Covid – 19 adalah buatan laboratorium(?)

Beredar suatu berita melalui salah satu aplikasi pesan singkat, yaitu WhatsApp. Dimana disebarluaskan berupa pesan berantai yang menyebutkan bahwa Virus Corona (Covid-19) yang selama ini beredar adalah hasil rekayasa genetika yang dibuat oleh salah satu Profesor di laboratorium BSL-3, North Carolina, yaitu Profesor Ralph Barrick. Pesan berantai ini dipercaya oleh beberapa penerima sehingga menimbulkan kesalahan dalam penerimaan berita. Hoax in merupakan hoax yang terjadi pada bidang kimia dan dilakukan penyebaran melalui teknologi yang merupakan bidang teknologi.

Ulasan : 

Dari hasil penelusuran, klaim bahwa covid-19 hasil rekayasa genetika sebagai senjata biologis yang berasal North Carolina, Amerika Serikat adalah salah. Faktanya, sejumlah pakar membantah klaim tersebut.

Dilansir Washington Post melalui artikel berjudul “Experts debunk fringe theory linking China’s coronavirus to weapons research” dimuat pada 29 Januari 2020, Profesor biologi-kimia di Universitas Rutgers Richard Ebright menolak gagasan bahwa virus korona baru buatan manusia.

 “Berdasarkan genom virus dan sifatnya, tidak ada indikasi apa pun bahwa itu adalah virus rekayasa,” kata Rutgers.

Tim Trevan, seorang ahli keamanan biologis yang berbasis di Maryland, mengatakan sebagian besar negara telah meninggalkan sebagian besar penelitian bioweapons mereka setelah bertahun-tahun terbukti tidak membuahkan hasil. “Sebagian besar penyakit baru yang tidak menyenangkan berasal dari alam,” katanya.

Fakta:

Pesan berantai tersebut merupakan hoax, dimana pada narasi asli yang beredar dibantah oleh situs weehingthong.org, melalui artikel berjudul “Dr Ralph Baric didn’t create Covid-19…” dimuat pada 8 Juni 2020. Artikel itu menjelaskan, klaim palsu tersebut berasal dari kelompok pro teori konspirasi.

“Penulis bahkan tidak bisa mengeja nama orang-orang penting dengan benar.

(1) Ralph Barrick seharusnya Ralph Baric.

(2) Greg Roubini seharusnya menjadi Greg Rubini.

(3) Profesor Luc Montanier atau Luc Montanille? Ini Luc Montagnier.” tulis situs itu.

Dilansir Kompas.com melalui artikel berjudul “Bukan Rekayasa Genetika, Ini Bukti Virus Corona dari Epidemi Alami” dimuat 18 Maret 2020,seorang profesor imunologi dan mikrobiologi di Scripps Research Kristian Andersen, PhD mengatakan hasil analisis data urutan genom publik dari virus corona, SARS-CoV-2 tidak ditemukan bukti epidemi virus penyebab covid-19 itu dibuat di laboratorium.

Kesimpulan: 

Dari hasil penelusuruan diatas, klaim bahwa covid-19 hasil rekayasa genetika sebagai senjata biologis yang berasal North Carolina, Amerika Serikat adalah salah. Faktanya, sejumlah pakar membantah klaim tersebut.

Pesan berantai ini adalah informasi jenis hoaks Fabricated Content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain. Jadi berhati – hatilah dalam membaca berita yang tersebar dalam dunia maya. 

Ciri – Ciri Berita Hoax:

  1. Berita hoax cenderung mengandung judul yang provokatif, mengompori yang tujuannya untuk mendorong pembaca mengklik berita itu di media sosial
  2. Nama situs media penyebar berita biasanya mirip dengan media besar yang sudah ada, seringkali juga dengan nama baru yang tidak jelas
  3. Kontennya cenderung berisi opini, tidak jelas sumber beritanya dan minim fakta
  4. Berita hoax seringkali menggunakan foto yang menipu dimana antara foto/gambar tidak relevan serta tidak nyambung dengan caption atau keterangan fotonya
  5. Akun yang menyebarkan berita biasanya baru dibuat, klonengan, abal – abal dan tidak jelas sumbernya

Cara Menanggulangi Berita Hoax:

  1. Meningkatkan literasi media dan literasi media sosial karena hal ini membentuk pemahaman masyarakat ketika menerima berita hoax
  2. Memilah informasi yang bohong dan benar dengan tidak mudah percaya dan selektif dalam menerima informasi
  3. Periksa fakta dan keaslian sebuah berita, dimana berita adalah teks yang mengandung data relevan

Jika kita mendapatkan berita hoax langkah yang harus dilakukan adalah memutus penyebaran informasi tersebut dan memberikan serta menyebarkan klarifikasi dan kebenaran atau fakta dari berita tersebut

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha 89 − 83 =