BLENDED LEARNING BERWAWASAN LITERASI DIGITAL MELALUI PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN EDMODO UNTUK UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN SEJARAH DAN MEMBANGUN GENERASI EMAS 2045

NAMA : SANIYA PUSPITASARI

NIM : 8111421003

MATA KULIAH : LITERASI DIGITAL DAN KEMANUSIAAN (HARI SELASA, JAM 07.00 WIB)

ABSTRAK

Hasil kemajuan teknologi dan informatika telah membuka kesempatan warga masyarakat dunia yang termasuk Indonesia untuk memanfaatkan produk barang elektronik, di antaranya phone seluler. Setiap jenis literasi dasar mempunyai kedudukan yang sama dengan literasi dasar lainnya untuk dikembangkan, termasuk jenis literasi digital. Keenam jenis literasi dasar dikembangkan dalam upaya mengantar warga masyarakat Indonesia memiliki keterampilan abad 21 menjadi manusia yang yang memiliki kemampuan berpikir kirtis, krearif, komunikatif dan kolaboratif serta berkarakter. Fenomena di lapangan bahwa literasi digital dan ponsel yang dapat sebagai media pembelajaran belum dikembangkan secara proposional yang dimungkinkan dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam setting Blended Learning. Selama ini literasi digital semata-mata dikenal dalam media sosial yang dapat menyampaikan berbagai informasi terkait dengan hal-hal yang dibutuhkan oleh warga masyarakat, namun masih belum dioptimalkan untuk bersinergi menunjang meningkatnya kualitas pembelajaran. Melalui literasi digital dengan media pembelajaran Edmodo, dengan media ini guru dapat memberikan sumber sejarah yang dapat diakses oleh siswa dan mengemas kegiatan belajarnya dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Edmodo dan berbasis literasi digital.

ABSTRACT

The results of advances in technology and informatics have opened up opportunities for citizens of the world, including Indonesia, to take advantage of electronic products, including cellular phones. Each type of basic literacy has the same position as other basic literacy to be developed, including the type of digital literacy. The six types of basic literacy were developed in an effort to lead Indonesian citizens to have 21st century skills to become human beings who have critical, creative, communicative and collaborative thinking skills as well as character. The phenomenon in the field is that digital literacy and mobile phones which can be used as learning media have not been developed proportionally which is possible to contribute to improving the quality of learning in Blended Learning settings. So far, digital literacy is only known in social media which can convey various information related to things needed by citizens, but it has not been optimized to synergize to support the increasing quality of learning. Through digital literacy with Edmodo learning media, with this media teachers can provide historical sources that can be accessed by students and package their learning activities by utilizing the features available in Edmodo and based on digital literacy.

PENDAHULUAN

Realitas setidaknya menunjukkan bahwa masih ditemui siswa yang kemampuan dalam mengakses media digitalnya belum diimbangi dengan kemampuan menggunakan media digital dalam memperoleh informasi. Hal ini sangat penting dimiliki oleh siswa karena jika tidak diimbangi bisa saja mereka  memperoleh informasi yang keliru, sehingga informasi yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya. Hal ini berbahaya dan harus hindari oleh siswa karena dapat memperburuk sikap dan pengetahuannya. Diantara trik untuk mengentaskan persoalan ini ialah dengan memperbaiki kemampuan literasi digital pada kegiatan belajar-mengajar.  Era digital saat ini, kemampuan literasi digital sangat dibutuhkan agar informasi yang didapatkan sesuai dengan fakta yang ada, sehingga informasi hoaks yang bertebaran di internet tidak dapat terkonsumsi oleh siswa. Hal ini juga bisa dijadikan perisai bagi siswa dalam menghadapi rintangan-rintangan di era society 5.0, seperti informasi hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi di media sosial.

digital literacy is the ability to efficiently and accurately use digital information technologies and the information retrieved from them in a variety of contexts, such as academic, career, or daily life. In other words, digital literacy is both knowing how to use technologies in today’s world as well as how to retrieve, use, and analyze information that digital media provides”. Berdasarkan  hal tersebut bahwa literasi digital adalah kemampuan untuk secara efisien dan akurat menggunakan teknologi informasi digital dan informasi yang diperoleh dalam berbagai konteks, seperti akademik, karier, atau kehidupan sehari-hari. Hal lainnya adalah bagaimana cara menggunakan teknologi saat ini dan cara mengambil, menggunakan, dan menganalisis informasi yang disediakan pada teknologi (media digital) tersebut.

