekolah harus mampu menyediakan fasilitas komputer dan Akses Internet,
2) Literasi digital keluarga dimana literasi ini dimulai dari orang tua karena orang tua harus menjadi teladan menciptakan lingkungan sosial yang komunikatif dalam keluarga, 3)Literasi digital dimasyarakat dimana masyarakat dapat memanfaatkan alat-alat komunikasi dan teknologi yang sangat pesat saat ini agar mampu membuat ide baru yang terkeatif dan inovatif.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha 98 − = 91