Pemanfaatan Literasi Digital dalam Pembelajaran Sejarah

Sistem pembelajaran sejarah saat ini dianggap membosankan dan kurang relevan dengan keadaan siswa saat ini. Hal ini membuat minat belajar siswa menjadi menurun dan berdampak kepada penurunan tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan sebuah inovasi dalam sistem pembelajaran, salah satunya dengan memanfaatkan media digital. Dengan menggunakan media ditigal, pembelajaran bisa dibuat agar lebih menarik, variatif, dan interaktif sehingga bisa menumbuhkan minat belajar siswa.

Susanto (2013) berpendapat bahwa “Minat merupakan dorongan dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara efektif yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan, dan lama-lama akan mendatangkan kepuasan dalam dirinya”. Atau secara umum bisa diartikan jika minat belajar siswa adalah dorongan dari dalam dirinya yang membuatnya ingin melakukan sesuatu karena merasa senang atau tertarik akan hal itu.

Minat belajar siswa akan dipengaruhi oleh dua aspek, yakni aspek internal dan eksternal. Aspek internal adalah aspek yang berasal dari dirinya sendiri seperti pola pikirnya, keadaan mentalnya, ataupun perasaan kenyamanan dirinya. Aspek eksternal adalah aspek yang berasal dari luar seperti keluarga, teman, guru, lingkungan, dan lainnya.

Fungsi minat menurut The Liang Gie (1995) adalah untuk melahirkan perhatian, memudahkan terciptanya konsentrasi, Mencegah gangguan dari luar, memudahkan masuknya bahan pelajaran dalam ingatan, dan memperkecil tingkat kebosanan dalam diri sendiri.

Menurut UNESCO (2011), Literasi digital adalah kecakapan yang tidak hanya melibatkan kemampuan penggunaan teknologi, informasi dan komunikasi, tetapi juga melibatkan kemampuan dalam pembelajaran bersosialisasi, sikap berpikir kritis, kreatif, serta inspiratif sebagai kompetensi digital. Untuk bisa mengoptimalkan literasi digital, maka kita harus bisa menggunakan dan memanfaatkan media digital. Secara umum media digital bisa diartikan sebagai sebuah konten yang bisa diakses dan digunakan menggunakan perangkat digital seperti konputer, laptop, telepon pintar, dan lain sebagainya. Media digital meliputi konten di website, media sosial, gambar, video, dan audio digital, dan lainnya.

Mata pelajaran sejarah adalah salah satu mata pelajaran yang sangat penting untuk diajarkan dan juga dipahami oleh siswa. Dengan mempelajari sejarah, para siswa bisa lebih mengenal tentang identitas dan asal-usul daerahnya, negaranya, dan bahkan negara lain. Pelajaran sejarah juga bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air di dalam diri mereka. Belajar sejarah juga bisa melatih siswa untuk berfikir kritis, diakronis, dan menyeluruh. Namun sayangnya, kualitas pembelajaran sejarah saat ini masih belum bisa memenuhi harapan.

            Pelajaran sejarah masih dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan. Hal ini karena dalam pembelajaran sejarah, sebagian besar guru masih menggunakan metode ceramah sehingga pembelajaran bersifat satu arah saja. Selain itu bahan ajar yang digunakan pun masih belum lengkap, kebanyakan hanya menggunakan buku cetak yang disediakan oleh sekolah. Hal ini membuat minat siswa untuk belajar sejarah menjadi menurun. Apalagi dalam pengajarannya masih bersifat hafalan saja dan kurang menggali nilai-nilai yang ada dalam peristiwa sejarah yang diajarkan.

            Salah satu penyebab penurunan minat siswa ini adalah karena adanya perubahan zaman. Perubahan zaman yang paling terlihat adalah adanya perkembangan teknologi yang sudah sangat pesat. Adanya perkembangan teknologi tentu akan mempengaruhi kebiasaan dan perilaku siswa. Cara pembelajaran yang diterapkan di zaman dulu akan kurang relevan jika diterapkan di zaman sekarang. Oleh karena itu, harus ada inovasi dalam hal pembelajaran agar bisa relevan dengan keadaan sekarang.

            Salah satu inovasi yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan media digital. Siswa-siswi zaman sekarang hampir semuanya sudah memiliki telepon pintar. Dan segala aktivitas mereka saat ini hampir seluruhnya dipengaruhi oleh media digital melalui telepon pintarnya. Contohnya seperti berkomunikasi, bermain game, menonton film atau tayangan lain, berbelanja, hingga penggunaan transportasi umum sekarang sudah melalui telepon genggam.

            Artinya, siswa zaman sekarang sudah biasa hidup dengan memanfaatkan media digital. Dan salah satu akibatnya, mereka jadi tidak terbiasa dengan membaca buku secara fisik. Mereka jadi mudah bosan dengan cara pembelajaran yang biasa saja, apalagi jika pembelajarannya dengan metode ceramah satu arah. Karena itu, penting untuk membuat sebuah cara pengajaran baru yang mulai menggunakan media digital sebagai alat bantunya, dan kontennya harus disesuaikan dengan keadaan dan kebiasaan siswa-siswi saat ini, selama hal itu masih dalam batas untuk tetap memenuhi tujuan pembelajaran.

Pemanfaatan media digital bukan berarti mengganti sistem yang ada sebelumnya, tetapi lebih membuat sebuah variasi baru dalam pembelajaran. Karena sistem pembelajaran seperti sistem ceramah juga tetap diperlukan, apalagi untuk mata pelajaran sejarah. Namun, sampai saat ini masih banyak pembelajaran sejarah yang belum memanfaatkan media digital.

Pemanfaatan media digital ini banyak ragamnya, bisa menggunakan power point, gambar, video, film, dan masih banyak lagi. Bisa juga memanfaatkan beberapa website yang sudah ada seperti quizizz, youtube, atau platform lainnya. Media sosial yang umum digunakan seperti instagram, facebook, ataupun twitter bisa juga digunakan sebagai salah satu pilihan variasi pembelajaran. Karena jika kita lihat, di beberapa platform itu ada beberapa akun, halaman, atau grup yang memuat konten-konten pembelajaran termasuk pembelajaran sejarah. Maka dari itu sebenarnya banyak pilihan untuk menggunakan media digital guna membantu proses pembelajaran. Tinggal bagaimana cara mengemasnya saja agar tetap bisa selaras dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha 46 − = 38