Salah satu cara untuk mengakomodasinya adalah dengan menggunakan salah satu media pembelajaran Learning Management System (LMS), yaitu Edmodo. Hal ini sesuai dengan penelitian yang relevan bahwa digital literacy with edmodo is very supportive of learning. Edmodo pertama kali dikembangkan oleh Nicolas Borg & Jeff O’hara pada awal 2010. Media ini adalah salah satu e-learning yang dapat digunakan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran. Edmodo adalah aplikasi e-learning yang digunakan secara online baik itu didalam kelas ataupun di luar kelas. Aplikasi ini dapat membantu guru dan sisiwa dalam membagikan materi pelajaran berupa artikel atau e-book, melakukan diskusi online, mengumpulkan tugas, melakukan evaluasi pembelajaran, membuat kelas virtual, komunikasi online (chating), dan melihat perkembangan kemajuan nilai siswa. Edmodo merupakan situs jaringan sosial khusus untuk Pendidikan.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penulisan dari artikel ini adalah (1) Bagaimana penerapan literasi digital dengan menggunakan media pembelajaran Edmodo melalui Blended Leearning berwawasan literasi digital untuk meningkatkan pembelajaran sejarah dan membangun generasi emas 2045? (2) Bagaimana Kemampuan Literasi digital dalam menghadapi society ini diperkenalkan kepada siswa, sehingga hal tersebut dapat diaktualisasikan pada kehidupan sehari-harinya?

METODE

Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah literature review, yaitu studi yang meneliti dengan kritis pengetahuan, gagasan, atau temuan dalam literatur yang teoritis dan metodologisnya pada topik tertentu. Fokus penelitian studi pustaka ialah menemukan berbagai teori, hukum, atau gagasan yang dipergunakan untuk menganalisis dan menjawab pertanyaan kajian yang dirumuskan. Literatur review adalah cara terbaik untuk mensintesis temuan penelitian untuk menunjukkan bukti pada tingkat meta dan untuk mengungkap area di mana diperlukan lebih banyak penelitian yang merupakan komponen penting dalam menciptakan kerangka teoritis dan membangun model konseptual.

PEMBAHASAN

Penerapan Literasi Digital dengan Memanfaatkan Media Edmodo Dalam kegiatan Pembelajaran Sejarah Literasi digital yang dilakukan oleh siswa memerlukan keterampilan dan sikap dalam menggunakannya. “they described as “socially situated practices supported by skills, strategies and stances that fostered an individual’s ability to represent and understand ideas with numerous modalities and digital tools”. Dengan demikian literasi digital tidaklah semudah yang dibayangkan dan diperlukan pengetahuan terlebih dahulu dalam mempraktikannya. Literasi digital, yaitu “Digital Literacy is the awareness, attitude and ability of individuals to appropriately use digital tools and facilities to identify, access, manage, integrate, evaluate, analyse and synthesize digital resources, construct new knowledge, create media expressions, and communicate with others, in the context of specific life situations, in order to enable constructive social action; and to reflect upon this process”.

Gambar 1.Tahapan Literasi Digital Selanjutnya, untuk menuangkan penerapan literasi digital dengan Edmodo, maka  terlebih dahulu guru harus mengetahui fasilitas yang dapat digunakan pada Edmodo. Dalam aplikasi ini terdapat beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan belajar, diantaranya yaitu:

1. Group, berfungsi untuk membuat kelas digital sesuai dengan jenjang pendidikan atau tingakatn kelasnya.

2. Note, berfungsi untuk memberikan pesan/pernyataan/materi pembelajaran kepada siswa dalam kelas digital yang sudah dibuat. Dalam note juga guru dapat menyisipkan berupa, gambar, audio, video, dan lain-lain yang digunakan untuk kepentingan pembelajaran.

3. Assignment, berfungsi untuk memberikan tugas kepada siswa secara online dan dalam bagian ini juga guru dapat memberikan instruksi yang harus dilakukan oleh siswa serta sumber-sumber belajar yang dapat digunakan. Hal lainnya adalah siswa dapat mengirimkan laporan tugas yang sudah dikerjakannya dan dalam pengerjaannya pun terdapat batas waktu yang diberikan.

4. Quiz, berfungsi sebagai alat evaluasi dalam kegiatan pembelajaran dan terbagi menjadi beberapa tipe, seperti pilihan ganda, benar salah, isi di bagian yang kosong, menjodohkan, dan jawaban pendek. Terdapat juga batas waktu dalam pengerjaan soalnya dan skor akan muncul begitu selesai mengerjakan tes tersebut

5. Library, berfungsi sebagai sumber-sumber belajar, seperti e-book, artikel, video, power point, dan sebagainya

6. Message, berfungsi sebagai alat komunikasi dua arah, baik itu antar siswa atau siswa kepada guru. Adanya fasilitas-fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh guru untuk menerapkan literasi digital kepada siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang relevan terdapatbeberapa cara dalam melakukan literasi digital dalam kegiatan pembelajaran.

