Quarter Life Crisis & Media Sosial: Adakah Hubungannya?

Di era teknologi yang semakin canggih dan serba digital, turut melahirkan sebuah perubahan yang cukup besar di sebagian masyarakat, baik dalam aspek budaya, sosial, etika maupun norma. Salah satunya dengan keeksistensian media sosial yang semakin berkembang pesat karena kemudahan akses yang mudah dijangkau oleh setiap lapisan masyarakat. Sejalan dengan hal itu pula pada akhirnya muncul fenomena yang dikenal sebagai “Quarter Life Crisis”. Mudahnya, fenomena ini dirasakan oleh seseorang yang merasa tertekan akan standar dan tuntutan hidup yang dijalaninya.

Berbagai platform media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, TikTok, dan lain sebagainya memiliki pengaruh yang besar dalam memberikan “dampak” terhadap meningkatnya standar hidup serta nilai-nilai yang baru. Hal inilah yang akhirnya memunculkan krisis ekonomi yang dialami setiap seseorang yang beranjak masuk ke usia dewasa muda, atau usia 20-an. Rasa bingung, ragu, takut akan kegagalan seakan-akan menghantui pikiran mereka dalam menentukan pilihan hidup. Tercatat pada tahun 2020, quarter life crisis yang secara sederhana merupakan keraguan seseorang terhadap diri sendiri saat memasuki fase kedewasaan banyak ditemukan pada kalangan usia 25-34 dan 18-24 tahun dalam penggunaan media sosial di Indonesia. Dari data yang telah dicantumkan itulah kemungkinan besar kehadiran media sosial menjadi wadah atas terjadinya fase quarter life crisis pada masyarakat remaja di Indonesia.

Sejatinya, aktivitas penggunaan media sosial sangat memperlihatkan keadaan yang serius baik dari segi positif maupun negatif. Dilihat dari segi positfnya, kehadiran media sosial berguna dalam menyebarkan informasi bersifat aktual. Akan tetapi, sisi negatif yang ditampilkan pun juga cukup mempengaruhi keadaan masyarakat Indonesia fase usia dewasa muda, dalam kondisi ini bukan sebuah kemustahilan bahwa media sosial akan berkembang menjadi energi negatif pada keberlangsungan fase quarter life crisis dari seseorang.

Lantas, apa yang diperlukan dalam menyikapi fase quarter life crisis yang marak terjadi di kehidupan masyarakat dewasa muda Indonesia saat ini? Apabila sikap membandingkan diri dengan orang lain yang terlihat di media sosial yang tidak dikelola dengan sehat, hal ini tentu saja dapat menyulitkan individu dalam menghadapi fase quarter life crisis. Perasaan takut akan masa depan, kekhawatiran dan kecemasan yang mendatang, tidak percaya atas kemampuan yang dimiliki, serta merasa tidak cukup baik seperti orang lain tentu akan terus menghantui.

Sebenarnya, quarter life crisis merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap individu ketika memasuki fase peralihan masa remaja menuju dewasa muda, ketika fase itu terjadi, tuntuan tanggung jawab yang mereka emban tentu membuat individu beradaptasi menjadi seorang yang dewasa. Meskipun begitu, hal ini tidaklah wajar apabila kekhawatiran dan kecemasan yang dirasakan semakin berlarut dan terlihat berlebihan, hal itu tentu memantik energi negatif dari dalam diri dan mempengaruhi segala produktivitas individu yang nantinya akan menjadi boomerang bagi dirinya.
Beberapa cara yang dapat dilakukan agar quarter life crisis dapat dilewati dengan baik terlebih dalam belenggu media sosial, di antaranya:
1. Secepatnya untuk menghentikan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain berdasarkan unggahan seseorang yang terdapat di media sosial
2. Selalu berusaha untuk mencintai diri sendiri, merasa bangga, dan cukup akan kemampuan yang dimiliki
3. Kenali lebih dalam diri sendiri dan mulailah menggali potensi dan keunggulan yang ada di dalam diri
4. Mengubah keraguan dan kecemasan yang ada menjadi sebuah tindakan.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa penggunaan sosial media pada masa ini merupakan sebuah kebutuhan yang tak terlepaskan dari kehidupan sehari-hari masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia sendiri, sehubungan dengan fenomena inilah para masyarakat harus dengan bijaksana dapat menghadapi arus digital yang ada dengan ketenangan dan sikap positif agar fase quarter life crisis bisa terselesaikan dengan baik. Dengan begitu, fasae quarter life crisis tidak menimbulkan masalah gangguan yang serius terhadap kesehatan mental pada diri seseorang.

Berikut link video terkait materi artikel yang dimaksud

https://youtu.be/yKkHqYsxMQM

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha 25 + = 33