Tips Menjadi Warganet Cerdas dengan Melek Literasi

Perkembangan zaman membawa dampak disegala bidang, bayak perubahan yang terjadi khusunya terkait kemajuan teknologi informasi komunikasi yang semakin pesat dan memberikan kemudahan manusia dalam mengakses segala bentuk informasi. Memasuki era digital, maka penggunaan media sosial semakin marak dan menjadi trend, tidak haya satu media sosial bahkan hampir semua individu memiliki akun dari masing-masing media sosial yang ada. Dengan begitu maka seorang individu otomatis menjadi warga negara digital alias warganet. Sebagai warganet kesadaran digital citizenship merupakan salah satu indikator kecakapan dalam budaya digital. Sejalan dengan ini, kedewasaan dalam bermedia sosial menjadi hal penting. Kedewasaan yang dimaksud salah satunya dengan meningkatkan kemampuan membangun mindful communication tanpa stereotip dan pandangan negatif. Hal ini bisa dicapai dengan memperbaiki kemampuan literasi yang ada. Karena seperti yang kita tahu bahwa kesadaran literasi digital di Indonesia masih bisa dikatakan kurang. Sedangkan literasi merupakan hal yang sangat penting dalam bermain sosial media, hal ini guna mencegah penyebaran berita hoax serta menghindari cyber crime.
Melihat kondisi sosial media yang semakin luas dan bebas membuat banyak kasus-kasus seperti pencemaran nama baik, penyebaran berita hoax, pemerasan, hingga kasus asusila sudah banyak terjadi akhir-akhir ini. Kejadian ini merupakan hal serius yang harus ditanggapi karena dampak yang ditimbulkan cukup serius khususnya pada hal penyebaran informasi yang cepat dan bisa dilihat banyak orang, sehingga pada kasus tertentu seperti penyebaran nama baik dan asusila akan membuat korban mengalami trauma psikologis. Jejak digital yang sulit dihilangkan ini membuat pemerintah turun tangan untuk mengatur tentang etika yang harus digunakan dalam bermain sosial media. Peraturan yang dikeluarkan ini termuat dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-undang nomor 11 tahun 2008 atau biasa kita kenal dengan UU ITE. Peraturan ini bersifat mengikat bagi semua warganet yang bermain sosial media. Hal ini diharapkan agar warganet menjadi cerdas dalam mengakses segala informasi yang didapat dari berbagai platform yang ada, serta tetap menjaga adab dan menghargai sesama individu lain dalam dunia maya. Lantas, apa yang perlu dilakukan warganet dalam bersosial media? Berdasarkan Modul Budaya Bermedia Digital yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan GNLD SiberKreasi, ada beberapa tips yang bisa Anda coba.
1. Ikut Mengampanyekan Literasi Digital
Literasi merupakan hal yag paling penting dalam bersosial media, namun kesadaran literasi ini tidak dimiliki oleh semua warganet. Tak ada salahnya menjadi warganet yang partisipatif, apalagi, inisiatif kampanye literasi sangat penting. Dengan menjadi warganet yang cerdas kita bisa ikut mengedukasi orang-orang di sekitar kita untuk lebih berhati-hati dalam menyaring informasi yang didapat dari sosial media. Maka dari itu mengedukasi orang lain tentang literasi digital, berarti kita ikut berkontribusi dalam menciptakan kebiasaan baik di lingkungan kits dan menjadi warganet yang cerdas.
2. Berpikir Kritis
Berpikir kritis melatih kita untuk tidak sekedar berbagi (sharing). Sebelum berbagi informasi, penting untuk mempertimbangkan apakah konten yang akan kita distribusikan itu sesuai fakta, objektif, penting dan tidak menyakiti pihak lain. Selanjutnya, perlu dipastikan pula, apakah konten tersebut berasal dari sumber yang kredibel? Apakah konten itu komprehensif dan mencakup pandangan dari banyak perspektif? Jika Anda bisa memastikan itu semua, silakan share informasi tersebut. Jika tidak, ada baiknya untuk mengurungkan niat berbagi informasi. Pastikan bahwa aktivitas membagikan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya berhenti di Anda saja.
3. Meminimalisasi Unfollow, Unfriend dan Block
Menjadi warganet artinya siap berhadapan dengan pengguna internet dari latar belakang yang beragam. Tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama. Untuk itu, sangat penting untuk melatih kematangan bermedia dari diri sendiri. Salah satu bukti kematangan bermedia sosial adalah tidak mudah memutuskan pertemanan. Meski fitur unfollow, unfriend dan block di media sosial bisa digunakan, namun ada baiknya untuk mendewasakan diri. Mencoba untuk bisa bersosialisasi dengan baik terhadap semua pengguna media sosial tanpa harus menjatuhkan satu sama lain merupakan hal yang perlu dilakukan. Karena sosial media sendiri dikembangkan untuk bisa menjangkau pertemanan yang tidak terbatas ruang dan waktu.
4. Aktif Mengikuti Pelatihan dan Kegiatan Rutin Literasi Digital
Kementerian Kominfo melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) SiberKreasi rutin menyelenggarakan berbagai kampanye, pelatihan dan acara menarik lain terkait literasi digital. Pelatihan-pelatihan itu terkait penguasaan terhadap TIK, public speaking, gim dan lain-lain. Kita bisa mengajak keluarga dan rekan-rekan kita untuk ikut berperan serta.
Tips diatas bisa kita terapkan sebagai seorang warganet yang cerdas dengan memiliki nilai literasi tinggi guna menciptakan interaksi bersosial media yang baik dengan tetap menjaga adab dan etika sesama pengguna. Tidak bertatap muka langsung bukan berarti kita bisa berbuat seenaknya terhadap orang lain.

Selengkapnya silakan melihat vidio berikut!


https://youtu.be/Acg1nP4ET6I



You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.