Dalam kegiatan pembelajaran sejarah, literasi digital dapat dilakukan di bagian kegiatan inti pembelajaran. Artikel ini akan mejelaskan proses literasi digital berdasarkan pendapat Martin dan Grudziecki yang sudah dijelaskan di atas dan implementasinya dapat dilakukan pada Kompetensi Dasar menganalisis berbagai teori tentang proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu dan Buddha ke Indonesia di kelas X. Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran, guru sejarah harus sudah meyiapkan media pembelajaran edmodonya. Siswa juga diminta untuk masuk ke akunnya masing-masing dan bergabung dengan grup kelas yang sudah dibuat oleh guru. Dalam media yang sudah dibuat, sebaiknya  guru sejarah menyiapkan jenis materi yang beragam agar menarik di mata siswa. Tidak lupa untuk menambahkan sumber-sumber belajar yang lain, seperti gambar, artikel jurnal, video atau e-book. Materi dan sumber belajar ini dapat diupload di bagian note pada edmodonya.

Gambar 2. Arahan guru kepada siswa pada fasilitas Note

Implementasi pada pembelajaran ini, sebaiknya dibuat beberapa kelompok agar  tidak terlalu berat dalam pengerjaannya. Misalkan dibuat 5 kelompok dengan tema masing-masing kelompoknya, yaitu: teori brahmana, waisya, ksatria, sudra, dan teori arus balik. Tugasnya adalah siswa diminta untuk menganalisis kekurangan dan kelebihan teori tersebut dan memberikan analisisnya bahwa teori tersebutlah yang berpotensi lebih besar mengenai kebenarannya. Dengan begitu, guru sejarah harus mampu memberikan sumber-sumber belajarnya yang berkaitan dengan tugas yang diberikan.  Proses literasi digital sudah mulai terlihat saat guru memberikan materi dan tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Tahap awal ini sudah terlihat proses statementnya, dimana siswa harus sudah memahami mengenai masalah atau tugas yang harus diselesaikan dan sudah menyiapkan solusinya. Terdapat juga proses identification dan accession, dimana siswa mulai mengidentifikasi atau memilih sumber-sumber yang sudah disediakan oleh guru dan menemukan sumber tersebut yang sesuai dengan tugasnya. Proses evaluation dan interpretation terlihat pada saat pengolahan materi dari sumber-sumber yang sudah ditentukan, sehingga dari tahap awal sampai tahap ini setiap siswa sudah melakukan kegiatan membacanya. Untuk keperluan tugas yang harus dikerjakan oleh siswa, maka dapat diupload di bagian assignment-nya dan dijelaskan secara lengkap tugas yang harus dikerjakannya agar tidak kebingungan.  Adapun  proses statement, identification dan accession, dan evaluation serta interpretation dapat terlihat saat guru mengupload tugas di fasilitas assignment pada edmodo dan siswa mengerjakan tugas yang diberikan tersebut.

Gambar 3.Proses Literasi Digital Melalui Proses Assignment Mencermati jenis literasi dasar yang dikembangkan oleh Kemendikbud (2017), setiap jenis literasi dasar mempunyai kedudukan yang sama dengan literasi dasar lainnya untuk dikembangkan, termasuk jenis literasi digital. Dikembangkannya enam jenis literasi dasar  tersebut sebagai upaya agar warga masyarakat Indonesia  memiliki keterampilan abad XXI menjadi manusia yang  memiliki kemampuan berpikir kritis, krearif, komunikatif dan kolaboratif serta berkarakter. Titik kulminasi capaian tujuan tersebut tercanang dalam membangun generasi emas Indonesia tahun 2045.

Literasi digital dalam implementasinya belum dikembangkan secara optimal dan  proposional yang dimungkinkan dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan  kualitas pembelajaran. Selama ini literasi digital semata-mata dikenal dalam media social yang dapat menyampaikan berbagai informasi terkait dengan hal-hal yang dibutuhkan oleh warga masyarakat. Fenomena yang ditemukan bahwa media sosial diposisikan sebagai sarana penyampai pesan/informasi dari pengirim pesan kepada penerima pesan sesuai dengan kebutuhan. Sesungguhnya manfaat media digital menyimpan keunggulan yang dapat diberdayakan untuk pengembangan pembelajaran secara sinergis menunjang meningkatnya kualitas pembelajaran. 

Blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran tradisonal tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan sumber belajar online dengan beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa.  Berkaitan dengan pembelajaran, pemanfaatan teknologi informasi dalam setting elearning diperlukan keterampilan guru dan dosen dalam mengemas dan membuat materi ajar,  serta merancang pembelajaran agar dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif. Dalam rancangan pembelajaran (desain instruksional) di dalamnya terdapat proses yang memandu perancang dalam hal ini guru dan dosen untuk mendesain, mengembangkan, dan menerapkan materi ajar (konten e-learning). Dengan memanfaatkan infrastruktur dan aplikasi yang tersedia pada jaringan internet atau dalam aplikasi android ponsel yang akan digunakan untuk mengakses materi ajar yang dikemas dalam eleaning diharapkan dapat meningkatkan hasil dan  kualitas belajar siswa atau mahasiswa.

Dalam implementasi e-learning, ada tahap evaluasi yang digunakan untuk revisi dan  penyesuaian terhadap tahap-tahap sebelumnya. Desain pembelajaran merupakan proses dinamis yang dimungkinkan berubah sesuai dengan informasi dan hasil evaluasi yang diperoleh bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengacu pada capaian kompetensi yang ditetapkan.

Proses literasi digital sudah mulai terlihat saat guru memberikan materi dan tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Tahap awal ini sudah terlihat proses statementnya, dimana siswa harus sudah memahami mengenai masalah atau tugas yang harus diselesaikan dan sudah menyiapkan solusinya. Terdapat juga proses identification dan accession, dimana siswa mulai mengidentifikasi atau memilih sumber-sumber yang sudah disediakan oleh guru dan menemukan sumber tersebut yang sesuai dengan tugasnya. Proses evaluation dan interpretation terlihat pada saat pengolahan materi dari sumber-sumber yang sudah ditentukan, sehingga dari tahap awal sampai tahap ini setiap siswa sudah melakukan kegiatan membacanya. Untuk keperluan tugas yang harus dikerjakan oleh siswa, maka dapat diupload di bagian assignment-nya dan dijelaskan secara lengkap tugas yang harus dikerjakannya agar tidak kebingungan.  Adapun  proses statement, identification dan accession, dan evaluation serta interpretation dapat terlihat saat guru mengupload tugas di fasilitas assignment pada edmodo dan siswa mengerjakan tugas yang diberikan tersebut.

KESIMPULAN

Penerapan literasi digital dengan memanfaatkan media edmodo pada pembelajaran sejarah dapat dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di edmodo. Fasilitas yang paling berperan adalah assignment karena di bagian ini terdapat instruksi atau tugas yang harus dikerjakan oleh siswa dan sumber-sumber yang bisa digunakan untuk mengerjakan tugas tersebut. Pada saat guru mengupload tugas di bagian assignment, proses literasi sudah mulai terlihat dengan munculnya proses statement, dimana siswa memahami masalah atau tugas  yang harus diselesaikan. Proses   identification dan accession terlihat saat siswa mulai mengidentifikasi atau memilih sumber-sumber yang sudah disediakan oleh guru. Proses evaluation dan interpretation terlihat pada saat pengolahan materi dari sumber-sumber yang sudah ditentukan. Proses integration dan analysis terlihat saat siswa menggabungkan beberapa sumber menjadisebuah tulisan baru dan mencantumkan proses analissnya. Proses sintesys, creation, dan communication terlihat saat siswa melakukan kreativitasnya dalam membuat laporan tugasnya berdasarkan sumber-sumber yang ditentukan. Blended learning dalam aktivitas pembelajaran dengan memanfaatkan internet, intranet atau ponsel sebagai media berwawasan litersi digital dalam upaya mengawal terbangunnya generasi emas tahun 2045 sebagai penciri setiap pebelajar Indonesia untuk memiliki keterampilan abad XXI, yaitu: (1) kemampuan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah, (2) pengembangan kreativitas, (3) kemampuan komunikasi dan (4) kemampuan  berkolaborasi merupakan kompetensi siswa yang harus dikembangkan. Seorang guru berkehendak merancang pembelajaran “blended learning” sebaiknya memperhatikan beberapa komponen utama, ada tujuh komponen, yaitu: (a) tujuan pembelajaran (kompetensi siswa), (b) karakteristik materi atau bahan ajar, (c) proses pembelajaran, (d) fasilitas, media dan sumber belajar, (e) karakteristik siswa, (f) waktu yang digunakan dan (g) evaluasi pembelajaran.

LINK VIDIO YOUTUBE PENJELASAN DAN TUTORIAL ARTIKEL TUGAS TERSTRUKTUR MATA KULIAH LITERASI DIGITAL DAN KOMUNIKASI

https://youtu.be/6Ff6-FlZH9U

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha + 76 = 79